You are the cause
of my Euphoria.
-Euphoria by Jungkook of BTS-
*****
Setelah menyelesaikan sarapan. Mereka kini kembali berkendara menuju kebun binatang.
Sama seperti tadi, perjalanan mereka hanya di isi oleh suara kendaraan lain yang sedang melaju bersama mereka di jalan raya. Mereka memutuskan untuk saling diam. Oh, atau lebih tepatnya gadis yang berada di jok belakang lah yang memutuskan untuk diam.
Setelah kejadian Alea tertangkap basah tengah mengamati Agam, mereka berdua kembali melanjutkan sarapan dengan dilanda kecanggungan. Namun dengan segera Agam mencairkan suasana dengan memulai percakapan singkat sebelum mereka meninggalkan rumah makan bulek.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka tiba di kebun binatang. Mereka saat ini sedang mengantre untuk membeli tiket. Sesuai dugaan, di awal tahun seperti ini apalagi sekarang masih musim liburan. Kebun binatang selalu ramai oleh pengunjung.
Mengantre di bawah sinar matahari yang terik itu sangat melelahkan. Kini, Alea merasa sangat haus, ia sesekali mengibaskan tangan di depan wajahnya guna mengusir hawa panas. Ia pun memutuskan untuk menyalakan ponselnya guna membunuh kebosanan.
Saat ia tengah asik menyelami sosial media, instagram. Alea merasakan sesuatu mendarat di atas kepalanya. Ia pun mematikan layar ponselnya untuk berkaca, guna melihat benda apa yang ada di atas kepalanya. Ternyata sebuah topi—, eh?, topi?, topi siapa ini?.
Ia mengedarkan pandangan ke sekitar guna mencari seseorang pemilik topi itu. Saat ia menoleh ke samping—, lebih tepatnya ke arah Agam. Ia malah mendapati cowok itu juga tengah menatap heran ke arah Alea.
"Ngapain noleh sana-sini?."
Alea meraih topi yang ada di atas kepalanya. "Nyari pemilik topi ini, kak Agam tau nggak siapa yang naruh topi ini di kepala gue?."
"Tau."
Alea berbinar mendengar itu, "siapa kak?."
"Gue."
Eh?, "maksudnya?." Alea menatap Agam bingung.
"Ck, kan tadi lo tadi nanya siapa yang naruh topi itu di atas kepala lo. Ya gue jawab dong yang naruh gue."
Alea mengangguk, benar juga.
"Kenapa lo taruh topinya di atas kepala gue kak?." Alea menatap Agam bingung.
"Gue tadi lihat lo kepanasan, jadi gue kasih pinjam topi gue aja biar lo nggak terlalu kena sinar matahari. Baik kan gue?."
"O-oh, ini topi nya gue balikin, gue udah nggak kepanasan." Alea menyerahkan topi itu kepada Agam.
Agam memicingkan matanya, "beneran?."
Alea mengangguk, lagi.
"Nggak usah. Lo pakai aja dulu, lihat tuh wajah lo keringetan." Agam mengarahkan telunjuknya ke wajah Alea.
"Eh?, nggak papa kak?."
"Nggak papa." Agam lalu meraih topi itu dan memasangkan kembali topi itu di atas kepala Alea.
Setelah selesai memasangkan topi, ia meraih telapak tangan Alea untuk digenggamnya. "Biar lo nggak hilang." Lalu berjalan menuju loket karena kini sudah tiba giliran mereka untuk membeli tiket.
Lagi dan lagi mengabaikan Alea yang kini berusaha keras untuk menahan senyumnya. Tapi ia tidak bisa menahan pipinya yang perlahan memanas, hingga menimbulkan rona merah muda di pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Teenfikce"Bagaimana kalau kita mulai dengan first date?" Alea Zea Askiya itu seperti bulan. Bulan yang selalu sendirian di malam hari yang dingin dan gelap. Hanya sendiri. Tetapi, untungnya Tuhan menciptakan Agam Arkatama sebagai Bintang. Bintang yang akan m...
