28. ERLANGGA (MATI)

139 5 1
                                        

Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣

Happy Reading!!

•••••••••••••••

Evander menatap orang yang beralu lalang dilantai bawah tampak begitu sibuk menyiapkan berbagai macam hal untuk pesta nanti malam.

Ia menatap sebatang rokok ditangan kanannya yang tersisa setengah karena sedari tadi ia hisap, jika Bella tau ibunya itu pasti akan memerahinya melihat dia menghisap batang narkotika itu tapi untunglah perempuan itu sedang tidak disini sekarang. Perasaan Evander tidak karuan sedari tadi, ia berpikir jika pesta untuk meresmikan dia menggantikan Erlangga sebagai pemimpin perusahaan juga berbagai bisnis dunia bawah milik ayahnya tidak akan ada gunanya.

Beribu orang akan menghadiri pesta besar ini dan tidak menutup kemungkinan banyak musuh ayahnya bisa menyusup. Ia tau jika ayahnya sudah menyiapkan keamanan tinggi, tapi apa salahnya kita untuk berwaspada kan?

Tak jauh dari sampingnya berdiri terlihat Daniel kaki tangannya putra dari asisten pribadi ayahnya Devan. Ya, Devan sudah menikah dengan seorang dokter perempuan yang selalu ia datangi ketika ia terluka setelah mengikuti Erlangga untuk membunuh atau semacamnya.

Karena kedekatan keduanya yang semakin dekat Devan memutuskan untuk menikahi perempuan itu, namun sayang beribu sayang karena malam itu disaat Devan meminjam salah satu mobil Erlan untuk membawa istrinya kerumah sakit saat akan melahirkan Daniel mereka mengalami kecalakaan.

Mobil milik Erlangga itu ternyata sudah di sabotase oleh salah satu musuhnya. Dan dokter hanya bisa menyelamatkan bayi mereka yang sekarang menjadi kaki tangan Evander putra Erlangga. Karena Devan pernah bersumpah jika dia dan keturunannya kelak akan selalu setia mengabdi pada keluarga Erlangga

Evander menatap laki laki yang beberapa tahun lebih muda darinya. Tatapan laki laki itu dingin berdiri setia tak jauh darinya, Daniel sudah bersamanya sejak mereka kecil karena Erlangga mengambil alih menggantikan Devan merawat anak itu. Dan ia pun sudah menganggap Daniel sebagai adiknya sendiri.

"Kakak, apa yang sedang kau lakukan?"

Suara adiknya Elio membuat atensi Evander teralihkan, ia melihat Elio berjalan santai kearahnya "tak ada, hanya menatap orang orang yang berlalu lalang. Dimana ibu dan ayah?" Tanya Evander saat melihat adiknya hanya pergi sendiri.

"Ibu dan ayah akan pergi ketika pesta akan memulai, ayah menyuruhku pergi ke hotel duluan untuk menemanimu mengawasi persiapan pesta nanti malam"

"Seharusnya tak usah, ada Daniel yang selalu bersamaku" jawab Evander sambil melirik Daniel yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya.

"Kau memang tidak tau terimakasih kak, dan- hei.. apa itu! kau merokok. Jika ibu tau kau akan dimarahi"

"Oleh sebab itu jangan menjadi, bocah pengadu Elio"  Evander memandang sinis kearah adiknya yang hanya dibalas senyuman tak berdosa oleh sang empu.

Tidak terasa malam pun telah datang, hotel yang seawalnya kosong kini sudah disulap menjadi tempat pesta yang begitu mewah. Ruangan pesta itu didominasi dengan warna hitam dan maroon yang tampak begitu elegan.

Kursi kursi untuk para tamu sudah penuh pada setiap sudut ruangan, makanan serta minuman anggur anggur yang harganya fantastis pun sudah berjejer siap memanjakan lidah para tamu yang akan hadir malam ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 09 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ERLANGGA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang