Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣
Happy Reading!!
••••••••••••••••••••
Hari menjelang malam pesta pernikahan Erlan dan Bella pun sudah dibubarkan.
Bella sudah berpamitan tadi pada orang tuanya sebelum memasuki kamar. Orang tua Bella akan pergi ke London beberapa waktu untuk perjalanan bisnis.
Bella menatap dirinya dari pantulan cermin di meja rias. Makeup dan segala perhiasannya belum ia lepaskan. Bella menghela nafas pelan, memikirkan apakah ia bisa hidup bersama Erlan sampai maut memisahkan mereka seperti janjinya tadi di depan pendeta?
Bella mulai melepaskan antingnya. Namun ditengah kegiatan itu ia menoleh melihat pintu terbuka. Terlihat Erlan yang baru memasuki kamar. Senyum menyeringai terpancar dari bibir laki laki itu.
Ia berjalan kearah Bella, memeluk gadis itu dari belakang. Tak lupa menghadiahkan kecupan basahnya di bahu terbuka Bella.
Erlan ikut melihat ke cermin. Ia menatap wajah istrinya itu tampak gugup dengan keringat yang membasahi wajahnya.
"Kita belum memulainya, tapi kau terlebih dahulu keluar keringat sayang" Erlan terkekeh, tangannya tergerak untuk mengusap keringat dari wajah istri cantiknya.
Drtt...
Drtt...
Erlan mengambil hanphonenya dari saku celana saat merasakan benda itu bergetar. Setelah melihat siapa yang menelfon, Erlan menggeser ikon hijau yang ada disana untuk mengangkat panggilan tersebut begitu melihat jika nama Devan tertera disana.
"Ada apa?" Tanya Erlan langsung.
Terdiam sejenak laki laki itu, lalu setelahnya kembali tersenyum menyeringai. Matanya kembali melirik kearah Bella. Mata gadis itu tampak bergerak gerak kecil membuatnya gemas.
"Hm, aku akan kesana" Erlan memutuskan panggilannya. Ia kembali memasukkan benda persegi itu kedalam saku celananya.
Ia tatap wajah Bella yang semakin indah di malam hari. Lalu memberikan kecupan didahinya.
"Ada meeting penting yang harus aku datangi, kau selamat malam ini sayang. Tapi lain kali akan aku buat kamu tidak bisa berjalan" bisiknya dengan suara Berat.
Laki laki itu berjalan keluar kamar untuk menyelesaikan pekerjaanya yang sudah menyita malam pertamanya dengan Bella.
Berbeda dengan Erlan, Bella justru tengah menormalkan deru nafasnya. Dalam hatinya Bella sangat amat bersyukur dengan kepergian Erlan malam ini.
Namun ada kalimat Erlan yang masih terngiang dalam pikirannya.
"Akan aku buat kamu tidak bisa berjalan"
Memikirkannya saja membuat Bella ingin menangis "dasar hantu, gemar sekali membuat orang ketakutan"
Keesokan harinya keadaan di mansion Erlan cukup canggung. Lebih tepatnya hanya Bella yang merasakan itu. Sedari tadi ia terus terus menatap kesal kearah Erlan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLANGGA [On Going]
RomanceErlangga Keanu Addison. Laki laki dingin tak tersentuh yang tidak pernah merasakan cinta dalam hidupnya. Dunia Erlan terlalu gelap untuk merasakan sebuah perasaan yang bernama cinta itu. Hingga suatu kejadian tidak sengaja mempertemukannya dengan A...
![ERLANGGA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/312408295-64-k121550.jpg)