Jake seorang siswa yang meninggal karna kebakaran yang membakar sekolahnya, bukanya langsung menuju alam baka, melainkan tersesat di raga seorang pemuda bernama jaeyun, yang hidupnya sangat lah menyedihkan.
Lalu apa yang terjadi? Apa jake mengubah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam pun tiba,keadaan desa yang jaeyun tempati sangat ramai, karna warga sering berkumpul di waktu malam hari, ada yang duduk di pinggir kali, nongkrong di pos ronda, main layang layang di sawah.
Dan malam ini jaeyun dan pasangan muda yaitu.. Jungwon dan jay, memang siapa lagi?.
Mereka duduk di pingir kali menikmati dingin nya angin malam.
Banyak anak kecil berlarian kesana kemari, karna di desa, pangil aja desa ini namanya desa Q.
Di desa Q lebih banyak orang yang memilih berkumpul waktu malam karna waktu siang mereka gunakan untuk bekerja.
Yaa tak seluruh nya yang kumpul sih, masih banyak warga yang memilih untuk tingal di rumah tidur.
Selama jaeyun tingal di desa Q, jaeyun lebih bahagia, lebih glowing, lebih banyak berubah.
Malam ini bukanya menikmati semilir angin malam seperti yang lain jaeyun malah lebih banyak menghela nafas, melihat ke uwuan pasangan jaywon yang bersamanya.
Jujur jaeyun menyesal ikut mereka,ujung ujung nya cuma jadi nyamuk,.
Fak kata jaeyun teh.
"Won, jay kalian berdua bisa ngak sih ngak usah tebar ke uwuan di depan aku?".dengkus jaeyun menatap jungwon yang sedang bersender di bahu jay, dengan jay mengelus kepala kucing garong itu.
"Apasih jaeyun, kamu ngiri aja sih, makanya cari suami dong, itu sama kak hee, dia jomblo, kemarin di suruh mepetin nga mau".ucap jungwon yang mulai dengan heeseung.
Sepertinya kucing ini ingin sekali menjodohkan jaeyun dengan kakak iparnya.
Sedangkan jay hanya diam menatap jungwon dengan senyum, yang membuat jaeyun muak.
"Astaga, mimpi apa aku liat adegan alay kayak gini".guman jaeyun dengan wajah memelas menatap pasangan yang sedang memadu kasih.
" Iri aja kamu je, noh samperin aja kak hee".ucap jay membuka suara, ketika melihat heeseung berjalan ke arah mereka bertiga. .
"Gila" Jawab jaeyun acuh.
"Haloo gess" Sapa heeseung ketika sudah sampai tujuan.
"Alay lu kak" Ucap jay menangapi ucapan heeseung.
"Apasih sok asik luh", dipikir pikir sepertinya perkataan jay tidak salah.
" Haloo, nama kamu siapa?", heeseung mengatakan jay so asik padahal kata kata itu cocok untuk dirinya.
"Ngatain orang sok asik, padahal dia juga sok asik" Sindir jungwon yang di balas plototan heeseung.
Memang heeseung ini anak sepesial, spesies yang harus di jaga dengan sepenuh hati, seperti anak sendiri.
Jaeyun yang sendari tadi hanya menyimak, kini mulai membuka suara.
"Apasih kalian semua brisik gak malu apa?, noh diliatin orang sekampung" Ucap jaeyun yang sepenuh nya tidak benar tapi benar, memang banyak orang yang mengalihkan atensi mereka ke arah mereka berempat.
Setelah drama alay heeseung yang merusak suasana, mereka bertiga, karna heeseung di usir untuk pergi dahulu. Mereka pulang karna mengingat jaeyun yang sedang hamil.
Sampai di rumah mereka mendrama kembali, ah tidak lebih tepatnya jungwon.
"Jaeyun kamu pulang nya hati hati ya, jangan lari lari di jalan".
"Lihat depan juga ya jangan sampai jatuh, aku khawatir banget".
Jaeyun menghela nafas mencoba tetap sabar.
"Jungwon, rumah ku hanya di depan rumah mu, jadi- ahh terserah kamu lah, aku masuk dulu" Ucap jaeyun yang lelah dan mengantuk, daripada menangapi jungwon yang hanya menguras energi nya.
Jay yang menungu jungwon selesai mendrama kemudian menarik tangan jungwon masuk tapi sebelum itu...
Jay langsung masuk tanpa kata kata, jujur ia lelah menghadapi sifat random suami kecilnya.
Waktu menunjukkan tengah malam, desa kembali sepi, walau begitu masih banyak anak muda yang masih nongkrong.
Lya.
557 kata.
Makasih bgt yg masih baca crita ini, jujur gue seneng banget hueee. Kek pokonya seneng aja, gak nyangka ada yg baca crita gue, gue nga bisa ber word word,pokonya makasih yang mau baca, itu aja si dari gue.