kebenaran

10.2K 114 0
                                        

***

Setelah selesai bersiap akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke rumah sakit seperti yang mereka rencanakan sebelumnya.

Kali ini Rafka tidak menghentikan mobilnya di rumah sakit yang kemarin, tetapi Rafka akan pergi ke rumah sakit lain. Sebenarnya tidak ada masalah dengan rumah sakit itu, hanya saja Rafka tidak yakin dan takut nantinya dokter tersebut akan menyampaikan informasi yang sama.

"Kita mau kemana?"

"Kau bertanya lagi?"

"Rumah sakit nya sudah terlewat Rafka"

"Kita akan pergi ke rumah sakit yang berbeda Rea"

"Untuk apa? Bukankah semua rumah sakit sama saja"

"Aku tahu itu, dan apa salahnya jika kita pergi ke rumah sakit lain. Apa kau tidak bosan pergi ke rumah sakit itu terus?"

"Bosan?, Rafka aku saja baru datang ke rumah sakit itu hanya satu kali. Itu pun kemarin, bersamamu"

"Ya justru karena itu, baru saja kemarin kau melihat rumah sakit itu sekarang kau harus melihat rumah sakit itu lagi. Hari ini aku akan mengajakmu ke rumah sakit yang lebih mewah dan fasilitasnya pun terjamin"

"Rafka, semua rumah sakit sama saja, bahkan dokternya pun mungkin kuliah di kampus yang sama. Hanya desain rumah sakit yang membedakan mereka"

"Terserah kau mau bilang apa, aku akan tetap membawamu ke rumah sakit itu. Lagi pula tidak ada salahnya juga"

Rea hanya diam kemudian kembali melihat ke arah jalan.

***

Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit dan langsung masuk ke dalam untuk segera memeriksa Rea.

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah berada di ruangan dokter.

"Bagaimana bu?"

"Istri bapak positif hamil"

"Apa?!, tapi dok kemarin saya dan suami sa-"

"Sayang, kamu sudah dengar sendiri kan? Kamu masih tidak percaya? Dokter sendiri loh yang bilang"

"Tapi..."

"Sudah, ayo kita pulang, jangan ganggu Bu dokter nya. Masih banyak pasien yang lain yang menunggu"

Rea diam kemudian menganggukkan kepalanya. Mereka segera meninggalkan ruangan tersebut, selanjutnya mereka sudah berada di dalam mobil dan pulang ke rumah.

***

Setelah satu jam akhirnya mereka sampai di rumah. Rafka memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.

"Akhirnya kita sampai di rumah"

Rea duduk di Sofa kemudian Rafka pergi menuju dapur lalu membuatkan teh untuknya dan istrinya. Saat Anda ke dapur Rafka tak sengaja melewati kamar Garvin. Laptopnya terbuka dan mengeluarkan cahaya, tandanya laptop itu masih menyala sedangkan mobil Garvin sudah tidak ada di depan rumah.

Rafka masuk ke dalam kamar Garvin kemudian memeriksa laptopnya dan tak sengaja membaca isi dari laptop tersebut.

"Hasil DNA??"

Rafka yang tadinya hanya berniat untuk mematikan laptop Garvin, kini mengotak-atik laptop tersebut, Rafka membacanya kemudian memperhatikan setiap detail data tersebut.

"Kenapa seperti ini?, apa yang dia rencanakan. Kenapa isinya negatif untukku dan positif untuknya" gumam Rafka tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop

Rea yang baru saja masuk ke dalam kamar Garvin langsung menepuk bahu sang suami yang membuat Rafka melompat kecil.

"Kamu kenapa kaget gitu?"

"Ah-kau, kukira kau Garvin"

"Kau sedang apa di sini?" Ucap Rea kemudian mengalihkan pandangannya ke laptop Garvin dan melihat apa yang baru saja Rafka lihat

"Data hasil tes DNA?" Gumam Rea

"Sayang, kita pura pura tidak tahu saja akan hal ini. Mari kita keluar" ajak Rafka

Rea menganggukan kepalanya kemudian menuruti perintah Rafka untuk keluar dari kamar Garvin. Dan kembali ke sofa, Rafka pun mengurungkan niatnya untuk membuatkan teh hangat.

"Maksud Garvin apa membuat hasil tes DNA palsu seperti itu?" Gumam Rea

"Garvin menginginkan kamu Rea, dia menginginkan kamu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu" jawab Rafka

"Tapi untuk apa? Bahkan Garvin sudah merasakan tubuhku sebelum kita menikah"

"Aku juga tidak tahu, biarkan saja dia melakukan apa yang membuatnya bahagia. Kita ikuti permainannya"

"Maksudmu kita pura pura mempercayai hasil tes DNA itu? Bagaimana jika hasil tes DNA asli sama seperti yang Garvin buat?"

"Maksud mu?"

"Maksudku bagaimana jika ini benar benar anak Garvin?"

"Aku akan melakukan tes DNA dua kali, setelah surat DNA itu keluar, aku akan kembali melakukan tes DNA, apa kau setuju dan mengizinkan itu?"

Rea mendengarkan kemudian menganggukkan kepalanya setelah menunggu Rafka menyelesaikan kalimatnya.

THREESOME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang