Tiga Puluh Lima

3.5K 399 24
                                        

Arabella sudah sampai di depan kamar hotel yang di tempati suaminya, setelah mendapatkan akses agar bisa langsung masuk ke kamar suaminya Arabella langsung membuka pintu kamar hotel dan menemukan Gavin suaminya yang sedang tertidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Arabella berjalan ke arah kasur yang kosong untuk menidurkan Sabiru yang juga sedang sakit tapi untungnya panas Sabiru sudah turun jadi Arabella sedikit bernafas lega.

Setelah menidurkan Sabiru Arabella menghampiri Gavin yang masih tertidur, Arabella meraba kening suaminya untuk memastikan suaminya masih demam atau tidak dan ternyata suhu tubuh Gavin masih terasa panas. Arabella mengambil plaster demam yang sudah dia siapkan untuk suaminya, setelahnya dia menyiapkan sup untuk suami. Setelah siap Arabella membangunkan Gavin.

"Mas, bangun dulu yuk, aku udah siapin makanan buat kamu" suami dari Arabella itupun menggeliat saat istrinya membangunkannya.

"Mas bangun dulu yaa, nanti tidur lagi" ucap Arabella

Gavin membuka matanya perlahan rasa pusing langsung dia rasakan.

"Kamu kapan kesini sayang?" Tanya Gavin

"Baru aja sampai kok, makan dulu yaa, setelah itu minum obat biar panasnya turun"

"Gak perlu minum obat sayang aku cuma perlu tidur aja kok. Mulut aku juga rasanya pahit banget nanti aja yaa aku makannya" ucap Gavin.

"Mas please.. nurut sama aku yaa.. adek juga lagi sakit loh, aku gak cuma ngurusin kamu"

"Loh adek sakit juga?"

"Iya semalam badannya panas, untung sekarang udah turun panasnya"

Gavin langsung meraba kening anaknya memastikan suhu anaknya. Setelahnya dia cium pipi cubby milik anaknya. Hingga membuat Sabiru menggeliat karena merasa terganggu.

"Jangan di ganggu anaknya Mas, ayo makan dulu" ucap Arabella.

"Tapi suapin yaa.. munpung adek masih tidur" ucap Gavin.

Arabella dengan telaten menyuapi suaminya. Hingga makanan yang dia siapkan untuk suaminya habis tanpa sisa setelahnya Arabella menyiapkan obat untuk Gavin.

Tak lama setelah Gavin selesai meminum obatnya terdengar suara tangis Sabiru yang baru saja bangun.

"Hikss... hiksss Papa... Mama biyu hiks... mau Papa"

Gavin langsung memeluk tubuh kecil anaknya dia usap-usap rambut anaknya. "Iya adek ini Papa sayang, Papa disini sama adek. Udah ya sayang nangisnya"

Biru memeluk Gavin erat "Hikss.. Pa..papa peldi lammaa biyu da syutaaa.. huahhhh" Tangis Sabiru semakin pecah di pelukan Papanya. Ada rada hangat yang menjalar di hati Gavin mendengar ucapan anak satu-satunya.

"Maafin Papa yaa... Papa janji gak akan pergi ninggalin adek lama-lama lagi. Udah yaa anak Papa jangan nangis lagi" tapi bukannya berhenti menangis Sabiru malah semakin menangis.

Gavin menatap istrinya meminta bantuan karena Sabiru yang semakin menangis, Arabella mengusap lembut rambut Sabiru yang sekarang sedang ada di pelukan Gavin.

"Adek... sayang... udah ya nangisnya, adek kan sekarang udah sama Papa, udah di peluk papa juga kan, kalau adek nangis terus nanti kepalanya makin pusing loh" ucap Arabella lembut sembari tangannya yang tak henti mengusap rambut anaknya.

"Kalau adek udah sembuh nanti kita beli mainan adek mau apa?" Tanya Gavin

"D..dinoo" ucap Biru pelan

"Oke kita beli Dino nanti yaa" lalu Gavin mencium kening anaknya.

Suara telpon terdengar membuat Arabella bangkit dan berjalan kearah tasnya yang dia simpan di sofa mengambil handphone nya yang tertera nama 'Mami Hazel'.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SabiruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang