"DOK! TOLONG, DOK!! ISTRI SAYA MAU MELAHIRKAN! DOK!!"
"AKH, MAS! SAKIT BANGET!! INI BAYINYA UDAH SAY HELLO!!"
"DOK!!"
"Mba Acha?? Haii, Mba Acha!!"
"Acha doang nih yang disapa? Makhluk ciptaan Tuhan yang ganteng ini kaga Dokter sapa juga?"
"Ehehe! Hai, Sadewa!""
"Telat, Dok. Saya udah ngambek."Sadewa menyilangkan kedua tangannya di depan dada, merajuk.
"Maaf dong, anak manis... gimana kalau kamu saya kasih permen biar anak manis tidak merajuk lagi?"Dokter Reynald mencolek dagu Sadewa sampai semua mata bergedik geli melihatnya.
"Kalian pada mau kemana, dah?"tanya Acha, tatapannya belum terputuskan pada seorang perawat yang berdiri di tengah-tengah Reynald dan Gestara.
Sudah kaya princess aja deh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Niatnya mau ke kantin sih tadi, buat makan siang."balas Reynald.
"Udahlah, kaga usah ke kantin. Soalnya saya udah bawain makanan buat Dokter Reynald, hehehe."
"Wawww??"
"Woii! Itu kan makan siangnya Bang Tara, suami lo!"timpal Dewa, menabok lengan Acha yang masih mengedip-ngedipkan matanya manja ke arah Reynald.
"Dokter Reynald juga suami gue, kok!"sewotnya yang membuat Gestara menoleh.
"Asikkk!!"Reynald berjingkrak-jingkrak kesenangan di tempatnya.
"Ayo."
"Eh eh eh, Dok?! Saya mau di bawa kemana ini, Dok!!"tiba-tiba Acha berseru saat Gestara menarik tangannya menuju ruangannya.
Sadewa terkikik dan mengikuti mereka di belakangnya.
"Itu beneran istrinya Dokter Gestara?"tanya si perawat yang semenjak tadi diam.
"Iyalah! Gak dateng sih, lo! Seru banget, anjay! Ada limbadnya!"
Perawat yang memiliki name tag Melinda itu merotasikan bola matanya dan menjawab.
"Dimana-mana istri dari seorang Dokter itu tenang dan bisa menjaga image. Sedangkan dia? Malah godain laki-laki lain di depan suaminya langsung."
"Napa sih, Lin? Gak semua Dokter harus memiliki istri yang berimage. Tipe gue malah ada di dalam diri istrinya Dokter Gestara! Udahmah cantik, humble, dan ramah lagi!"
"Itu bukan ramah, tepatnya lebih ke gatel."tekannya.
"Sirik, lo?"
"Ih, buat apa gue sirik sama manusia modelan gitu? Udahlah, cepetan! Gue udah laper, nih!"
.....
"Enak kan, Dok? Masakan saya?"
"Masakan palalu peyang! Jangan percaya, Bang! Ini masakan dari Bunda, tadi Bunda nyuruh kita buat anterin makan siang ke tempatnya Abang!"timpal Dewa membenarkan.