T.E.N.🍂

5.5K 406 10
                                        

" Ayolah Yunie, nanti ikut aku sama jay ke kota yaaaa???!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Ayolah Yunie, nanti ikut aku sama jay ke kota yaaaa???!".ucap jungwon yang dari tadi pagi tidak bosan membujuk jaeyun agar ikut ke kota.

" Nga mau jungwon, nanti aku malah ngerepotin kalian" Hanya itu kalimat yang di ucapkan jaeyun.

"Ngak yunie, aku tuh ngajak kamu soalnya kalo di kota kadang aku kesepian, jay kadang pergi buat ketemu pembeli nya,lagian nanti kita bisa cek dedek bayi di kota".celetuk jungwon tiba tiba membuat jaeyun sedikit tertarik.

" Baiklah aku menyerah, aku ikut"final jaeyun yang akhirnya ikut dengan jungwon.

"Yang bener?? " Tanya jungwon memastikan.

"Bener uwon" Jawab jaeyun sambil mengupas buah jeruk yang dibawa jungwon.

"Yess, oke nanti aku bantu kamu berkemas, aku pulang dulu ya mau ngomong ke jay" Ucap jungwon lalu berdiri dari tempat duduknya lalu pergi.

Sambil menunggu jungwon, jaeyun memilih untuk memilih baju yang akan ia bawa untuk ke kota.

"Kayaknya lain kali aku harus beli baju lebih gede deh" Guman jaeyun menatap baju bajunya yang mengecil,.

Karna efek kehamilannya yang membuat tubuhnya menjadi berisi.

Sampai akhirnya tripel J pun menuju kota dengan mobil jay, dengan jay yang menyetir, jaeyun dan jungwon di blakang.

Jaeyun cukup menikmati perjalanan, jaeyun merasa dejavu, dulu dirinya pernah melewati jalan ini dan itu sudah lama, belum terlalu sih, hanya beberapa bulan.

Ngomong ngomong kehamilan jaeyun masuk ke bulan ke 8,perutnya yang menonjol malah membuat kecantikan jaeyun bertambah berkali kali.

Karna perjalanan panjang yang cukup melelahkan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di rest area, mereka masuk ke dalam restoran dan memilih menu makanan untuk makan siang.

Manik hazel jaeyun menatap ke segala arah, dan hazel nya bertubrukan dengan manik hitam pekat yang membuat mata jaeyun melebar.

Pagi menjelang siang ini sunghoon dan asisten nya Jeno, tengah melakukan perjalanan menuju desa untuk mengecek lahan untuk cabang baru perusahaan mereka yang akan mereka bangun di desa.

Namun saat di tengah jalan ban mobil mereka kempes, pas sekali kempes nya ban tersebut tak jauh dari rest area dimana jaeyun berada.

"Haduh pak maaf, ban nya kempes, jadi kemungkinan memakan waktu, karna kita tidak membawa ban serep" Ucap sopir sunghoon yang kali ini ikut.

"Baiklah, kita akan ke rest area saja untuk beristirahat sejenak, cari bengkel terdekat" Ucap Jeno mewakili sunghoon yang sedang badmood karna ia tak di belikan apa yang ia inginkan.

Bukan tak ingin namun jeno tak mau susah susah. Bayangkan saja sunghoon ingin membeli maskot pinguin dan ingin dirinya memakainya, yang benar saja? Jeno yang manly ini disuruh pake maskot mana pinguin lagi. Jeno tidak  like!!.

Atasan dan bawahan itu kemudian berjalan ke arah restoran yang ada di sana, yang hanya berjarak beberapa meter saja.

Mereka masuk, sunghoon dan Jeno memilih meja di bagian pojok, dengan. Jeno mulai memesan makanan untuk nya dan atasan nya. Yang katanya sedang ngambek dan mogok bicara padanya, memangnya jeno peduli? Ya ngak lah, kek bocil aja.

Sembari menunggu pesanan tatpan Sunghoon menyapu ke seluruh sudut ruangan, namun tatapannya jatuh pada manik hazel yang menatap nya, rintme jantung sunghoon berdetak sangat cepat, membuat sunghoon gugup, jujur sebagai ceo yang dikenal kejam, ia sedikit malu.

Jaeyun memutuskan kontak mata itu, kemudian meminta izin ke kamar mandi pada pasangan jaywon.

Sunghoon yang tak mau ketingalan pun berdiri tanpa sepatah kata langsung mengikuti jejak jaeyun.

"Mencoba meloloskan diri dariku?" Ucap Sunghoon menatap jaeyun yang sedang mencuci muka. Memang sunghoon ini kadar kepedean nya sangat tinggi jadi maklum.

Sedangkan jaeyun memutuskan pura pura untuk tidak mengenal sunghoon saja.

"Maaf?",suaranya sudah oke tidak bergetar atau apa namun raut wajahnya patut di beri dislike.

"Berpura pura?".

Jaeyun mengigit bibirnya bingung, jujur dirinya baru pertama kali terjebak pada situasi seperti ini.

Ada rasa bahagia bertemu sunghoon kembali, kecewa, marah, sedih, bercampur jadi satu.

" Maaf, bisakah anda pergi dari sini park sunghoon "ucap jaeyun dengan penekanan di akhir.

"Tenang lah, apa kau tak rindu dengan ku? Rindu di bawah kungkungan ku?" Tanya sunghoon dengan raut wajah yang sangat terlihat sedang mengejek jaeyun.

"Wah, saya lupa anak harammu" Ucap sunghoon menekan perut jaeyun dengan tangan besarnya,yang mengundang amarah jaeyun.

PLAK.

Lya

656 kata.

Lanjut?

become a jaeyun (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang