Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣
Happy Reading!!
••••••••••••••••••
Keesokan harinya matahari kembali menampakkan dirinya. Memancarkan sinar cerah untuk membangunkan manusia manusia yang masih terlelap dalam mimpi indah mereka. Termasuk Bella, mata indah gadis itu terbuka kala menyadari sinar matahari mulai masuk menerobos jendela. Tirai yang semula tertutup kini terbuka otomatis saat sensornya mendeteksi cahaya.
Hal itu membuat Bella menyudahi istirahatnya yang cukup panjang. Gadis itu menatap langit langit kamar merasa asing dengan suasana tempat ini. Bella menolehkan kepalanya ke kanan, dan seketikan ia disuguhkan dengan pemandangan seorang laki lali bertelanjang dada tengah menatap kearah dirinya. Senyuman laki laki itu penuh makna, tersirat penuh puja.
"Astaga!" Pekik Bella kaget.
Segera gadis itu menutup matanya dengan tangan. Jantungnya berdebar debar. Lemas tubuhnya melihat tubuh kekar penuh pesona di depannya.
Lama Bella menutup mata namun tidak ada pergerakan ataupun suara yang terdengar dari laki laki tadi. Untuk memastikannya Bella merengangkan jari yang menutupi wajahnya. Untuk mengintip. Dan ternyata benar, laki laki itu masih berada disana. Mulutnya tersuging senyum mesum yang membuat Bella merinding bukan main.
"Selamat pagi istriku, apa tidurmu nyenyak?" Ujar laki laki itu serak. Khas suara orang bangun tidur.
Bella perlahan menurunkan tangannya keatas dada. Merasakan jantungnya yang masih berdetak kencang. Mata bulatnya bergerak gerak kecil menghindari tatapan Erlan.
Bukan takut laki laki itu memarahinya, melaikan takut jika laki laki itu akan menerkamnya sekarang juga.
Erlan terkekeh gemas melihatnya. Ekspresi kelinci kecilnya itu sangat menggemaskan.
Bella menarik dirinya untuk duduk. Ia melihat dan meraba keseluruh badannya untuk memastikan bahwa pakaiannnya masih terpasang sempurna.
Ia bernafas lega begitu melihat pakainnya masih sama seperti yang ia pakai terakhir kali.
Bella kembali menoleh kearah laki laki itu. Yang mana ia masih setia pada posisinya sedari tadi.
"Erlan"
"Hm?"
"Kita dimana?" Tanya Bella pelan. Ia menelisik ruangan yang sedang ia tempati bersama Erlan.
"Ini seperti kamar hotel" tebak Bella.
Erlan terdiam sejenak. Lalu tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya. Tangannya mengambil tangan Bella lalu mengecupnya "kita sedang berbulan madu. Apakah istriku ini lupa?"
Bella menatap Erlan, ia mengedip pelan mendengarnya. Seketika otaknya mengingat saat terakhir tidur dalam jet pribadi Erlan menuju Korea Selatan.
Tertidur dengan sedikit meringkuk di samping suaminya, Erlangga Keanu Addison.
Bella bangun dari tempat tidurnya. Menarik pelan tangannya dari genggaman Erlan. Ia melangkah menuju jendela besar yang menampilkan kota Seoul pagi ini. Meskipun ada cahaya matahari diluar sana terlihat cukup dingin.
Terbukti dari orang orang yang berlalu lalang menggunakan jaket tebal untuk menutupi tubuhnya. Bella masih termenung menganggumi pemandangan di bawah sana. Seperti inikah dunia luar? Selama ini Bella hanya bisa melihatnya lewat televisi dirumahnya.
Tanpa pernah menyangka akan dapat melihat dunia dengan berbagai hal indah yang dimilikinya.
Erlan membiarkannya melihat apa yang tidak pernah ia lihat sedari kecil.
"Kau menyukainya hm?" Tangan Erlan mendekap erat tubuh ramping itu kepelukannya.
Bella mengangguk. Ia tersenyum tipis "terimakasih Erlan"
Erlan tersenyum mendengar ucapan terimakasih pertama dari Bella. Juga senyum dari bibir istrimya itu membuatnya begitu bahagia.
Ia berhasi membuat Bellanya tersenyum!
"Sama sama sayang"
"Ayo mandi, aku akan mengajakmu ke suatu tempat" lanjut laki laki itu saat melihat Bella terdiam cukup lama.
Bella tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Erlan. Cepat cepat gadis itu berlari ke kamar mandi sesuai dengan perintah suaminya.
Setelah menghabiskan waktu dua puluh menit, Bella keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Gadis itu memakai pakaian yang tergeletak di ranjang. Yang dapat dipastikan bahwa itu adalah ulah Erlan.
Setelah selesai, Bella berjalan keluar untuk mencari keberadaan Erlan. Dan ternyata laki laki itu sudah duduk manis di meja makan sambil menunggunya keluar.
"Ayo sayang, kita makan" ajak Erlan.
"Kau memasak?"
"Tidak. Ini adalah makanan hotel yang aku pesan untuk sarapan kita. Aku tidak bisa memasak" laki laki itu menjawab dengan tangannya yang sibuk memotong daging di atas piring menjadi kecil lalu menggeser piring itu kearah Bella.
"Terimakasih Erlan" ujar Bella.
Setelah sarapan Erlan menyuruh Bella menggunakan jaket tebal agar istrinya tidak kedinginan. Setelah memastikan penampilan Bella ia langsung mengajak gadis itu keluar.
Erlan membawa Bella ke Namsan Tower. Destinasi wisata yang terkenal di Seoul. Sedari tadi wajah Bella memandang takjub dengan pemandangan disini. Meskipun cuaca cukup dingin gadis itu terlihat tidak peduli.
"Sudah cukup untuk hari ini sayang. Kau bisa sakit jika terlalu lama di luar" ujar Erlan pada Bella yang berjalan kesana kemari.
"Aku ingin kesana Erlan" Bella mengabaikan ucapan Erlan. Ia malah meminta pergi kearah pagar pagar yang dipenuhi oleh gembok yang sudah dikunci disana.
"Ini yang terakhir hm?"
Bella mengangguk cepat. Ia menarik tangan Erlan untuk mendekati tempat itu.
Bella mendekati dan memegang gembok yang telah ditulis oleh nama nama orang.
"That's called a love lock. Usually couples who visit Namsan Tower will write their names on the padlock and then lock it on this fence. You can buy the padlock from the souvenir seller here." Ujar salah satu pengunjung yang Bella lihat mirip orang eropa.
"Thanks for information" jawab Bella sambil tersenyum.
Bella menoleh pada Erlan yang berada di sampingnya "Erlan aku juga mau menuliskan nama di gembok itu"
"Tunggu disini sayang, aku akan membeli gemboknya"
Bella mengangguk. Senyum manis tidak pernah surut dari bibirnya. Perempuan itu sudah tidak sabar mengabadikan namanya disini.
Lima menit kemudian Erlan kembali dengan membawa gembok dan juga spidol yang ia pinjam untuk menulis pada penjual. Ia memberikannya pada Bella yang diterima baik oleh sang empu. Bella mulai menulis namanya dan Erlan disana. Tak lupa menguncinya di pagar bersama gembok gembok lainnya.
"Kau senang hm?" Tanya Erlan mengecup sayang kening istrinya.
"Sangat!" Jawab Bella senang.
_______________________
Erlan aslinya romantis guys cuma ketutup sama sikap posesif nya aja😭
Oleh oleh nya jangan lupa ya!😚
Gimana part ini menurut kalian guys? Komen dibawah ya..
See you next part!!
Salam hangat author🐣
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLANGGA [On Going]
RomansaErlangga Keanu Addison. Laki laki dingin tak tersentuh yang tidak pernah merasakan cinta dalam hidupnya. Dunia Erlan terlalu gelap untuk merasakan sebuah perasaan yang bernama cinta itu. Hingga suatu kejadian tidak sengaja mempertemukannya dengan A...
![ERLANGGA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/312408295-64-k121550.jpg)