Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣
Happy Reading!!
•••••••••••••••••••
Dua puluh menit kemudian Erlan sampai kerumah sakit terkenal dijakarta yang merupakan salah satu dari banyaknya aset yang ia miliki.
Tanpa berkata apapun Erlan menggendong Bella dan keluar dari mobil. Saat ia menginjakkan kakinya di depan rumah sakit orang orang yang ada disana menatapnya aneh sekaligus takut.
Namun Erlan sama sekali tidak menghiraukan orang orang itu, keselamatan istri dan anaknya lebih penting.
"DOKTER! DOKTER!"
"DIMANA KALIAN SIALAN, AKU BAKAR RUMAH SAKIT INI JIKA TERJADI APA APA DENGAN ISTRI DAN ANAKKU!"
Suara Erlan menggema dirumah sakit, sontak saja suster dan dokter yang melihat pemilik kerumah sakit berlari membawa brankar.
Erlan meletakkan Bella diatas brankar, ia ikut mendorong brankar tersebut ke ruang UGD rumah sakit itu diikuti oleh Devan juga beberapa bodyguardnya dari belakang.
"K-kau harus hidup sayang, aku tidak menginzinkanmu dan bayi kita pergi" Erlan kembali mengangis, hingga suaranya terdengar parau. Ia menatap Bella yang tidak sadarkan diri dengan ketakutan, ketakutan jika perempuan ini pergi bersama anak anak mereka.
Dan meninggalkannya didunia ini, sendirian.
"Maaf tuan, anda hanya bisa mengantarkan nyonya sampai disini" ujar dokter menghalangi Erlan untuk masuk kedalam ruang UGD.
"Apa yang kau maksud brengsek? Istriku membutuhkan aku didalam!" Erlan mendorong dokter itu.
Melihat tuannya yang menggila, Devan memberanikan diri untuk maju menghalangi Erlan "tuan, biarkan dokter melakukan tugasnya menyelamatkan nyonya dan anak anda"
Erlan menurut, ia mundur kebelakang membiarkan pintu ruangan itu tertutup. Devan memapah Erlan untuk duduk di kursi yang ada dikoridor rumah sakit.
Ia menatap atasannya itu dengan tatapan kasihan. Ia bersumpah belum pernah menatap Erlan dengan tatapan mengasihani karena Erlan memang bukan orang yang cocok untuk dikasihani.
Tapi sepertinya ia menarik kembali ucapannya.
Erlan terlihat memprihatinkan dengan kondisinya yang sekarang. Darah Bella berada disekujur tubuhnya yang tidak tertutupi baju. Celananya yang sudah robek karena terjatuh, suka air mata kering diujung matanya.
Lengkap, sangat lengkap dan cocok untuk dikasihani.
"Devan? Bella dan anakku akan selamat kan?" Tanya Erlan dengan tatapan kosong, matanya menatap kedepan.
Devan mengelus bahu Erlan menguatkan "Saya yakin nyonya dan anak anda pasti selamat tuan".
Ceklek
Pintu UGD terbuka menampilkan dokter yang tadi menangani Bella. Cepat cepat Erlan bangun menarik kerah baju dokter itu "bagaimana kondisi istri dan bayiku brengsek?!"
Devan yang melihat itupun kembali menarik Erlan agar melepaskan dokter itu "tuan tenanglah, biarkan dia berbicara"
Erlan menghempaskan tangannya "katakan"
Dokter itu berdehem pelan untuk menetralkan suara dan detak jantungnya yang menggila. Ia sedang berhadapan dengan maut sekarang "Nyonya dalam kondisi koma tuan, dia mengalami pendarahan dan untungnya dapat kami hentikan. Tapi kami harus melakukan operasi cesar untuk menyelamatkan bayi bayi anda"
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLANGGA [On Going]
عاطفيةErlangga Keanu Addison. Laki laki dingin tak tersentuh yang tidak pernah merasakan cinta dalam hidupnya. Dunia Erlan terlalu gelap untuk merasakan sebuah perasaan yang bernama cinta itu. Hingga suatu kejadian tidak sengaja mempertemukannya dengan A...
![ERLANGGA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/312408295-64-k121550.jpg)