Happy Reading 🕊️
Malam itu, Milka merasa gelisah dan cemas. Sejak kejadian pagi tadi, ia tidak tahu harus bagaimana. Arsya tiba-tiba pergi tanpa memberikan Milka waktu untuk menjelaskan, dan hingga malam hari,Arsya tidak menghubunginya sama sekali. Ponsel Milka terus-menerus menunjukkan tanda-tanda "tidak ada jaringan" setiap kali ia mencoba menghubungi suaminya. Hatinya semakin terjepit, dan ia merasa semakin jauh dari Arsya.
Milka memutuskan untuk menghubungi teman-temannya yang sejak pagi susah dihubungi. Ia butuh mereka untuk menenangkan pikirannya yang kacau dan membantu mencari Arsya. Karena sudah terlalu larut untuk pergi ke kafe, Milka memilih untuk mengundang mereka ke rumahnya.
Beberapa saat kemudian, teman-teman dekat Milka, Glova, Sintia, Wulan, Grecia, Natasya, dan Diva,datang ke rumahnya. Mereka langsung mendekati Milka yang duduk di ruang tamu, dengan wajah cemas dan lelah. Wulan memeluknya erat, memberi kekuatan.
"Gimana, Mil? Kenapa lu kayak gini? Lu kelihatan stres banget," tanya Gracia pada Milka sambil mengusap lembut punggung Milka dengan khawatir.
Milka menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Gue nggak tahu apa yang terjadi, Grec. Arsya tiba-tiba pergi, dan dari tadi nggak ada kabar. Gue telepon nggak nyambung, dia nggak bales pesan. Gue takut ada sesuatu yang tidak beres, menimpanya" ujar Milka, suaranya penuh kecemasan.
"Maafin kita ya kita ga kabarin lu daritadi"ujar Wulan pada Milka.
"Udah gapapa, sekarang yang gue pikirin kemana Arsya pergi Lan"ujar Milka pada Wulan.
Sintia dan Diva saling pandang, kemudian Dina berkata, "Lu nggak sendirian, Mil. Kita semua ada di sini, dan kita bakal bantu lu cari Arsya. Jangan khawatir, kita pasti temuin dia."ujar Diva pada Milka
Milka mengangguk, meski hatinya masih terasa penuh ketakutan. "Tapi, gimana kalau dia udah terlalu jauh? Gue nggak tahu harus mulai dari mana."ujar Milka dengan cemas.
"Tenang aja kita pasti bisa temuin Arsya"ujar Sintia pada Milka.
"Awwssh"ujar Milka sambil memegangi perutnya yang terasa sakit kembali.
"Mil, lu kenapa?"tanya Natasya pada Milka dengan khawatir.
"Gue gapapa kok, mungkin karena gue terlalu kepikiran aja"ujar Milka pada Natasya.
"Hah maksudnya gimana"tanya Glova pada Milka.
"Gue sebenernya hamil guys"ujar Milka pada teman-temannya yang mampu membuat mereka terkejut.
"Serius Mil, lu ga bercanda kan"tanya Wulan pada Milka.
"Ga Wulan gue serius"ujar Milka pada Wulan.
"Yaudah mending sekarang istirahat aja"ujar Sintia pada Milka.
"Tapi gue mau cari Arsya, gue takut dia kenapa-napa"ujar Milka pada Sintia.
Divaa, dengan tenang, menggenggam tangan Milka. "Kita bisa mulai cari dia besok pagi, Mil. Tapi, kalau lu nggak keberatan, gue dan yang lain bisa temenin lu tidur di sini. Kita nggak mau lu sendirian, apalagi lu hamil, kita harus jaga lu."ujar Diva pada Milka yang disetujui oleh lainnya.
Milka tersenyum lemah, merasa sedikit terhibur dengan kehadiran teman-temannya yang mendukung. "Iya, Lu bener. Gue nggak mau sendirian. Terima kasih, guys," jawabnya, matanya sedikit basah.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk menginap di rumah Milka, menemani Milka yang merasa semakin cemas dengan keadaan. Malam itu, mereka menghabiskan waktu bersama, berbicara ringan dan berusaha menenangkan Milka. Tapi, di dalam hati Milka, rasa cemas terhadap Arsya tak kunjung reda. Milka berharap bisa segera bertemu suaminya dan menjelaskan semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Couple
Novela JuvenilWelcome Happy Reading... Tentang dua orang yang saling mencintai tapi banyak halangan nya langsung baca yukkk To Be Continue
