Love is a maze, damn.
But you is amaze.
-Love Maze by BTS-
*****
1 Januari 2018, hari ini Alea dan Agam akan pergi berkencan untuk pertama kalinya. Sesuai dengan kesepakatan mereka tadi malam. Mereka akan pergi ke kebun binatang.
Kini Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Alea tidak berhenti berjalan kesana-kemari di kamarnya. Gadis itu sangat gugup, mengingat ini adalah first date nya. Ponselnya bergetar, Alea segera meraihnya. Terdapat sebuah pesan berasal dari Agam yang mengonfirmasi bahwa cowok itu sudah sampai di depan rumahnya.
Sebelum pergi menemui Agam, Alea memastikan sekali lagi penampilannya. Ia mengenakan kaos putih polos yang dibalut cardigan berwarna biru laut dipadukan dengan celana kulot yang berwarna putih. Juga tas selempang warna hitam yang sudah bertengger di pundaknya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai begitu saja. Penampilannya itu juga disepurnakan dengan sneakers putih kesayangannya. Ia tersenyum puas melihat penampilannya, perfect.
Lalu beranjak keluar dari rumahnya untuk menemui Agam yang sudah menunggunya. Ia mencoba untuk menenangkan dirinya yang tiba-tiba merasa gugup saat melihat Agam yang duduk di atas motor melambaikan tangan ke arahnya seraya tersenyum. Cowok itu mengenakan baju putih yang dipadukan dengan celana jeans panjang. Juga sneakers putih yang sama seperti milik Alea.
Alea pun berjalan mendekat, berhenti tepat di depan Agam.
"Selamat Pagi." Sapa Agam.
"Pagi."
"Sudah siap?." Tanya Agam.
"Siap!." Alea menjawab dengan lantang juga posisi hormat bak seorang tentara.
Agam tertawa kecil, tangannya terulur untuk mengacak rambut gadisnya. Eh?, gadisnya ya?.
Agam meraih helm dan menyerahkannya kepada Alea.
"Nih, pakai."
Alea menerima helm itu dan segera memakainya.
"Naik Al."
Alea mengangguk lalu mulai duduk jok belakang. Dirasa Alea sudah nyaman, Agam segera melajukan motornya meninggalkan rumah Alea.
Perjalanan mereka di dominasi oleh suara motor yang melaju bersama mereka di jalan. Juga Alea yang tidak berhenti tersenyum sedari tadi. Mungkin nanti malam otot pipinya akan terasa sakit karena tidak berhenti tersenyum.
Setelah 15 menit berkendara, Agam menghentikan laju motornya.
"Turun Al." Titahnya.
Alea mengerutkan dahinya mendengar itu. Apakah sudah sampai?, kenapa cepat sekali?, begitu pikirnya. Tapi saat mengedarkan pandangannya ke sekitar, ia malah menyadari bahwa mereka kini berada di pinggir jalan, bukan di tempat parkir kebun binatang.
"Al." Panggil Agam lagi yang langsung menyadarkan Alea dari lamunannya.
Gadis itu dengan segera turun dari motor, lalu menatap Agam yang kini juga beranjak turun dari motor.
"Kenapa berhenti kak?."
Agam yang tengah melepaskan helmnya hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan itu.
"Kak?." Panggil Alea lagi, namun juga tidak mendapat respon dari Agam.
Setelah selesai melepas helmnya, tangan Agam terulur untuk melepaskan helm yang membungkus kepala Alea juga. Lalu meletakkan helm tersebut di atas jok motornya tanpa menyadari pipi Alea yang bersemu setelah mendapatkan perlakuannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Teen Fiction"Bagaimana kalau kita mulai dengan first date?" Alea Zea Askiya itu seperti bulan. Bulan yang selalu sendirian di malam hari yang dingin dan gelap. Hanya sendiri. Tetapi, untungnya Tuhan menciptakan Agam Arkatama sebagai Bintang. Bintang yang akan m...
