"Gue mohon, jangan pergi dulu." ucap zeyu sambil menghapus air matanya. Ini pertama kalinya dia menangis karena seorang wanita, kecuali ibunya. Gadis itu benar-benar akan menghilang. Zeyu merasakan hatinya sakit kali ini. Kenapa hatinya sadar saat w...
"Mereka mana sih, gue malah ditinggalin?" kesal zeyu karena dia tertinggal oleh kelompoknya, Zeyu terus menelusuri hutan mencoba untuk mencari kelompoknya yang meninggalkan dia sendirian.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Zeyu menghentikan langkahnya ketika mendengar suara tangisan dari pohon besar yang berada tak jauh darinya. Zeyu ragu-ragu melangkah menuju pohon tersebut untuk memastikan siapa yang ada dibalik sana. Dia semakin dekat dengan pohon tersebut dan akhirnya dia bisa melihat seseorang yang berada dibalik pohon tersebut sedang menangis ketakutan. Orang itu mendongak menatap zeyu.
"Sasa? Ngapain disini?" tanya zeyu. "Kelompok lo mana? Kok lo sendir-"
Perkataan zeyu terpotong karena tiba-tiba Sasa memeluknya erat. Zeyu terdiam. "Gue takut zey. Gue kira gue gak bisa pulang lagi.. Hiks.. Hiks.. " ucap sasa yang semakin mengeratkan pelukannya.
Zeyu perlahan memegang kedua bahu sasa. "Tenang sa, ada gue disini. Lo gak usah takut." ucap zeyu menenangkan. Sasa mengangguk pelan. "Yaudah, kita cari jalan pulang." ucap zeyu. Sasa pun melepas pelukannya
"Hmm.. "Sasa mengangguk. Kemudian mereka berjalan mencari jalan keluar.
•••
Zeyu berjalan pelan menggandeng bahu sasa menuju tendanya. Semua mata tertuju pada sasa dan zeyu. Semua orang membicarakannya. Tiba-tiba mingrui datang dengan nafas ngos-ngosan.
"Zey! Lo kemana aja sih? gue cariin dari tadi, gue kirain lo ilang di hutan!" omel mingrui saat sampai dihadapan zeyu. Mingrui menatap sasa dan zeyu bergantian. "Kalian pacaran?"
Zeyu melotot, sasa hanya diam. "Lo apa-apaan sih! Ayo balik ke tenda!" ajak zeyu yang langsung menyeret mingrui pergi jauh jauh dari jangkauan sasa
"Lo baru jadian ya tadi sama sasa dihutan?" tanya mingrui. "Lo kalau mau pacaran bilang bilang dong, jangan bikin orang khawatir. Gue kira lo nyasar!" ucap mingrui bawel.
"Berisik!" kesal zeyu yang masih fokus menyeret mingrui dan mingrui hanya pasrah diseret.
"Sekali lagi lo bilang gitu, gue tendang lo ke Afrika!" bentak zeyu. Mingrui langsung bungkam kemudian nyengir
"Serem amat bang. Santai aja kali." ejek mingrui. Zeyu geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang tidak waras itu. Dan zeyu baru saja ingat.
Zeyu mengedarkan pandangannya kesegala arah namun tidak kunjung menemukan yang ia cari. "Cari apa zey?" tanya mingrui yang merasa aneh melihat zeyu seperti sedang mencari sesuatu. Zeyu menggeleng.
"Gue cabut dulu." ucap zeyu kemudian pergi meninggalkan mingrui sendiri.
•••
Zeyu berjalan menuju danau yang ada disekitar tempat perkemahanan dan akhirnya menemukan seseorang yang ia cari sedari tadi. Dia sedang melempar batu kearah danau.
"Jangan lempar kayak gitu. Nanti orang-orang pada takut, batunya kelempar tanpa ada orang yang ngelempar" ucap zeyu
Lieza membalikkan badannya kebelakang, karena posisi zeyu berada dibelakangnya. Lieza kembali menatap danau. "Ngapain lo disini?" tanya zeyu saat sampai disamping lieza.
"Ini udah mau malem lo?" ucap zeyu sambil menunjuk langit. Lieza mengikuti apa yang ditunjuk zeyu. "Liat, hantu-hantu yang disana pada melotot." lieza mulai ketakutan.
"Gue gak peduli. Sana lo pergi aja, lagian gue sama kok kayak mereka!" ucap lieza sok pemberani padahal takut.
"Yaudah. Gue pergi ya!" ucap zeyu mulai melangkahkan kakinya menjauh dari lieza. Mata lieza masih menatap danau yang ada dihadapannya tidak memperdulikan zeyu yang melangkah menjauh.
"Gue bener bener takut zey!" ucap lieza dalam hatinya.
Happ!
Zeyu tiba-tiba meraih tangan lieza dari arah belakang. Lieza kaget saat zeyu tiba-tiba meraih tangannya. "Makin serem disini." ucap zeyu kemudian mengajak lieza berlari, lieza ikut berlari mengikuti zeyu dengan genggaman tangan zeyu yang begitu hangat.
"Gue tau lo ketakutan." ucap zeyu disela larinya. Lieza menatap zeyu yang tengah fokus berlari. Ia terus mengikuti kemana zeyu membawanya.
Genggaman tangan itu, begitu hangat dirasakan oleh lieza.
"Bisa gak lo terus genggam tangan gue gini?" ucap lieza dalam hatinya.
"Gak bisa." jawab zeyu yang masih berlari menggenggam tangan lieza. Lieza melotot mendengar perkataan zeyu tadi.
"Lo.. Lo bisa denger?" tanya lieza akhirnya membuka suara juga.
"Hmm.."
"Sejak kapan??"
"Baru-baru ini. Tapi gak selalu bisa denger kok, kadang- kadang aja." ucap zeyu. Lieza masih fokus menatap zeyu. "Udah jangan difikirin."
"Tapi...."
"Stop," ucap zeyu yang menghentikan langkahnya. Lieza juga ikut menghentikan langkahnya. Zeyu menatap lieza dalam. "Jangan ngomongin itu lagi. Mending sekarang lo fokus."