"Kok bisa gitu sih zey?" tanya lieza tak henti-hentinya sepanjang perjalanan tadi. Zeyu hanya diam. Lieza juga tidak tau, apalagi zeyu "Jangan jangan dia seseorang yang special lagi dikehidupan gue?" tanya lieza yang berhasil membuat langkah zeyu terhenti. Mereka sedang berjalan menuju tempat camping.
"Lo bisa diem gak?" tanya zeyu dingin. Lieza langsung bungkam. Zeyu kembali melanjutkan langkahnya, dengan diikuti lieza dibelakang.
•••
Oke anak-anak semua! Sekarang kalian pasang tenda kalian masing-masing, sesuai kelompok yang sudah bapak sebutkan tadi." ucap Pak chen
"Siap Pak!!" ucap semua murid serentak. Semua murid langsung mengambil perlengkapan untuk memasang tenda. Termasuk zeyu, mingrui, dan lieza yang selalu mengikuti.
Setelah selesai memasang tenda, semua murid dikumpulkan dihalaman sekitar tenda. "Anak-anak dengarkan baik-baik! Nanti jam satu siang, kita akan mulai acara camping ceria kita. Acara pertama yaitu mencari jejak, malamnya kita akan games. Oke!" ucap Pak chen. Semua murid menyambutnya gembira.
"Wahhhh. Seru banget acaranya!" ucap lieza gembira yang kini berada disamping zeyu sambil bertepuk tangan kecil. "Zey. Acaranya seru banget!" ucap Lieza kembali.
"Biasa aja."
"Bodo amat! Terserah lo aja. Tapi menurut gue acaranya luar biasaa!" ucap lieza agak nyolot.
"Terserah!"
"Apanya yang terserah zey?" tanya mingrui yang berada disamping zeyu satu lagi. Zeyu menengok kesamping.
"Bukan apa-apa." ucap zeyu menggeleng pelan. Mingrui hanya mengangguk mengerti. "Rui. Gue gak ikutan cari jejak gak papa kan?" tanya zeyu
"Loh, kenapa?"
"Gak apa-apa. Males aja."jawabnya santai.
"Gak bisa gitu dong! Lo harus ikut kalau gak ikut, lo pasti kena hukuman." ucap mingrui. Zeyu berdecak kesal. "Lo tenang aja bro, kan masih ada mingrui disini. Selama ada mingrui disamping lo, lo gak akan kesepian kok!" ucapnya dengan bangganya. Zeyu mendelik kearah mingrui tajam.
"Gila!"
"Btw," mingrui mendekat pada zeyu. "Hantu yang waktu itu, ikut gak?" ucapnya berbisik. Zeyu menatap mingrui kemudian menatap lieza yang serius memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Zeyu kembali menatap mingrui, kemudian mengangguk mengiyakan. Mingrui melotot. "Ngapain lo ajak bego!"
"Gue gak ngajak."
"Terus apa! Lo gusur gitu?!"
"Dia sendiri yang ikut. Gue gak pernah ngajak." jawab zeyu. Mingrui menghembuskan nafasnya panjang.
"Pokoknya gue gak mau dia ganggu kita camping!" tegas mingrui
"Dia gak pernah ganggu. Dia baik selama ini." ucap zeyu dengan santainya.
"Hadeuhh cape gue ngomong sama lo. Kalah mulu!" mingrui menepuk kepalanya.
"Gak usah ngomong makanya!"
"Ya ya ya"
Zeyu menatap lieza yang serius menatap orang yang berlalu lalang kesana dan kemari dengan senyum mengambang dibibirnya. Tanpa sadar, Zeyu mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyum kecil.
•••
Semua murid kembali dikumpulkan ditempat yang tadi. "Ingat! Jangan sampe nyasar ya! Kalau nyasar langsung hubungi bapak. Kalian bawa hp kan?"
"Bawa Pak!!!"
"Pak! Tapi gimana kalau dihutan itu gak ada sinyal?" tanya salah satu murid.
"Cari tempat yang ada sinyal. Gak semua tempat disini gak ada sinyal, ada juga tempat yang ada sinyalnya. Mengerti?"
"Mengerti Pak!!!"
"Kalau tidak ada yang ditanyakan lagi, kalian boleh pergi sekarang. Hati-hati dijalan." ucap Pak chen. Anak- anak langsung memasuki hutan untuk mencari bendera berwarna merah yang diperintahkan oleh Pak chen.
Mingrui berjalan didepan Zeyu, Lieza, Xinlong, dan dua orang lainnya.
Xinlong?
Ya. Xinlong tiba-tiba disuruh masuk kedalam kelompok zeyu oleh Pak chen, dengan alasan xinlong belum mempunyai kelompok. Mau apa lagi, zeyu harus menurutinya.
Lieza berjalan sejajar dengan xinlong, dan zeyu berada dibelakang mereka hanya bisa mentapnya dengan tatapan biasa saja. Xinlong menghentikan langkahnya tiba- tiba membuat zeyu menghentikan langkahnya juga begitupun lieza.
"Lo," Xinlong berbalik. "Pake parfum strawberry?" tanya xinlong pada zeyu, zeyu mengernyit bingung.
"Terus, kenapa wa.. Gak jadi." ucap xinlong tak jelas. Zeyu hanya menggeleng heran. Kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Zeyu kembali menghentikan langkahnya, lalu menatap Punggung xinlong yang agak jauh darinya. "Strawberry? Dia bisa cium aroma Strawberry lieza sama kayak gue?
Atau dia bisa liat lieza sama kayak gue?"
•••
"Zey! Zey! Zeyu!" teriak Mingrui mencari sosok temannya yang sedari tadi tidak ada dibelakangnya. Yang ada hanya Xinlong, Chiko, dan Gaby, dan Zeyu entah kemana. "Zey! Lo dimana!"
Hanya terdengar suara pantulan dari suara mingrui saja yang terdengar. "Kapan terakhir lo liat zeyu?" tanya mingrui pada xinlong yang berada disebelahnya.
"Tadi. Di hutan yang jalannya kepisah jadi tiga itu." ucap xinlong
"Ini mah si zeyu nyasar!" Mingrui mengacak-acak rambutnya kesal. Mingrui mengeluarkan ponselnya kemudian mencoba menelpon zeyu namun tidak ada sinyal.
"Sial! Gak ada sinyal lagi!"
•••
"Zeyu! Zeyu! Zeyu! Lo dimana?!" teriak lieza ditengah hutan sendirian. Lieza terus mencari cari zeyu entah kemana, yang dia fikirkan hanya ingin menemukan zeyu.
Lieza terus menelusuri hutan, dan akhirnya menemukan zeyu tengah berdiri ditengah hutan. Lieza melangkah dengan langkah bahagia. Lieza hampir mengeluarkan air matanya karena dia sangat senang bisa menemukan Zeyu.
"Ze-" ucapan lieza menggantung. Lieza menghentikan langkahnya. Lieza menatap zeyu yang tengah memeluk seorang gadis disana. Zeyu mengelus rambut gadis itu lembut. Tadi lieza hanya melihat zeyu saja, karena gadis itu tertutup oleh pohon.
Air mata lieza berhasil jatuh. Jatuh sejatuh-jatuhnya. Lieza memundurkan kakinya kebelakang lalu melangkah pergi dengan air mata yang mengalir dari matanya.
"Gue bahagia zey lo udah gue temuin. Tapi apa lo bisa temuin gue kemana gue akan menghilang nanti?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Ghost
Random"Gue mohon, jangan pergi dulu." ucap zeyu sambil menghapus air matanya. Ini pertama kalinya dia menangis karena seorang wanita, kecuali ibunya. Gadis itu benar-benar akan menghilang. Zeyu merasakan hatinya sakit kali ini. Kenapa hatinya sadar saat w...
