Forever, we are young.
-Young Forever by BTS-
*****
Jam menunjukkan pukul 07.15 saat kini mereka sudah menginjakkan kaki mereka di stasiun tujuan. Dan untuk masalah nuget tadi, sudah berakhir dengan damai. Berjalan keluar dari stasiun, saat sudah sampai di depan stasiun mereka segera menaiki taksi yang kebetulan sedang mangkal di depan stasiun. Memberitahu alamat Pantai yang akan mereka kunjungi.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, kini mereka sudah sampai di Pantai tujuan mereka. Pantai itu terlihat lumayan ramai, mungkin karena ini adalah musim liburan sekolah.
Rafli dan Agam segera meletakkan ransel mereka dan berlari menuju air laut. Mereka berdua memutuskan untuk langsung berenang dan bermain air laut.
Berbeda dengan Alea dan Adel, kedua gadis itu memutuskan untuk menggelar tikar kecil di atas pasir pantai. Tikar itu yang akan menjadi alas mereka semua duduk. Lalu kedua gadis itu pun mendudukkan diri di atas tikar, memilih untuk memandang ombak air laut.
"Ayo buat istana pasir Al." Ajak Adel, lalu tangannya mengeluarkan satu-persatu peralatan untuk membuat istana yang baru dibelinya kemarin.
Alea sangat bersemangat mendengar ajakan itu, apalagi saat netranya melihat peralatan yang di bawa Adel. Ia menganggukkan kepala mengiyakan ajakan itu.
Kedua gadis itu mulai sibuk membuat istana pasir itu. Membuat satu persatu dengan teliti dan fokus. Butuh waktu 30 menit untuk menyelesaikan istana pasir itu. Setelah selesai, Alea dan Adel mengambil ponsel masing-masing untuk memotret istana pasir buatan mereka. Setelah puas mereka kembali duduk di atas tikar seraya memandang ke arah laut. Manik mereka masih bisa melihat Agam dan Rafli yang rupanya masih bermain air laut. Melihat itu, Alea pun tertarik untuk ikut menceburkan diri ke air.
"Del, ayo berenang." Ajaknya.
"Ayo."
Mereka pun mulai berjalan mendekati Agam dan Rafli.
"Kenapa kalian ke sini?." Tanya Agam saat netranya melihat kedua gadis itu.
"Mau main air." Jawab Adel yang di angguki Alea.
"Kalian bisa berenang kan?." Agam menatap ragu kedua gadis itu.
"Bisa." Merek berdua kompak mengucapkan hal itu.
Mendengar itu Agam tersenyum jahil, "ayo kita main game." Ajaknya kepada teman-temannya itu.
"Game apa?." Rafli menatap Agam bingung.
"Batu kertas gunting ."
"Nggak seru." Ucap Alea.
"Makanya dengerin dulu. Yang kalah nanti bakal di lempar sama 3 orang lainnya yang menang ke dalam air." Jelas Agam.
Mendengar itu Alea, Adel dan Rafli pun mengangguk menyetujui, seperitnya menyenangkan pikir mereka.
"Oke, ayo mulai."
Mereka pun memulia permainan itu. Dadi babak pertama yang kalah adalah Rafli. Mereka bertiga dengan semangat mengangkat tubuh Rafli lalu melemparkannya ke dalam air dengan cukup keras. Mereka tertawa saat melihat raut wajah Rafli yang kesal karena hidungnya kemasukan air laut, percayalah rasanya sangat perih sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Novela Juvenil"Bagaimana kalau kita mulai dengan first date?" Alea Zea Askiya itu seperti bulan. Bulan yang selalu sendirian di malam hari yang dingin dan gelap. Hanya sendiri. Tetapi, untungnya Tuhan menciptakan Agam Arkatama sebagai Bintang. Bintang yang akan m...
