Happy Reading 🕊️
Keesokan harinya*
Sinar mentari mulai meninggi menampakkan dirinya dengan cahaya yang amat terang. Sinar sang mentari pun menerangi seluruh dunia. Pria itu pun mulai terusik kala sinar sang mentari memasuki dan menembus jendela kamarnya.
"Bangun sayang udah pagi"ujar Arsya pada Milka sambil mencium kening Milka, karena merasa terusik Milka pun mulai menerjapkan matanya.
"Good morning sayang"ujar Arsya pada Milka sambil mencium kedua pipi Milka.
"Good morning to mas"ujar Milka pada Arsya sambil mencium kedua pipi Arsya.
"Aku mandi duluan ya sayang"ujar Milka pada Arsya.
"Iya sayang"ujar Arsya pada Milka.
Setelah beberapa menit terdengar suara pintu kamar mandi terbuka yang membuat Arsya bangkit dari posisi duduk nya untuk mengambil handuk.
"Aku mandi dulu ya sayang"ujar Arsya pada Milka.
"Iya mas, nanti aku siapin bajunya"ujar Milka pada Arsya.
"Okey sayang"ujar Arsya pada Milka sambil mencuri satu kecupan singkat dibibir Milka dan langsung berlari menuju kamar mandi.
"Mas Arsya, kebiasaan abis bikin orang salting malah ditinggal"gumam Milka sambil berjalan menuju lemari untuk menyiapkan baju suami tercintanya.
Setelah selesai menyiapkan baju Arsya, Milka langsung turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan paginya.
Sesampainya di dapur, Milka membuka lemari dan mulai mengambil bahan-bahan untuk sarapan. Panci kecil sudah siap di kompor, sementara telur, roti, dan sayuran terletak rapi di atas meja. Milka memutuskan untuk membuat omelet sederhana dengan roti bakar sebagai pendamping. Aroma harum mulai tercium begitu telur mulai digoreng, dan suara roti yang dipanggang terdengar dari pemanggang roti.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Arsya keluar dengan handuk melilit di pinggang, rambut basah meneteskan air. Ia segera memakai pakaian yang telah Milka siapkan. Setelah selesai ia berjalan menuju dapur untuk menemui Milka.Saat berada dekat Milka dia langsung memeluk Milka dari belakang.
Arsya memeluk Milka erat dari belakang, meletakkan dagunya di bahu istrinya, menikmati momen pagi yang penuh kedamaian itu. "Aroma sarapannya enak banget, sayang," ujar Arsya pada Milka sambil menghirup aroma vanilla khas gadisnya yang selalu membuat Arsya nyaman, yang bercampur wangi telur dan roti yang baru dipanggang.
Milka tersenyum dan menoleh ke arah suaminya. "Kamu memang selalu suka memujiku ya," candanya, sambil melanjutkan memasak.
"Karena kamu memang pantas dipuji," jawab Arsya sambil tersenyum manis.
Setelah selesai Milka memasak, mereka duduk bersama menikmati makanan sambil berbincang ringan. Namun, di dalam benak Arsya, ada satu hal yang tidak bisa ia lupakan kehamilan Milka.
"Sayang,aku harus ke kantor tadi papah telepon" kata Arsya dengan nada serius, "kamu mau kan aku antar ke kampus dulu sebelum aku ke kantor? Aku nggak tenang kalau kamu pergi sendiri, apalagi dengan kondisi hamil seperti ini"ujar Arsya pada Milka.
Milka menatap suaminya, menyadari betapa besar perhatian Arsya padanya. "Mas, aku baik-baik saja kok, cuma ke kampus, bukan jauh-jauh juga," jawab Milka lembut, mencoba meyakinkan suaminya.
Arsya tetap menggelengkan kepala. "Aku tahu, tapi aku nggak bisa tenang kalau kamu pergi sendiri. Aku kan kerja, nanti nggak bisa ada di samping kamu" ujar Arsya pada Milka sambil menggenggam tangan Milka yang berada disampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Couple
Novela JuvenilWelcome Happy Reading... Tentang dua orang yang saling mencintai tapi banyak halangan nya langsung baca yukkk To Be Continue
