"Ingin rasanya mengulang waktu, saat di mana aku hanya menjadi pembaca saja karya orang lain, tidak ikut-ikutan untuk menulis."
— Siti Marhamah —
○○○○○○○
"Semuanya sudah terlambat! Adikku sekarang diposisi tokoh dalam ceritamu!"
— Alexander The Adams —
○○○○○○○
"Terima kasih Arha, berkat ceritamu aku dapat menyadarkan seorang laki-laki yang sangat mencintaiku, untuk kembali lebih mencintai Tuhan-Nya."
(Princess Aisha The Adams)
●
●
●SELAMAT MEMBACA
●
●
●Seorang laki-laki menarik paksa seorang gadis, untuk mengikuti langkahnya yang lebar. Tangannya begitu kuat mencekram pergelangan tangan sang gadis, di atas baju lengan panjang.
Sang gadis hanya pasrah ditarik paksa oleh Suaminya, tidak ada protes maupun ringgisan kesakitan keluar dari mulutnya, adanya hanya air mata yang membasahi pipi perempuan berjilbab pashmina tersebut.
Pintu kamar nan kokoh terbuka otomatis, begitu keduanya telah masuk kedalam langsung tertutup hingga terkunci rapat.
Sesampainya di dalam kamar, Alexander menghembaskan Siti jatuh keras di atas kasur nan empuk. Memang tidak terasa sakit tubuhnya, tetapi hatinya yang begitu sangat sakit dan menyesal.
"Puas kamu!" bentak Alexander dengan amarah.
Bayangan ingatan saat Aisha melukai tangan dengan pisau, mengeluarkan banyak darah yang ditampung pada abaya hitam juga mawar hitam membuat Siti dihantui rasa bersalah.
Seandainya, ia tidak pernah mencoba menulis sebuah cerita yang di dalamnya ada tokoh yang rela mati kehilangan darah, daripada menikah dengan laki-laki di dunia. Mungkin saja Aisha tidak akan seperti sekarang.
"Kenapa kamu diam saja hah?!" Alexander dengan penuh amarah, mencekik leher dari Istrinya.
Rasa sakit kini tidak lagi dirasakan oleh Siti, bukan karena sudah mati rasa sakit. Hanya saja rasa sakit lebih dirasakan oleh Aisha, Alexander, Asiyah dan Ibrahim ketimbang dirinya.
Memang mertua tidak menunjukkan rasa benci terhadapnya, tetapi pasti mereka merasakan kecewa juga menyalahkan Siti atas apa yang ia tulis.
"A-apa ya-yang ha-harus a-aku kat-katakan?" tanya Siti dengan terbata, karena lehernya sedang dicekik.
Dada Alexander naik turun, wajah laki-laki yang berstatus Suami Siti tersebut sudah merah sepenuhnya.
"Kamu sengaja buat cerita seperti itu?" tuduh Alexander dengan nada rendah.
Dengan susah payah Siti meneguk ludah, nada rendah dari Suaminya lebih menakutkan ketimbang bentakan atau siksaan.

KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK ROSE DEVIL (The Adams) END
RandomSeorang penulis pemula diaplikasi wattpad dengan akun @Ameerah_fauziyah tidak akan pernah menyangka, bahwa cerita pertamanya yang berjudul 'PRINCESS THE ADAMS (mafia)' menjadi awal mimpi buruk bagi hidupnya. Nama aslinya bernama, Siti Marhamah. S...