Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣
Happy Reading!!
•••••••••••••••••
Setelah dirawat selama seminggu secara intensif Bella dan bayinya diperbolehkan kembali pulang. Namun dokter mengingatkan jika ibu muda itu tidak boleh setres dan kelelahan, atau akan berpengaruh pada kedua bayi kembarnya itu.
Sekarang Bella berjalan di koridor rumah sakit bersama Erlangga yang menggendong Evan juga dibelakang mereka ada Devan yang membantu menggendong Elio dan beberapa bawahan Erlan yang membawa barang mereka.
Erlan tidak mengizinkannya untuk menggendong bayi bayi mereka karena takut jika ia akan kelelahan. Padahal hanya menggendong saja Bella tidak akan lelah, tapi bagaimana boleh buat Bella tidak akan bisa membantah suaminya yang keras kepala itu.
Beberapa saat setelah menempuh perjalan pulang mereka kembali tiba di mansion, Bella menatap keliling mansion itu uhh ia merindukannya.
Mansion Erlan yang dulu ia benci menjadi tempat yang menyenangkan untuknya, ia jadi merindukan taman mawar merah yang Erlan buatkan untuknya dan juga Bibi Rose, wanita yang selalu menemaninya saat Erlan tidak ada dimansion.
Namun senyum Bella kembali mereka saat melihat Rose yang menunggunya didepan pintu depan mansion.
"Selamat datang kembali nyonya, bagaimana keadaan nyonya sekarang?" Tanya Rose tersenyum menatap Bella.
"Hai bibi, aku sudah lebih baik sekarang. Lihatlah ini kedua putraku, mereka kembar bibi!" Bella menunjuk ke arah dua malaikat kecilnya yang berada digendongan Erlan dan Devan.
"Ah, tuan muda sangat menggemaskan nyonya" puji Rose ikut senang melihat kedua bayi itu.
"Tentu, aku juga sangat merindukan bibi dan masakan bibi tentunya. Makanan yang diberikan dirumah sakit tidak seenak masakan bibi" Bella bergelantungan manja di lengan Rose. Menceritakan bagaimana ia merindukan wanita itu.
"Wah benarkah? Kalau begitu saya akan memasak makanan special untuk nyonya hari ini"
"Terimakasih bibi! Kau memang yang terbaik"
Rose tersenyum, mengajak Bella untuk masuk kedalam. Namun Bella dan Erlan mengerutkan keningnya saat melihat ruangan tengah mansion begitu gelap.
Ia membawa Bella kebeakang tubuhnya "Rose, kenap-"
"SUPRISE!"
Tiba tiba lampu ruangan tengah menyala dan disana terlihat orang tua Bella, Dena dan Raymond juga Riana terlihat disana dengan senyum bahagia mereka.
Bella menutup mulutnya tidak percaya. Ia dengan cepat berjalan untuk memeluk kedua orang tuanya.
Sedangkan Erlan menoleh kearah Devan dengan tatapan tajam. Laki laki itu menebak pasti Devan yang memberi tahu ini semua, namun sang empu malah melihat kearah lain menghindari tatapan elang milik tuannya itu.
"Mommy, daddy bagaimana bisa kalian ada disini? Aku sangat merindukan kalian" Bella menangis terharu melihat kehadiran kedua orang tuanya disini.
"Kami juga sangat merindukanmu sayang, Devan memberi tahu kami jika kamu sudah hamil dan bahkan melahirkan" Dena berucap lembut seraya menghapus air mata putrinya.
"Daddy heran bagaimana bisa Erlangga menyembunyikan ini dari kami" Raymond melirik Erangga sinis.
"Terserahku, mereka istri dan anakku tuan Raymond" ujar Erlan menjawab.
"Tapi kalau kau lupa, aku adalah orang tua istrimu tuan Erlangga menantuku tercinta"
"Sudah lah, bukankah kita kesini untuk melihat putri dan cucu kita mereka sayang? lihatlah cucumu kembar!" Dena menarik suaminya untuk menuju kearah Erlan. Ia menatap kedua bayi itu bergantian, tangannya tergerak untuk mengambil Evander dari gendongan Erlan.
Bella tersenyum melihat orang tuanya yang ikut bahagia dengan kehadiran dua putranya, terlihat Evander dan Elio berada digendongan kedua orang tuanya.
Bella merasakan pundaknya ditepuk dari belakang, ia berbalik dan melihat Riana dengan sebucket mawar merah segar dan senyuman yang manis. Wanita itu memeluk Bella "benar ucapanku kan?"
Bella membalas pelukan itu dan tersenyum "ah Riana, kau benar bayiku kembar. Dan maaf sudah mengabaikan mu tadi"
"Tidak masalah sayang, aku tau kau sangat merindukan orang tuamu kan" ujar Riana menatap Bella.
"Tentu, sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka. Eh kenapa kau tidak mengajak Liam? aku merindukan anak manis itu" Tanya Bella saat menyadari jika Riana tidak membawa serta putranya.
"Dia sedang bersama ayahnya, kau tau katanya mereka ingin boystime"
Bella tertawa "kedua laki lakimu lucu sekali"
"Mereka memang sangat lucu dan menggemaskan" Riana tertawa melihat bagaimana kelakuan suami dan putranya yang katanya ingin menghabiskan waktu bersama.
"Ayo kita minum teh bersama Riana. Aku sudah lama tidak menghabiskan waktu dengan teman semata wayangku ini" Bella memeluk sebelah tangan Riana mengajak perempuan itu meminum teh. Kebiasaan mereka saat Riana bertamu ke mansionnya dan Erlan.
"Kau tidak ingin menghabiskan waktu dengan orang tuamu?" Tanya Riana mengingat jika Bella sudah sangat lama tidak bertemu orang tuanya.
"Sepertinya, mereka sedang asik dengan cucu cucu mereka" Bella menatap kearah orang tua dan suaminya. Dena yang sedang berbicara dengan Erlan sambil menggendong Evander digendongannya. Begitu juga dengan Raymond yang hanya menyimak percakapan istrinya itu dengan Elio yang berada digendongannya.
Riana tertawa "Kau benar sepertinya semuanya terlihat sibuk"
___________________
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLANGGA [On Going]
RomansaErlangga Keanu Addison. Laki laki dingin tak tersentuh yang tidak pernah merasakan cinta dalam hidupnya. Dunia Erlan terlalu gelap untuk merasakan sebuah perasaan yang bernama cinta itu. Hingga suatu kejadian tidak sengaja mempertemukannya dengan A...
![ERLANGGA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/312408295-64-k121550.jpg)