Happy reading 🕊
Sekarang Milka, mamah Dewi dan mamih Nana, masih berada didepan ruang operasi sudah hampir 1 jam lebih mereka disana tapi ruang operasi tak kunjung terbuka.
"Arsya gue mohon sama lo jangan tinggalin gue sama keluarga lo, gue sayang sama lo Arsya gue mohon lo bertahan sebentar lagi kita mau nikah Arsya gue mau lo sembuh" batin Milka yang sudah mulai tenang dalam pelukan hangat mamih Nana.
Akhirnya lampu ruang operasi dan pintu nya pun mulai terbuka setelah 2jam lamanya.
"Dok gimana dok keadaan anak saya" ujar mamah Dewi ketika melihat dokter keluar dari ruang operasi.
"Alhamdulillah sekarang keadaan nya sudah stabil dan kami akan segera memindahkan nya keruang perawatan, tapi akibat kecelakaan yang dialami pasien mohon maaf dengan berat hati saya sampaikan bahwa pasien mengalami kelumpuhan"ujar Dokter menjelaskan yang mampu membuat Milka dan mamah Dewi terisak kembali.
Deghhh
Lagi, lagi jantung Milka berdetak kencang mendengar kabar Arsya.
"Dok tapi Arsya bisa sembuh kan dok, jawab dok Arsya bisa sembuh kan" ujar Milka sambil histeris.
"Milka sayang, tenang dulu nak" ujar mamah Dewi dan langsung berdiri disamping Milka membantu mamih Nana untuk menenangkan Milka.
"Iya mbak, sama ibu tenang dulu ya, pasien cuma lumpuh sementara seiring dengan berjalannya waktu dan selalu mengikuti kemoterapi pasien pasti akan sembuh" ujar Dokter. "Baik kalo begitu saya permisi dulu saya akan segera memindahkan pasien keruang perawatan" lanjutnya sambil meninggalkan tempat itu.
"Milka apa kamu tidak pulang nak udah malam biar mamah aja yang jaga Arsya kamu pulang ya besok kesini lagi sayang" ujar mamah Dewi sambil mengelus rambut panjang Milka.
"Ga mah a-ku mau di-si-ni a-ku m-au teme-nin Ars-ya" ujar Milka sambil sesenggukan.
"Yaudah mamih pulang ya nak besok mamih kesini lagi"ujar mamih Nana sambil mengelus rambut panjang Milka.
" iya mih hati-hati ya "ujar Milka pada mamih Nana.
" iya sayang, oh iya mbak kamu ga kabarin papahnya Arsya"ujar mamih Nana.
"Ga mbak biarin mereka menyelesaikan dulu pekerjaannya nanti kalo udah selesai dan sudah kembali kesini saya akan ngomong" ujar mamah Dewi.
"Yaudah kalo seperti itu saya pamit ya mbak, Milka mamih pulang ya sayang" ujar mamih Nana yang di angguki oleh Milka dan dia langsung mencium pipi Milka.
"Iya mbak hati-hati ya" ujar mamah Dewi.
"Iya mbak, aku titip Milka ya assalamu'alaikum" ujar mamih Nana pada mamah Dewi.
"Iya pasti aku jagain kok waalaikumsalam" ujar mamah Dewi.
Skip sekarang Arsya sudah di pindahkan ke ruang perawatan dan sekarang di dalam ruangan itu hanya ada Milka karena baru saja mamah Dewi pergi ke toilet.
"Arsya lo kenapa bisa kayak gini sih, bangun sya gue mohon sama lo, gue ga bisa liat lo kayak gini sya" lirih Milka yang terisak sambil mengelus rambut Arsya. "Gue daritadi nungguin lo dirumah karena lo udah janji kalo kita mau dinner hampir 1 jam gue nunggu lo tapi lo ga datang eh taunya sekarang lo malah kecelakaan, tadinya kalo lo ga datang gue mau marah' sama lo, gue mau pukul lo tapi lo malah terbaring lemah kayak gini, cepet sembuh ya sya gue kangen sama lo, gue kangen pelukan lo yang selalu membuat ketenangan dalam hati gue dan gue selalu merasa aman kalo ada didekat lo gue mohon jangan lama' ya tidur ya gue kangen banget sama semua tentang lo" lirih Milka sambil terus mengelus rambut Arsya dan tangannya.
"Gue sayang sya sama lo sya, gue cinta sama lo sya, tolong jangan tinggalin gue ya, dan tetap bertahan buat gue dan buat keluarga lo" ujar Milka semakin terisak.
"Milka sayang" panggil mamah Dewi yang terisak karena sedari tadi mendengar kan omongan Milka.
"Mah kok Arsya ga sadar' sih mah" ujar Milka.
"Mungkin nanti sayang sini duduk sama mamah biarin Arsya nya istirahat dulu ya sayang" ujar mamah Dewi sambil menepuk-nepuk sebelahnya dan meminta Milka duduk bersamanya disofa, Milka langsung menuruti permintaan mamah Dewi dia langsung duduk disofa dan langsung memeluk mamah Dewi.
"Udah ya ga usah nangis lagi nanti Arsya nya sedih kalo liat kamu sama mamah seperti ini kita harus semangat biar Arsya juga semangat untuk sembuh sayang kalo kita rapuh, sedih, seperti ini siapa yang akan menyemangati Arsya" ujar mamah Dewi sambil mengelus rambut panjang Milka."Kamu mau kan temenin Arsya sampai sembuh dan menjadi penyemangat nya Arsya"ujar mamah Dewi.
"Pasti mah pasti Milka akan terus disamping Arsya dan membantu Arsya untuk melewati ini semua, Milka ga akan pergi kok mah, mamah percaya kan sama Milka" ujar Milka sambil mendongakkan kepalanya menatap mamah Dewi.
"Iya dong saya pasti mamah selalu percaya sama kamu karena mamah yakin kamu itu perempuan yang baik dan tulus" ujar mamah Dewi sambil mencium puncak kepala Milka.
"Makasih ya cantik, kamu mau menemani Arsya dan selalu berada disamping Arsya papah Lucky emang ga salah pilih kamu untuk menjadi pendamping hidupnya Arsya" ujar mamah Dewi sambil tersenyum hangat pada Milka dan terus mengelus rambut panjang Milka.
"Iya mah sama-sama ya mah Milka akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Arsya ya mah" ujar Milka sambil mengeratkan pelukan nya kepada mamah Dewi.
"Kamu tidak perlu menjadi yang terbaik sayang, karena kamu sekarang sudah menjadi yang terbaik" ujar mamah Dewi yang membalas pelukan Milka.
Bersambung
See you next part guys jangan lupa vote and komen ya babay ✨
Buat yang udah mau baca cerita aku terimakasih ya see you🌷
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Couple
Teen FictionWelcome Happy Reading... Tentang dua orang yang saling mencintai tapi banyak halangan nya langsung baca yukkk To Be Continue
