Kedelapanbelas

687 30 1
                                        

                    
                            Happy Reading 🕊
Skip

Sekarang waktunya istirahat Arsya, Milka, dan sahabat-sahabatnya sedang berada dikantin untuk mengganjal perut mereka.

"Guys pada mau pesen apa biar gue yang pesenin" ujar Wulan.

"Gue mau jus jeruk aja lan, kalo kamu mau apa sayang" ujar Arsya sambil mengelus lembut punggung tangan Milka yang berada digenggaman nya.

"Aku samain sama kamu aja deh" ujar Milka  pada Arsya.

"Kamu ga mau pesen makanan emangnya kamu ga lapar" ujar Arsya sambil terus menerus mengelus lembut punggung tangan Milka.

"Ga deh aku masih kenyang jadi pesen minum aja" ujar Milka.

"Yaudah Lan gue sama Milka jus jeruk aja ya" ujar Arsya pada Wulan.

"Oke yaudah gue pesen dulu ya " ujar Wulan sambil beranjak dari tempat  duduknya namun panggilan dari Arsya membuat Wulan menghentikan langkah nya.

"Lan biar dianterin sama Reval aja" ujar Arsya yang membuat Reval membulatkan kedua matanya.

"Reval sono buruan anterin nanti dia bawanya susah" ujar Arsya sambil menatap tajam Reval yang membuat nyali Reval menciut karena mau tidak mau, suka tidak suka dia harus menuruti perintah Arsya jika Arsya sudah menatap nya tajam.

"Iya-iya ayo Lan" ujar Reval sambil menggandeng tangan Wulan untuk memesan makanan. dan mereka pun sudah antri untuk memesan makanan dan minuman untuk sahabat-sahabatnya.

"Hai guys boleh gabung ga" ujar Arsen yang dengan tiba-tiba.

"Boleh kok duduk aja" ujar Glova, yang langsung membuat Arsen duduk di sebelah Arsya karena Milka dipojokan.

"Thanks" ujar Arsen sambil tersenyum pada Glova yang dibalas anggukan.

"Oh iya kita kan belum kenal semua, gue Arsen" ujar Arsen.

"Gue Marven, sebelah gue Grecia, samping Grecia ada Glova, disamping Glova ada Celvin, dan kalo yang sebelah kanan itu Mahen, disamping Mahen ada Natasya,disamping Natasya ada Diva dan disamping Diva itu Jovan, dan itu yang disebelah kiri lu ada Sintia,dan disamping Sintia itu Arga, dan kalo disamping lu itu ada Arsya, dan disamping Arsya ada Milka" ujar Marven sambil menunjuk teman-temannya satu persatu.

"Nih guys pesenan kalian" ujar Reval yang datang bersama Wulan sambil membawa pesanan teman-temannya.

"Ini siapa" ujar Arsen sambil menunjuk Wulan dan Reval secara bergantian.

"Gue Reval dan ini Wulan" ujar Reval.

"Kok lu disini? " tanya Wulan pada Arsen.

"Iya sorry ya kalo v liat kosong jadi gue gabung gapapa kan" ujar Arsen.

"Iya gapapa kok" ujar Reval.

"Nih sayang minumnya" ujar Arsya pada Milka yang bersandar didadanya sambil memainkan handphonenya.

"Nanti aja ya aku masih mau sandaran" ujar Milka manja sambil mendongakkan kepalanya menatap Arsya.

"Tadi katanya kamu haus minum dulu ya nanti sandaran lagi sayang" ujar Arsya sambil mengelus lembut punggung Milka dan mencium kening Milka singkat.

"Yaudah deh" ujar Milka sambil menegakkan posisi nya dan mengambil minumannya.

"Heh lu berdua bisa ga sih gausah bucin didepan kita bikin iri aja" ujar Mahen yang sedari tadi menyaksikan kebucinan dua sejoli itu.

"Tau ya bucin ga liat tempat" ujar Natasya sambil memakan pesanannya.

"Kenapa lu semua iri kan gabisa kayak gue sama Milka iya kan" ujar Arsya yang menggoda teman-temannya sambil mengelus lembut rambut panjang Milka.

Perfect CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang