Dua dua

14.8K 1.1K 48
                                        

Siang ini Arabella berniat ke kantor bersama Biru untuk memberi bekal makan siang suaminya makanya saat ini Arabella sudah sibuk memasak didapur bersama Biru yang juga ingin membantunya.

"Mama inyii" ucap biru sambil menunjuk anggur yang sudah dia pisahkan dari tangkainya dan mulutnya penuh dengan anggur yang dia makan. Arabella hanya tersenyum melihatnya lalu memasukan anggur itu kedalam tempat makan.

"Terimakasih ya adek" ucap Arabella

"Mama mawu jelly" ucap Biru meminta Jelly

"Sebentar ya sayang Mama angkat dulu ayam gorengnya" ucap Arabella Biru mengangguk mengiyakan sambil menyomot anggur yang ada di tempat makan untuk Gavin. Setelah ayam goreng diangkat Arabella mengambil 3 buah Jelly untuk Biru.

"Matasih Mama" ucap Biru yang kemudian mencium pipi Arabella.

"Sama-sama sayang. Udah ya makan anggurnya nanti Papa gak kebagian dong kalau dimakan sama adek terus" ucap Arabella

"Hihi masih banak Mama" ucap Biru

"Iya masih banyak, kita siap-siap dulu yu. Adek harus mandi dulu biar wangi" ucap Arabella lalu menggendong Biru membawanya ke kamar.

Setelah 15 menit Arabella selesai memandikan dan memakaikan baju Biru.

*Ootd biru ke kantor Papa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Ootd biru ke kantor Papa

"Adek tunggu sebentar ya Mama mau ganti baju dulu" ucap Arabella

"Iyya Mama" ucap Biru yang saat ini sibuk memilih mainan yang akan dia bawa.

~~~

Biru dan Arabella sudah sampai di kantor Gavin, melihat anaknya yang tertidur pulas Arabella tidak berniat membangunkannya lebih memilih menggendong anaknya.

"Suami saya ada kan?" Tanya Arabella pada resepsionis di kantor.

"Ada nyonya" jawabnya setelah mengucapkan terima kasih Arabella langsung naik keatas dimana ruangan Gavin berada. Tapi saat masuk kedalam ruangan suaminya Arabella tidak menemukan suaminya disana, Arabella tetap masuk kedalam ruangan suaminya lalu menidurkan Biru di sofa, pandangan Arabella tertuju pada meja kerja suaminya yang sedikit berantakan.

"kebiasaan banget sih kamu mas berantakan kaya gini" ucap Arabella sambil membereskan meja kerja suaminya sampai Arabella menemukan sebuah surat dari rumah sakit karena penasaran Arabella membukanya lalu membacanya.

"Biru... Biru anak kamu Mas, bagaimana bisa" ucap Arabella dengan suara bergetar.

"Loh sayang kamu kesini?" Tanya Gavin yang baru saja masuk.

"Sayang?" Panggil Gavin karena Arabella tidak menjawabnya sampai Gavin melihat istrinya memegang hasil dari tes DNAnya.

"Sayang aku bisa jelasin" ucap Gavin

"Jelasin apa?! Jelasin kalau Biru anak kandung kamu?!! Jelasin kalau kamu udah selingkuh dibelakang aku?!" Ucap Arabella tenang tapi suaranya terdengar bergetar karena menahan tangisnya.

"Sayang gak gitu, aku bisa jelasin semuanya" ucap Gavin yang kini sudah ada di depan Arabella dan memegang tangan Arabella tapi Arabella langsung menepisnya.

"Kasih aku waktu, jangan cari aku sampai aku sendiri yang suruh kamu jelasin semuanya" ucap Arabella lalu pergi dari hadapan Gavin.

"Sayang!! Ara!! Dengerin penjelasan aku!!" Teriak Gavin

"Hikss.. hiksss" tangis Biru yang merasa tidurnya terganggu karena Gavin yang berteriak. Gavin yang mendengar suara tangisan Biru langsung tersadar jika Biru juga ada disini, Gavin langsung menghampiri Biru membawa anaknya ke gendongannya.

"Adek maaf ya Papa berisik, adek jadi bangun ya sayang" ucap Gavin sambil menciumi puncak kepala Biru yang masih menangis.

"Hikss..hikss.. mawu Mamaaaa" ucap Biru

"Adek Mamanya lagi pergi dulu adek sama Papa dulu ya" ucap Gavin

"Pedi manaaa~ hikss mawu ituutt.. hikss..hikss Mamaaa~"

"Adek sama Papa dulu ya sayang" ucap Gavin

"Gav, tadi abang ketemu Arabella tapi dia nangis Abang panggil-panggil tapi dia terus jalan" ucap Sagara saat baru membuka pintu ruangan Gavin.

"Loh biru kenapa Ga?" Tanya Sagara saat melihat Biru yang menangis digendongan Gavin.

"Bangun tidur terus nyari Ara bang" ucap Gavin

"Kenapa gak dikejar atau ditelpon" ucap Sagara

"Ara salah paham bang" ucap Gavin

"Salah paham apa?" Gavin berjalan kearah meja kerjanya membawa kertas hasil tes DNA.

"Gimana bisa biru anak kamu?!" Tanya Sagara akhirnya Gavin menceritakan semuanya pada Sagara bagaimana pertemuan Gavin dan Callisa ibu kandung Biru dan semua fakta yang baru Gavin ketahui serta kesalahpahaman Arabella.

"Jadi Arabella belum tau yang sebenarnya, yasudah kamu kasih Arabella waktu, Abang yakin dia pasti pulang dan dia pasti akan terima Biru kita semua tau sesayang apa Arabella sama Biru" ucap Sagara

"Bang kayanya aku harus pulang, Biru kayanya mau demam badannya agak hangat" ucap Gavin

"Mungkin karena dia dari tadi nangis. Yaudah kamu pulang disana kan ada Rena kalau ada apa-apa kamu minta tolong Rena dulu" ucap Sagara, Gavin mengangguk lalu membawa Biru pulang.

Selama perjalanan biru terus menangis memanggil Mamanya. Mungkin karena terbiasa bersama Arabella apalagi Arabella ada sosok ibu yang menyayanginya jadi saat Arabella tidak ada Biru merasa ada yang kurang ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan.

"Adek sayang udah dong nangisnya nak, ada Papa disini nanti Mama pasti pulang" ucap Gavin mungkin karena terlalu lelah menangis Sabiru mulai kembali terlelap.

Saat masuk kedalam rumah disana sudah ada Rena Gavin langsung menghampiri istri dari kakaknya.

"Mbak aku harus gimana Biru suhu tubuhnya makin panas" ucap Gavin yang khawatir karena suhu tubuh Biru semakin panas.

"Kamu bawa kekamar ya, mbak mau bawa termometer sama plester demam dulu" ucap Rena. Rena tidak menanyakan keberadaan Arabella karena suaminya sudah menceritakannya dia juga jika jadi Arabella pasti akan melakukan hal yang sama. Setelah mengambil termometer dan plester demam Rena langsung berjalan kekamar Gavin. Disana Biru sudah tertidur dan Gavin tidak henti memeluk anaknya.

Rena menghampiri keduanya lalu meletakkan termometer dibagian ketiak Biru saat alatnya berbunyi Rena langsung mengambil termometernya yang menunjukkan suhu 37°c, Rena langsung memasangkan plester demam pada kening Biru.

"Kasih Arabella waktu ya Gav, mungkin dia masih kaget wajar kalau dia minta waktu untuk sendiri dulu tapi dia pasti kembali kok mbak yakin itu. Dan rasa sayang dia ke Biru pasti gak akan berubah. Oh iya ganti baju Biru ya biar tidurnya enak. Mbak keluar dulu ya kalau ada apa-apa panggil mbak aja ya" ucap Rena

"Iya mbak, makasih ya mbak" ucap Gavin

Setelah Rena tidak ada Gavin mencium kening Sabiru.

"Maafin Papa ya sayang, harusnya Papa cerita dari awal sama Mama pasti semua ini gak akan terjadi Mama pasti gak akan pergi kaya sekarang. Tapi Mama pasti pulang kok, jadi adek cepet sembuh ya biar pas Mama pulang kamu udah sehat. Papa mandi dulu sebentar ya nanti Papa kesini lagi" ucap Gavin lalu meninggal Biru sendiri untuk mandi.

15 menit kemudian Gavin sudah selesai mandi dan mengganti pakaian. Tapi saat keluar dari kamar mandi Gavin melihat Biru yang kejang-kejang dengan panik Gavin langsung membawa Biru kedalam gendongannya sambil berteriak memanggil Rena.

SabiruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang