15. ERLANGGA [HAK ERLAN]

739 15 0
                                        

Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣

Happy Reading!!

••••••••••••••••••

Sekarang kedua pasutri baru itu terlihat sedang bersantai di kamar hotel.

Cuaca hari ini cukup buruk. Hujan salju dari tadi pagi membuat mereka tidak bisa untuk berwisata hari ini.

Bella sedari tadi murung karena tidak bisa keluar hari ini. Ia menatap Erlan dengan mulutnya yang menekuk.

"Jangan menatapku seperti itu sayang. Aku tidak mau membawamu keluar dengan cuaca seperti ini".

"Cuaca bulan ini di Seoul memang sedang tidak baik. Sepertinya lusa kita akan pulang. Untuk apa berlama lama disini jika tidak bisa berwisata" lanjut Erlan.

Bella yang mendengarkan itu berteriak dalam hatinya. Tidak! Ia tidak mau pulang lalu melanjutkan kebiasaanya didalam sangkar emas Erlan seperti biasanya.

Namun Bella hanya bisa menyampaikan keinginannya itu dalam hati. Ia tidak seberani itu untuk menyampaikannya langsung pada Erlan.

"Kau lapar sayang?" Tanya Erlan pada istrinya.

Bella tersadar dari lamunannya. Ia menatap Erlan yang juga menatapnya "iya aku lapar. Tapi bisakah kita makan dibawah saja?".

Erlan terdiam. Berpikir tentang keinginan Bella yang ingin makan dibawah. Setelah memikirkannya cukup lama akhirnya Erlan mengiyakan permintaan perempuan itu.

Dan disinilah mereka berada. Di kantin hotel yang di penuhi beberapa orang yang juga ingin makan. Erlan bersyukur karena tidak ramai orang disini. Mereka lebih memimilih bergelung dibawah selimut dengan cuaca seperti ini.

"Sayang, aku ingin ke toilet sebentar. Jangan kemana mana!" Peringat Erlan pada Bella yang asik dengan makannya.

Bella mengangguk karena mulutnya dipenuhi makanan.

Melihat itu Erlan bangun dari duduknya. Ia mengecup kening istrinya sekilas sebelum berlalu ke toilet.

Setelah melihat kepergian Erlan Bella kembali asik dengan makannya. Ia fokus menghabiskan makanan yang menurutnya enak ini. Bella akan menyuruh Erlan memesankannya lagi nanti.

Saat sedang asik dengan makannya tiba tiba Bella tersentak kaget saat melihat kursi yang di duduki Erlan tadi kini di duduki oleh seorang laki laki asing yang tidak ia kenali.

Bella ketakutan. Bagaimana jika Erlan kembali tiba tiba?

"Hallo" sapa laki laki itu.

"Y-ya?" Balas Bella gugup.

"What's your name? Looks like you're not from Seoul, are you?".

"M-my name is Bella, im from indonesia".

Laki laki itu tersenyum manis. Ia mengulurkan tangan kanannya pada Bella untuk memperkenalkan diri "hai Bella my name is Jaehoon".

"DON'T TUCH MY WIFE JERK!".

Deg

Itu suara Erlan. Bella menoleh kedepan. Mendapati Erlan yang menatap mereka dengan kilatan amarah terlihat dari matanya. Rahang laki laki itu mengeras pertanda kemarahan.

Erlan menarik Bella ke belakangnya. Kemudian ia maju selangkah melayangkan bogeman mentah pada rahang Jaehoon.

"What do you want? why are you approaching my wife?!" Tanya Erlan hampir berteriak.

Pekikan orang orang yang berada satu ruangan dengan mereka terdengar melihat kejadian itu. Keamanan hotel juga ikut melihat tanpa berani berbuat apa apa. Mereka tau siapa yang sedang membuat kekacauan itu.

Jaehoon mengusap kasar darah yang keluar dari sudut bibirnya akibat bogeman Erlan "calm down dude, i didn't know she was your wife" jawabnya santai.

"YOU'RE TOO PRESUMPTUOUS, BASTARD!"

Bella yang melihat Erlan di penuhi amarah pun bergetar ketakuatan. Saat Erlan akan kembali melayangkan tangannya sontak ia memeluk Etlan dari belakang "u-udah Erlan u-udah" katanya dengan suara bergetar.

Erlan menurukan tangannya. Ia berbalik dan menatap istrinya yang sudah menangis ketakutan.

Tanpa berkata apapun Erlan membawa Bella untuk kembali ke kamar hotel mereka.

Bruk

Bella di dorong begitu saja ke ranjang oleh Erlan. Sisa kemarahan masih tergambar jelas di wajahnya "istirahatlah, aku akan keluar sebentar" ujarnya dingin.

Ia keluar dari kamar itu mencari laki laki tadi yang sudah terlalu lancang dengan istrinya.

Erlan baru kembali ke kamar hotelnya tengah malam. Saat membuka pintu kamarnya ia bisa melihat sesosok perempuan cantik yang sudah tertidur dengan sisa sisa air mata di wajahnya.

Erlan melewatinya. Ia menuju kearah jendela dengan segelas kopi yang ia minta tadi pada pelayan hotel.

Mengingat kejadian tadi. Meskipun Jaehoon sudah ia habisi namun pikirannya tetap tidak tenang.

Tidak sadar Erlan menggenggam kuat gelas kopi itu hingga pecah dalam genggamannya.

Jatuh pecahan itu kelantai bercampur dengan kopi dan darahnya yang ikut menetes karena telapak tangannya terluka.

Laki laki itu mengulum senyum setelahnya. Senyum yang amat mengerikan. Erlan mengangkat tangannya yang terluka menjilat darahnya sendiri.

Tawa Erlan mengudara begitu keras di tengah malam. Hingga membuat Bella yang tertidur sedikit terusik karenanya.

"Eunghh"..

Erlan menoleh kearah Bella, ia menghentikkan tawanya begitu saja. Memasang ekspresi lain yang mampu membuat siapapun merinding. Termasuk Bella jika gadis itu sedang tidak terlelap sekarang.

"Kamu milikku!" Tunjuk Erlan pada Bella sambil berjalan kearahanya.

"Dan selamanya akan menjadi milikku".

Panas tiba tiba menyerang tubuhnya. Menggemuruh nafsunya terbangkitkan karena amarahnya mengingat banyak laki laki yang mendekati istrinya.

"Aku sudah terlalu baik belakangan ini, dan kebaikanku membuatku takut" gumam laki laki itu, entah hilang kemana jiwa tenangnya yang selalu ia tampakkan. Sekarang hanya ada emosi yang begitu kentara, Erlan begitu gelisah memikirkan banyak laki laki yang mendambakan istrinya.

"Aku tidak bisa menjadi seperti ini. Aku harus menjadi diriku. Aku harus mengambil hakku tanpa harus menunggu persetujuannya terlebih dahulu". Kata Erlan mendoktirn dirinya sendiri. Ia mengangguk kala pikirannya sepakat untuk itu.

"Jika aku menghamilinya, maka istriku tidak mungkin pergi dariku kan? Laki laki tidak akan mau merebut perempuan yang sedang mengandung anak orang lain kan?"

Erlan menatap Bella dengan seringai penuh nafsu nya. Laki laki itu melepaskan dasinya dan melemparnya ke sembarang arah. Ia mengukung Bella dalam tindihannya.

Erlan harus melakukannya. Agar tidak ada yang bisa merebut Bellanya.

____________________

Ternyata kebaikan Erlan belakangan ini cuma pencitraan guys. Erlan udah mau ngambil hak nya karena takut Bella di deketin banyak laki laki😭

Kira kira reaksi Bella nanti gimana ya?

Jangan lupa komen di bawah guys

See tou next part!!

Salam hangat author🐣

ERLANGGA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang