"Li mei?"
Zeyu dan Li mei menoleh bersamaan. Li mei melotot kaget.
"Lieza? Lo kok ada disini?" tanya li mei, zeyu menatap li mei. Li mei bisa liat lieza? Fikir zeyu
"Dia selama ini sama gue," jawab zeyu, li mei kembali dibuat kaget dengan ucapan zeyu barusan.
"Kakak bisa liat lieza?" tanya li mei, Zeyu menaikkan kedua bahunya. Li mei tersenyum lebar. "Wahh kita samaan!" ucap li mei antusias.
"Tunggu, tunggu. Ini maksudnya apaan sih? Gue gak ngerti." terlihat dari ekspresi mingrui yang kebingungan dengan situasi ini. Li mei terkekeh kecil.
"Kenalin, nama aku Li mei. Aku kelas sebelas IPS 4, aku anak baru disini, baru hari ini aku masuk ke SMA ini." li mei mengulurkan tangannya kearah mingrui, mingrui sempat terkejut dengan uluran tangan li mei, kemudian mingrui menerima uluran tangan li mei tersebut.
"Mingrui." ucap mingrui memperkenalkan dirinya. Li mei mengulurkan tangannya kearah zeyu, zeyu malah diam, tidak bergeming sedikitpun. Mingrui menyenggol lengan zeyu pelan, ia menoleh kemudian mengangkat sebelah alisnya. "Itu anak ngajak salaman, bukan ngajak main suit!" ucap mingrui pelan agar li mei tidak mendengarnya, nyatanya li mei mendengar itu hanya terkekeh pelan. Li mei menurunkan tangannya, karena tangannya tak kunjung disambut.
"Gapapa ge." Li mei tersenyum tipis. Li mei beralih menatap lieza yang sedari tadi hanya diam menatap lurus kedepan. "Lieza lo gak kangen sama gue?" tanya li mei, membuat lieza tersentak kaget.
"Hah?" kaget lieza. "Kangen kok! Hehehe." lieza tertawa kecil
"Lieza siapa lagi?!" mingrui berdecak kesal, situasi macam apa ini! Li mei menunjuk bangku kosong disamping zeyu. Kening mingrui berkerut. Bingung. Mingrui memutar otaknya berfikir, apa maksud omongan li mei barusan. "Ohhhh!!!" ucap mingrui sedikit berteriak membuat beberapa orang yang sudah ada didalam kelas melirik kerah mingrui. "Cewek hantu yang selalu ngikutin lo itu, zey?" mingrui menatap zeyu.
"Hmm."
"Baru tau gue namanya lieza," kata mingrui. "Hai lieza!" mingrui melambaikan tangannya ke arah bangku kosong tersebut, namun disana memang ada lieza, mingrui saja tidak bisa melihatnya. Lieza terkekeh geli, lucu dengan apa yang dilakukan mingrui. "Tanggapan dia apa zey?"
"Ketawa." ucap zeyu singkat.
"Lah, malah ketawa."
"Emang maunya gimana?" tanya lieza, yang menurut zeyu percuma saja. Mingrui gak bakalan denger.
"Kata dia, emang mau nya gimana?" Zeyu mengulang pertanyaan yang tadi dilontarkan oleh lieza. Mingrui berfikir. "Cubit pipi gue, siapa tau gue bisa ngerasain." mingrui menyodorkan pipinya, siap untuk dicubit oleh lieza, matanya tertutup. Zeyu yang melihat mendelik tajam. Beda dengan lieza, ia malah memajukan tubuhnya untuk mendekati mingrui. Tangan lieza sudah siap untuk mencubit pipi mingrui yang berada disamping kanan zeyu, tiba-tiba zeyu menyodorkan tubuhnya. Alhasil, pipi zeyu yang tercubit.
Lieza melotot. Tangannya masih mencubit zeyu, lebih tepatnya sih menyentuh pipi zeyu. Zeyu menatap lieza, mata mereka kembali bertemu.
"Mau ngapain lo?" tanya zeyu. Lieza menarik tangannya dari pipi zeyu, baru pertama kalinya dia menyentuh wajah zeyu. Wajah zeyu sangat lembut terawat. Zeyu menegakkan punggungnya kembali.
"Kok lama ya?" mingrui masih menutup matanya.
"Udah dicubit itu!" Seru zeyu. Mingrui membuka matanya.
"Ahh masa?" tanya mingrui tidak percaya. Zeyu mengangkat kedua bahunya acuh, mingrui mendelik kesal.
"Ehmm... " li mei berdehem pelan, merasa diabaikan disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Ghost
Aléatoire"Gue mohon, jangan pergi dulu." ucap zeyu sambil menghapus air matanya. Ini pertama kalinya dia menangis karena seorang wanita, kecuali ibunya. Gadis itu benar-benar akan menghilang. Zeyu merasakan hatinya sakit kali ini. Kenapa hatinya sadar saat w...
