Mereka kembali ke tempatnya kemudian Rafka menjawab ketukan tersebut.
"Masuk"
Seorang perempuan yang sempat memergoki mereka perpagutan beberapa hari yang lalu masuk ke dalam
"Ada apa Hera?"
"Ini berkas keuangan yang baru saja diberikan oleh Viky pak, silahkan di cek ulang" ucap Hera seraya mengelus lengan Rafka
Rea memperhatikan kegiatan Hera dan sedikit cemburu padanya.
"Taruh saja di sana, saya akan memeriksa setelah skrip ini selesai" cetus Rafka seraya menarik tangannya dari sentuhan wanita itu
"Kamu buat skrip apaan si sayang?" Tanya Rea seraya berjalan mendekati sang suami.
Hera sedikit menjauh dari Rafka saat Rea mendekati pria itu.
'lihat saja, aku akan memberimu peringatan!' batin Rea
"Aku membuat MoU,surat kesepakatan kerja sama antar perusahaan ku dengan perusahaan Alexander"
"Sepertinya kau pusing, apa kau menginginkan sebuah ciuman?"
"Ah benar, aku membutuhkannya"
Rea mengangkat kakinya kemudian mendudukkan dirinya di atas Rafka dan menghadap suaminya. Kemudian memberikan ciuman pada sang suami di depan wanita itu.
Hera sedikit kesal atas perbuatan mereka berdua, kenapa harus Sekarang? Apa mereka tidak melihat ada orang disana? Tanpa berbicara lagi, Hera melangkahkan kakinya keluar yang membuat Rea menghentikan aktivitasnya kemudian turun dari pangkuan Rafka.
"Sayang? Ada apa? Kenapa berhenti?"
"A-aku..."
"Kau?."
"Aku hanya-huekk"
Ucapan Rea terpotong oleh dirinya sendiri Karna merasa mual.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Aku gak tau, tiba-tiba perutku terasa mual"
"Apa kau hamil?"
"Tidak mungkin, sepertinya hanya masuk angin biasa"
"Tidak, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, ayok"
Rafka membawa sang istri pergi dari ruangan nya dan meninggalkan pekerjaan nya.
***
"Yang mana yang harus aku tandatangani?"
"Ini pak"
Mahen memberikan sebuah berkas yang langsung di tanda tangani oleh Garvin.
"Jika kau menginginkannya lagi, kau boleh menghubungiku" bisik Garvin
"Baik pak..."
Mahen keluar dari ruangannya kemudian Garvin tersenyum puas dan melanjutkan pekerjaannya.
***
"Jadi bagaimana dok?"
"Bu Rea hanya masuk angin biasa, nanti minum teh hangat ya Bu, atau makan sup supaya ibu lekas sembuh" jelas dokter
"Iya dok..."
"Terimakasih dok, ayok sayang kita pulang"
Rea menganggukan kepalanya kemudian mereka pergi dan segera pulang.
"Sebentar"
Rafka menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah makan dan membeli sebuah sup untuk Rea. Setelah itu kembali ke mobil.
"Nanti kau makan, aku tidak mau kau kenapa napa, oh iya aku juga akan ikut pulang dan merawatmu"
"Rafka, aku hanya masuk angin biasa, kau tidak perlu repot-repot, bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Aku sudah menelfon orang untuk membereskan semua pekerjaanku"
Rea hanya terdiam, suasana sunyi setelah itu.
Saat sampai di rumah, Rafka segera menggendong Rea ala bridal style menuju ruang makan dan menyiapkan sebuah sup yang sudah ia beli tadi di sebuah mangkuk kemudian menyuapi sang istri.
"Kau harus cepat sembuh, ayo makan"
Rea hanya tersenyum kemudian memakan makanan tersebut, rasanya aneh. Dia kira Rafka adalah seorang laki-laki yang kasar, tapi setelah mengenalnya lebih jauh, bahkan sampai menjadikannya sebagai seorang suami Rafka berhasil membuat Rea menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.
'maafkan aku Rafka, Karna semalam aku berselingkuh dengan Garvin. Kali ini aku tidak akan melakukannya lagi' batin Rea seraya menguyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
"Rea, kau tau? Aku mencintaimu" ucap Rafka tiba-tiba yang membuat Rea terdiam
"Kenapa? Kau tidak menyukainya?"
"Ah-bukan, aku hanya terkejut. Aku hanya bingung, kenapa kau mau menikahi perempuan murahan sepertiku?"
"Murahan?, aku membeli mu seharga satu setengah miliar. Apakah itu murahan?"
"A-apa?!! Kau membuang uangmu begitu saja hanya untukku?"
"Ya, sebenarnya itu hanya untuk kebutuhan seksual ku, tapi setelah aku pikirkan kembali, kau masih perawan dan yang mengambil keperawanan mu adalah aku, dan aku juga mencintaimu, jadi aku memutuskan untuk menikahi mu" jelas Rafka
"Kenapa kau mencintaiku?"
"Ntahlah, aku juga tidak tau, bagaimana jika kau habiskan saja sup ini. Agar kau cepat sembuh dan kita bermain selagi tidak ada Garvin disini"
"Ya... Ternyata kau sama dengan Garvin. Ayolah, kita sudah melakukannya semalam"
"Oke, baiklah aku tidak akan memaksamu"
"Terimakasih.."
Mereka melanjutkan makan setelah itu beristirahat di kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREESOME
Romanceseorang gadis yang bernama Rea Flourenza Lavendre berusia 20 tahun, yang sudah kehilangan kedua orang tuanya saat berusia 5 tahun. terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada dua orang sahabat dari perusahaan-perusahaan ternama karena ia harus menuruti...
