Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Merasa mendapat bantuan, Mitsuki tersenyum lebar. Dia memasang kuda-kuda.
"Untuk bertarung di sampingmu, biarkan aku."
Lalu dengan nada yang kurang meyakinkan, ia menambahkan, "Sane–dan Angelo."
Sane tak menghiraukannya. Di dalam pikirannya, remaja itu sedang berbicara dengan Angelo.
"Itu Frank?" Sane bertanya.
Benar, jawab Angelo di benaknya.
"Berarti misi kita selesai?"
Misi kita selesai setelah menghentikan Frank.
"Baiklah." Sane mengangguk.
Sane, ulangi kata-kataku.
Sane menoleh menghadap Mitsuki. Tatapan matanya penuh percaya diri. Mengisyaratkan aku akan menang.
"Mitsuki, kamu mundur. Misi-mu sudah selesai. Mulai seterusnya adalah misi kami," ucapnya dengan suara menggema.
Mitsuki heran. Bagi samurai itu, Sane tengah berbicara dengan diri sendiri.
"Sebenarnya, kau siapa?" Ia menggaruk kepala, hanya mendapati tangannya sakit terbentur dinding helm.
"Aku adalah Penjaga Dunia. Misi kami adalah menjaga dunia ini dari Frank." Sane mengucapkan suatu kalimat hafalan.
"Di mana Angelo?" Mitsuki kembali bertanya.
Sane mengepalkan kedua tangan di depan dada. Sarung tangan hitamnya menyala terang.
"Angelo menjadi sarung tangan. Dia adalah senjata-ku. Dalam mode ini, kami bisa bertarung bersama."
Sesungguhnya, Sane hanya mengulangi ucapan Angelo di dalam pikirannya.
Mitsuki berdiri sejajar dengan Sane. Samurai itu memasang sikap siaga. Dia menyilangkan kedua pedang di depan wajah.
"Sekali lagi aku bilang. Untuk bertarung di sampingmu, biarkan aku."
"Tidak, Mitsuki. Kau harus mundur. Atau–"
Namun Frank telah maju menghunus katana. "Majulah kalian berdua!"
Mitsuki melayani Frank. Adu serangan tak terelakkan. Dua katana logam bertabrakan dengan satu katana cahaya di udara.
Sane terdiam menyaksikan pertempuran itu.
"Kenapa?" pikirnya
Berkatmu, Mitsuki mempercayai kita, jawab Angelo
"Tapi, aku tidak melakukan apa-apa." Sane murung.
Kau menyelamatkan Mitsuki dari Takayuki. Itu sudah menjadi alasan cukup baginya untuk bertarung bersama kita.
"Tapi–"
Lagipula, kita adalah kliennya. Pasti Mitsuki merasa, dia harus melindungi keselamatan klien-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monumen Kubus
AdventureSane Enesta adalah seorang siswa SMA biasa. Ia tidak populer, tidak pula mencolok. Satu-satunya kelebihan yang ia miliki adalah selalu mendapatkan nilai bagus. Namun, bagi Sane yang pesimis, apalagi fakta bahwa SMA Pelajar Nasional adalah sekolah el...
