***
Kini malam telah tiba, namun Rea masih berada di dalam ruangan itu menunggu Rafka dan Garvin pulang. Rasanya hari begitu cepat, apalagi untuk Rea yang akan melakukan threesome yang kedua kalinya malam ini.
Ceklek*
Pintu terbuka dan seseorang masuk kedalam ruangan itu
"Selamat malam nona manis" sapa orang itu
"Garvin.." gumam Rea
Ya, yang masuk ke dalam ruangan itu adalah Garvin. Ia membawa sebuah Tote bag yang berisi pakaian mahal.
"Itu apa?" Tanya Rea setelah melihat apa yang di bawa oleh Garvin
"Ini..." Garvin menggantung ucapannya. Tapi Rea hanya diam dan menunggu Garvin menyelesaikan perkataannya
"Ini baju yang Rafka titipkan padaku untukmu. Rafka akan lembur malam ini, atau mungkin dia tidak pulang" jelas Garvin
Akhirnya, hal yang Rea takuti tidak terjadi. Rea tersenyum saat Garvin mengatakan bahwa Rafka tidak akan pulang malam ini. Rasanya lega, jadi malam ini dia tak perlu melakukan hal menjijikan itu lagi.
"Kenapa kau malah tersenyum? Kau bahagia karna tak ada Rafka?" Tanya Garvin
"Iya aku senang akhirnya aku tidak akan melaku-"
"Tidak semudah itu, Rea. Aku disini" potong Garvin cepat seolah tahu apa yang Rea pikirkan
"Apa kau juga akan menyiksaku?!! Aku lelah Garvin, aku ingin istirahat. Aku ingin tidur dengan tenang malam ini" ujar Rea
"Oke-oke baiklah, Rafka juga sudah mendengarnya" sahut Garvin
"Apa maksudmu?"
"Ya aku mendengar semuanya Rea, aku dan Garvin tidak akan meminta itu malam ini"
Suara itu terdengar dari ponsel Garvin.
"Rafka?" Gumam Rea
Garvin mengeklik gambar telepon berwarna merah setelah Rafka selesai berbicara.
"Jadi kau tidak akan..."
"Ya, kau tenang saja, aku juga sibuk malam ini... Beristirahat lah dengan tenang, bajumu ada di dalam sini. Bersihkan dirimu" ucap Garvin kemudian
Rea tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian meraih tote bag dan beranjak ke kamar mandi.
"Apa aku boleh membantumu mandi?" Ucap Garvin yang membuat Rea menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya
"Tidak perlu aku bis-"
"Biar ku bantu" potong Garvin
"Tap-"
"Aku tidak akan meminta itu Rea, aku hanya akan membantumu" potong Garvin lagi yang di ikuti oleh kakinya yang melangkah mendekati Rea.
Setelah sampai Garvin menggendong tubuh Rea ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi, Garvin mengunci pintu kamar mandi setelah sampai.
"Garvin tapi aku-"
"Aku bilang aku hanya ingin membantumu Rea"
"Baiklah..."
Apapun yang ingin Rea katakan akan terus di patahkan oleh Garvin, apakah Garvin benar benar hanya ingin membantumu Rea untuk membersihkan dirinya? Padahal Rea bisa saja membersihkan dirinya sendiri tanpa bantuan, Rea bukan anak kecil.
Garvin membukakan seluruh pakaian Rea kemudian sesekali meremas buah dada milik Rea
"Garvin..." Gumam Rea
"Maaf, apakah tidak boleh?"
"Kau bilang kau hanya ingin membantu"
"Aku tau... Aku hanya sesekali memegang dan meremasnya, apakah kau keberatan?"
Rea hanya terdiam, Garvin memutar keran air hingga shower pun mulai mengeluarkan air dari atas sana yang membuat Rea semakin terlihat indah dengan tubuh yang basah.
Detik selanjutnya Garvin sudah menghisap payudara milik Rea yang membuat Rea menggelinjang kegelian.
"Garvin stop..." Ucap Rea
Garvin tidak menghiraukan ucapan Rea, ia terus melanjutkan aksinya, tangan kirinya memainkan sebelah pucuk payudara Rea sedangkan mulutnya masih sibuk dengan payudara yang satunya, tangan kanannya sudah sibuk mengelus bibir vagina Rea di bawah sana yang membuat Rea tak dapat menahan desahan itu
"Ouhh... Ahh, garvinhh... itu terasa sangat nikmathhh..." desah Rea
Garvin yang mendapat lampu hijau dan merasakan becek di bawah sana melepaskan mulutnya dari payudara Rea dan langsung memasukkan jarinya ke dalam vagina Rea yang membuat Rea memekik kecil.
"Ahhh..."
Rea menatap wajah Garvin sayu yang langsung di sambut hangat oleh Garvin dengan ciuman di bibirnya, mereka berpagutan dengan kondisi keran menyala malam itu. Tangan kanan Garvin juga sibuk mengobrak Abrik vagina Rea yang membuat Rea mendesah dan ingin lagi.
"Aku tidak akan memasukannya Rea, Karna kau yang meminta untuk tidak melakukannya malam ini" ucap Garvin setelah melepas pagutannya.
Rea terdiam, Rea sempat menyesal akan permintaan nya agar tidak melakukan itu malam ini, permainan ini membuat Rea gila, Rea seperti haus akan seks. Rea memasukan jarinya ke dalam liang vaginanya.
"Tunggu, biar aku saja"
Garvin menepis tangan Rea kemudian memasukkan kembali tangannya ke dalam liang vagina Rea dan mengocoknya secara brutal hingga mengenai g-spot nya.
"Ahhh vin, oughh..."
Cairan itu keluar setelah beberapa detik.
"Duduklah" pinta Garvin
Rea menuruti perintah Garvin dan segera duduk di ujung bathub. Detik berikutnya Garvin sudah menjilati vagina Rea dengan liar, bahkan Garvin juga memasukan lidahnya ke dalam lubang itu yang membuat Rea tak berdaya, Rea yang memang sudah terbawa nafsu pun mendorong kepala Garvin ke selangkangannya.
"Ahh vin..." Desah Rea
"Kau ingin lagi?" Tanya Garvin
"Cukup, aku lelah" jawab Rea
"baiklah..."
Akhirnya mereka menyelesaikan kegiatannya. Dan segera kembali ke kamar dan beristirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREESOME
Romanceseorang gadis yang bernama Rea Flourenza Lavendre berusia 20 tahun, yang sudah kehilangan kedua orang tuanya saat berusia 5 tahun. terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada dua orang sahabat dari perusahaan-perusahaan ternama karena ia harus menuruti...
