21. Dira manja.

752 9 2
                                        

Aditya benar-benar terus kepikiran dengan ucapan wildan waktu itu sampai ia tidak bisa tidur berhari-hari, rasanya ia takut kalau wildan akan mengambil kembali dira.

Aditya memeluk tubuh dira yang tidur pulas. "Dira saya takut kamu pergi dari saya" lirih aditya

Dira yang Tidurnya terganggu membuka matanya menatap aditya yang tersenyum tipis menatapnya. "Kenapa belum tidur?" Tanya dira melirik jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Enggak bisa tidur" jawab aditya.

Dira menatap lekat aditya yang terlihat sedang resah. "Mas kenapa sebenarnya? Ada yang mau diceritakan?" Tanya dira mengelus pipi aditya.

Belum juga menjawab Aditya Sudah menangis saja, air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya, dira tentunya kaget. "Hiks, saya takut kamu ninggalin saya dan kamu lebih memilih sama wildan" Isak aditya.

Dira melotot kaget. "Astaga mas! Aku kira kamu kenapa" kaget dira.

Aditya menatap lekat dira. "Saya serius sayang" rengek aditya.

Dira menepuk-nepuk pipi aditya pelan. "Udah jangan nangis laki ko nangis sih" ledek dira.

Aditya menghapus air matanya menggunakan baju tidur yang dira pakai. "Ya. Janji enggak selingkuh lagi dari saya?"

Dira mengangguk ragu. "Cepat tidur besok kamu ada kelas aku kan?" Tanya dira.

Aditya mengangguk. "Ya, selamat tidur" ucap aditya.

***

Dira berjalan menuju kelasnya tiba-tiba tangannya ditarik seseorang ke belakang kampus. "Eh-eh" kaget dira.

Wildan. Ya dia wildan pria yang sedari tadi mengawasi dira dan aditya. "Kenapa enggak balas chat gue?" Tanya Wildan menatap lekat wajah dira.

Dira menatap wildan. "M-mau apa? Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi" tanya dira tanpa menjawab pertanyaan wildan.

Wildan menggeleng cepat. "Enggak! Kita masih memiliki hubungan lo masih pacar gue" jawab wildan tegas.

"Aku sudah punya suami kak, aku juga lagi hamil, aku----"

"Gue bisa terima itu semua, gue rela jadi selingkuhan" potong wildan.

Dira melotot sempurna ia menggeleng cepat. "Gila! Aku engg----"

"Kalau lo tetap mau putus bunuh gue sekarang" potong wildan mengeluarkan kater dari saku celananya. "Bunuh gue supaya gue bisa jauh dari lo"

Mata dira melotot sempurna. "K-kak jangan gila, buang kater itu" panik dira.

Wildan menggeleng cepat. "Enggak! Gue enggak bakal buang kater ini sebelum setuju kamu harus sama aku terus" ucap wildan.

Dira menggeleng. "Jangan gila aku sudah punya suami aku lagi hamil k-kak" pekik dira takut.

SRETTTT
SRETTTT

"KAK WILDAN" pekik dira melihat wildan yang nekat menggores kater ke tangan kanan.

Wildan tersenyum tipis melihat darah yang mengalir di lengan kanannya. "Gue enggak bercanda kan? Gue bisa lebih kalau lo masih tolak gue" ucap Wildan.

Air mata dira mengalir. "K-kak jangan gila aku enggak bis-----KAK WILDAN" teriak dira melihat wildan yang lemas dan sempoyongan. "K-kak jangan bercanda aku enggak suka" panik dira.

Wildan menepis tangan dira. "Enggak usah pedulin gue kalau lo enggak sayang sama gue" ucap wildan.

Dira mengusap air matanya. "Kita ke rumah sakit-----"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 25, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

my cold husbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang