Bab 6

1.3K 320 24
                                    

"Beberapa bulan yang lalu aku sempat memimpikan seorang laki-laki, dalam mimpi itu dia adalah Suamiku, kami bahagia menjalani rumah tangga. Bukan sekali aku memimpikannya hingga 7 malam berturut-turut, aku tidak mengenal siapa dia bahkan namanya. Namun, dengan tiba-tiba secara nyata dia datang membawa lamaran pernikahan."

Siti Marhamah



SELAMAT MEMBACA








   Mobil-mobil mewah berwarna hitam memasuki jalanan desa, tentu banyak warga yang penasaran dengan kehadiran iring-iringan tersebut.

   Para warga terus menatap mobil-mobil berjalan melewati mereka, dengan sendirinya kepala mereka menoleh tanpa lepas memandangnya.

   Sebanyak 7 mobil yang menjadi pusat perhatian warga, berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh pagar.

   Keluarlah banyak laki-laki bertubuh besar dengan pakaian serba hitam dari semua mobil-mobil tersebut, kecuali seorang yang tidak keluar dari mobil pada barisan bagian tengah.

   Semua laki-laki dengan wajah datar tersebut membuat barisan tepat dipintu mobil bagian tengah, terbukalah dengan otomatis pintu mobil tersebut.

   Keluarlah seorang laki-laki gagah berpakaian hitam dari mobil tersebut, laki-laki itu punya wajah tampan dengan hidung mancung, memiliki mata biru dengan tatapan tajam. Tapi, matanya yang tajam tertutupi oleh kaca mata hitam.

   Entah kebetulan dengan keluarnya laki-laki yang punya aura gelap, langit berubah mendung seketika dengan suara petir, hal itu membuat warga yang berkerumunan melihat orang-orang mobil mewah tersebut menjadi bubar.

   Dari mobil laki-laki itu, keluar beberapa binatang liar yang sudah dijinakkan. Diantaranya adalah Singa putih, Harimau putih hitam, Serigala putih dan, Ular king cobra hitam.

   Empat binatang itu mengikuti langkah sang Laki-laki yang merupakan majikan mereka, barulah di belakang hewan-hewan itu diikuti oleh para pengawal berwajah datar.

   Langit mendung dengan kilat dan petir terus menyambar, belum lagi angin yang begitu kencang. Begitu ketika para laki-laki itu sudah naik ke teras rumah sederhana yang mereka tuju, hujan turun dengan sangat lebat.

   Seekor burung Merpati putih juga ikut meneduh di bawah teras rumah tersebut, laki-laki yang memiliki pandangan tajam menatap menyeringai sang Burung.

   Jika, dilihat oleh orang awam, mungkin burung Merpati itu hanyalah burung biasa. Tapi, siapa sangka bahwa burung tersebut merupakan alat mata-mata, yang dapat dilihat oleh Tuannya yang mengendalikan di belakang mereka.

   DOOR~ DOOR~

   Burung mata-mata itu terjatuh, setelah 2 kali ditembak dengan cepat oleh sang Laki-laki bermata tajam.

   Pintu rumah sederhana terbuka, keluarlah pasangan Suami dan Istri paruh baya.

   Kedua paruh baya itu langsung kaget, melihat banyak laki-laki berpakaian serba hitam dengan wajah menyeramkan. Tubuh kedua paruh baya tersebut menegang, penuh ketakutan melihat empat spesies hewan liar.

BLACK ROSE DEVIL (The Adams) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang