8. Ekskul Jurnalistik

23 4 0
                                        

I will love you,
Uncondittionally.

-Uncondittionally by Katty Pery-

*****

Saat ini Alea berjalan menuju ruang jurnalistik, dengan Adel tentu saja. Hanya obrolan kecil yang mengiringi perjalanan keduanya. Hingga tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di depan ruang jurnalistik. Mengetuk pintu sebentar, lalu membukanya. Alea melihat hanya segelintir manusia saja yang berada di ruangan itu. Sebagian adalah teman satu angkatannya yang sudah sangat Alea kenal. Sedangkan sebagian lagi, hm wajahnya sangat asing di mata Alea. Mungkin mereka adalah anggota kelas 10 yang baru bergabung.

Alea dan Adel memilih untuk mendudukkan diri di antara anggota kelas 11. Mereka lalu saling bertukar sapa karena sudah lama tidak bertemu. Hingga,

"Alea, Adel long time no see!" Teriakan semangat dari Gilang yang dilontarkan untuk mereka. Gilang ini termasuk tipikal cowok yang bersemangat dan sangat friendly. Ia juga bisa dibilang cukup dekat dengan Alea dan Adel. Selain Rafli, tentu saja.

"Long time no see, gigi." Jawab Adel, ya begitulah Adel sangat suka memanggil Gilang dengan nama gigi. Dan jelas sekali,

"Berhenti panggil gue gigi ya sialan!." Gilang tidak suka dengan panggilan itu.

"Hmm, long time no see." Jawab Alea sekenanya.

"Lemes banget, belum makan ya lo?." Tanya Gilang saat mendengar ucapan Alea, yang menurutnya itu sangat tidak bertenaga.

Sedangkan Alea hanya mengedikkan bahunya acuh, malas menanggapi pertanyaan itu.

Gilang yang melihat itu semakin di buat penasaran, "Teman lo kenapa tuh?." Tanyanya kepada Adel yang berada di sebelahnya.

"Mana gue tau, gigi." Jawab Adel seraya menatap Gilang jengah.

"Udah gue bilang berhenti panggil gue gigi, shibal!." Teriak Gilang seraya menunjuk Adel, ia sangat tidak suka jika dipanggil gigi, tapi Adel terus saja memanggilnya dengan nama itu.

Adel yang menyadari raut marah Gilang seketika tertawa terbahak-bahak, ah sudah lama sekali ia tidak menggoda Gilang. Keributan di antara Adel dan Gilang berlanjut sebelum Rafli memasuki ruangan jurnalistik ditemani Gina di sampingnya. Gina saat ini menjabat sebagai wakil ketua jurnalistik.

Kini atensi Alea kembali fokus menatap Rafli yang saat ini sudah berdiri di depan, sementara Gina memilih untuk mendudukkan diri di meja yang berada di deretan depan.

"Selamat sore semuanya. Saya yakin kalian pasti sudah tahu siapa saya, maka dari itu saya tidak akan memperkenalkan diri, lagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah berkenan hadir sore hari ini. Dan saya juga mengucapkan selamat bergabung dengan ekskul jurnalistik untuk teman-teman kelas 10. Juga selamat datang kembali kepada teman-teman kelas 11." Rafli menjeda sejenak ucapannya saat mendengar seluruh anggota jurnalistik bertepuk tangan.

"Baik saya lanjutkan, sebenarnya tujuan pertemuan hari ini adalah untuk mempererat hubungan di antara semua anggota jurnalistik. Dan untuk mempererat hubungan antara semua anggota saya selaku ketua dari ekskul jurnalistik ingin kalian memulai untuk mengerjakan majalah sekolah semester ganjil. Yang nanti akan dibagikan kepada semua murid saat penerimaan rapor semester ganjil. Dan saya akan membagi kelompok, yang diisi oleh 5 anak dari kelas 10. Yang akan di bimbing oleh 2 senior dari kelas 11."

About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang