Just between us,
I remember it All too Well.
-All too Well by Taylor Swift-
*****
Liburan semester ganjil telah tiba, akhirnya Alea bisa bernapas lega saat ini. Setelah kemarin, 1 bulan penuh di buat stress dengan ujian akhir semester, remedial dan classmeeting.
Ia baru bangun dari tidurnya, saat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Ia mengerjapkan matanya perlahan, membiasakan netranya dengan cahaya. Meraih ponselnya yang sedari tadi bergetar karena panggilan dari Adel.
"Halo?." Ucap Alea dengan suara serak, khas orang yang baru bangun tidur.
"Al?, lo baru bangun tidur ya?, lo nggak lupa kan hari ini kita mau ke Gramed?. Gue udah sampai di mall. Lo dimana?."
Alea yang mendengar itu pun seketika langsung duduk. Sial, kini ia bagun kesiangan, gara-gara begadang maraton drakor.
"Al?."
"Sorry Del gue lupa, jadinya bangun kesingan deh. Lo tunggu sebentar di sana ya gue mau siap-siap sekarang. Sebentar lagi gue berangkat deh." Ucapnya.
"Huft, yaudah jangan lama-lama. Gue tunggu di food court yang ada di lantai 2 ya."
"Iya." Alea pun memutuskan sambungan telepin mereka.
Segera beranjak menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri. Setelah memakan waktu selama 20 menit untuk bersiap-siap Alea segera melajukan motornya meninggalkan rumah.
Setelah sampai di mall ia segera memarkirkan motornya. Setelahnya Alea segera berlari dengan terburu-buru. Menaiki esklator untuk menuju lantai 2. Ia berdoa semoga Adel nanti tidak merajuk.
Saat sampai di food court, netranya menelisik teliti, mencari keberadaan sahabatnya itu.
Lalu pandangannya menemukan Adel yang sedang duduk berhadapan dengan 2 orang laki-laki. Tunggu 2 orang laki-laki?, siapa mereka?. Sial, Alea tidak dapat wajah mereka karena 2 orang itu sedang duduk membelakangi Alea. Alea pun melangkahkan kakinya mendekat.
"Akhirnya lo sampai juga." Ucap Adel begitu Alea sampai di mejanya.
Sedangkan Alea melebarkan bola matanya tidak percaya menatap 2 orang yang kini juga menatapnya dengan senyuman.
"Kenapa mereka ada di sini?." Tanyanya kepada Adel.
"Oh, gue tadi nggak sengaja ketemu sama Rafli dan bang Agam. Terus mereka menawarkan diri untuk nemenin gue selagi gue nunggu lo. Jadilah kita bertiga di sini nungguin lo." Jelas Adel.
Ya kalian tidak salah dengar, 2 orang yang saat ini ada di depannya adalah Rafli dan Agam.
"Karena lo udah sampai, ayo kita ke Gramedia." Adel berjalan mendahului mereka. Sedangkan mereka bertiga hanya diam saja melihat itu.
Merasa tidak ada yang mengikutinya, ia pun berbalik, "Ayo!, kenapa kalian diem aja?." Tanyanya.
"Mereka ikut?." Tunjuk Alea ke arah Rafli dan Agam.
Adel menepuk dahinya mendengar itu. "Ya ikut dong biar tambah seru. Nanti setelah ke Gramedia kita ke time zone." Jawabnya.
Lalu kini pandangan Adel beralih menatap Agam dan Rafli yang sedari tadi hanya diam. "Kalian mau kan?." Tanyanya.
Agam dan Rafli kompak mengangguk, menyetujui ajakan itu.
"Nah mereka udah setuju, jadi ayo kita ke Gramedia!."
Adel lalu menarik paksa pergelangan tangan Alea untuk berjalan bersamanya. Diikuti dengan Rafli dan Agam di belakang mereka. Setelah sampai di Gramedia, Adel segera berlari menuju rak yang bertuliskan 'fiction'. Sedangkan Alea langsung tersenyum melihat tingkah Adel. Ia pun berjalan menyusulnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Fiksi Remaja"Bagaimana kalau kita mulai dengan first date?" Alea Zea Askiya itu seperti bulan. Bulan yang selalu sendirian di malam hari yang dingin dan gelap. Hanya sendiri. Tetapi, untungnya Tuhan menciptakan Agam Arkatama sebagai Bintang. Bintang yang akan m...
