Jake seorang siswa yang meninggal karna kebakaran yang membakar sekolahnya, bukanya langsung menuju alam baka, melainkan tersesat di raga seorang pemuda bernama jaeyun, yang hidupnya sangat lah menyedihkan.
Lalu apa yang terjadi? Apa jake mengubah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari terus berlalu, tak ada hentinya sunghoon untuk tidak menggangu jaeyun, walaupun berakhir di usir.
Sunghoon sangat gencar mendekati jaeyun begitupun heeseung, mereka slalu bersaing walau yang slalu menang adalah heeseung, kadang kala Sunghoon belum melakukan apapun namun langsung kalah.
Hall itu membuat Sunghoon geram, padahal masalah tampan? Dia pemenangnya, masalah harta? Ia juga pemenangnya, tapi mengapa jaeyun selalu memilih heeseung, ughh Sunghoon kesal sekali.
"Aku tidak bisa Sunghoon, aku sudah berjanji untuk pergi bersama heeseung" Jawaban itu yang slalu di beri jaeyun ketika Sunghoon mengajaknya pergi.
Sudah seribu satu kali Sunghoon mengajak jaeyun pergi untuk membahas sesuatu namun hasil nya nihil, pada akhirnya Sunghoon menggunakan cara licik untuk mendapatkan jaeyun.
Sunghoon memerintah kan anak buahnya untuk membunuh lee heeseung, walau pada akhirnya gagal.
Tiada kata menyerah bagi Sunghoon untuk mendapatkan jaeyun.
"Sunghoon!!, aku tidak ingin melihat wajahmu disini!, bisakah kau pergi saja?, berhenti menganguku" Ucapan yang slalu Sunghoon dapat dari jaeyun tak mematahkan semangat nya.
Sunghoon slalu mencelakakan heeseung dengan segala cara. Hingga pada akhirnya heeseung terluka karna nya, heeseung koma akibat anak buah Sunghoon yang mengeroyok nya.
Namun bukanya mempermudah diri nya lebih dekat ke jaeyun namun malah membuat nya menjadi jauh, karna jaeyun yang mengetahui bahwa dirinya lah yang membuat heeseung koma.
Seperti saat ini Sunghoon sedang mendekati jaeyun dengan semangat.
"Jaeyun" Pangil Sunghoon dengan senyum tipis ketika melihat jaeyun duduk di teras rumah nya, namun senyuman nya luntur ketika jaeyun mengacuhkan nya malah masuk ke dalam rumah.
Sunghoon berlari ke arah pintu yang ditutup oleh jaeyun, mencoba membukanya. Namun hasilnya tidak terbuka.
Sunghoon duduk di kursi yang berada di teras jaeyun menunggu jaeyun keluar.
Udara hari ini cukup dingin, dan langit terlihat mendung.
Namun Sunghoon menunggu jaeyun dengan setia.
Berjam jam Sunghoon menungu jaeyun tak kunjung keluar, udara di luar semakin mendingin, tetes per tetes hujan jatuh membasahi tanah.
Hujan pun turun, jaeyun yang di dalam rumah sedikit khawatir karna Sunghoon yang duduk di luar rumah hanya memakai kemeja tipis.
Jaeyun sedikit bahagia saat Sunghoon mulai mendekati nya, namun disisi lain dirinya juga kecewa, akhirnya jaeyun memutuskan mencoba mengetes apakah Sunghoon benar benar mendekati nya atau hanya ingin Ni-ki.
Ia mulai mengabaikan Sunghoon yang terus terusan menunggu nya, dengan cara memanfaatkan heeseung, betapa kecewanya dirinya ketika mengetahui bahwa Sunghoon mengunakan cara kotor untuk mendapatkan nya, dan kecewa akibat Sunghoon membuat heeseung koma, padahal heeseung tak bersalah.