25. ERLANGGA [BABY]

308 6 3
                                        

Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣

Happy Reading!!

•••••••••••••••••

Erlan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Ia menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Operasi istrinya pasti sudah selesai, ia mengumpati dirinya karena sudah terlalu lama membuat Bella dan bayi bayi mereka menunggu terlalu lama.

Di kursi mobil sebelahnya Erlan menatap sebuket besar bunga mawar merah kesukaan istrinya yang terlihat sangat cantik dan segar. Juga sebuah kotak perhiasan berisikan kalung dengan permata ruby merah, itulah yang menjadi alasan Erlan sedikit lama kembali kerumah sakit.

Ia membeli hadiah terlebih dahulu untuk Bella yang sudah bertaruh nyawa melahirkan bayi bayi mereka. Namun apa yang ia berikan tidak pernah cukup untuk menggantikan apa yang Bella berikan padanya

Gelar ayah

Gelar yang tak pernah terpikirkan oleh Erlan bahwa ia akan bisa mendapatkannya. Erlan tak pernah terbayangkan jika tuhan akan sudi memberikan malaikat kecil untuknya. Bukan hanya satu bahkan dua malaikat kecil!

Erlan bergegas turun, sambil membawa hadiah itu masuk ke rumah sakit menuju ruang dimana istrinya berada. Di depan ruangan Bella ia melihat banyak anak buahnya yang berjaga disana, saat Erlan datang sontak saja mereka menunduk memberikan penghormatan yang hanya dibalas anggukan oleh Erlan.

Ceklek

Pintu ruangan itu dibuka oleh Erlan. Ia mendapati istrinya yang sedang tertidur dengan tenang. Erlan meletakkan buket dan kalung yang ia bawa disofa.

"Hey baby, wake up" ujarnya pelan mengelus kelopak mata indah yang sedang terpejam itu.

Bella terusik mendengar suara yang dikenalinya, mata yang semula terpejam perlahan terbuka. Melihat kesampingnya dimana Erlan sedang menatapnya lekat.

"Erlan..."

"Ya, sayang?"

"Dimana bayi kita?" Tanya Bella. Semenjak ia sadar tadi ia belum melihat bayinya. Namun saat akan menanyakan pada dokter Bella tidak berani, ia takut mendengar sesuatu yang tidak mengenakkan tentang bayinya. Jadi Bella memutuskan menunggu Erlan kembali dan menanyakan pada suaminya.

"Bayi bayi kita selamat sayang. Namun mereka harus berada di inkubator beberapa saat, sebentar lagi pasti dokter akan membawanya kemari"

"Bayi bayi?" Tanya Bella penasaran.

"Yes baby, kau melahirkan dua bayi laki laki kembar" ujar Erlan tersenyum senang.

Bella menutup mulut tidak percaya. Bayinya ada dua! jantungnya berdetak kencang merasakan kebahagian yang luar biasa, air matanya menetes. Dalam hatinya ia mengucapakan beribu ribu kata syukur pada tuhan.

"Jangan menangis sayang" Erlan menghapus air mata yang memebasahi wajah perempuan kesayangannya.

"Aku bahagia sekali Erlan"

"Aku lebih bahagia sayang, terimakasih sayang, terimakasih" Erlan mendekap Bella erat mencumbu bibir manis yang sellau menjadi candunya.

"Aku punya sesuatu untukmu, tutup matamu sayang" Bella terlihat bingung, meskipun begitu ia tetap menuruti perkataan suaminya.

Bella memejamkan matanya seraya menunggu Erlan yang mengambil buket dan kalung yang ia letakkan disofa.

"Buka matamu cantik"

Mata Bella terbuka saat mendengar suara Erlan di dekatnya. Lagi lagi Bella kembali menutup mulutnya saat Erlan memperlihatkan sebuket besar bunga mawar merah kesukaanya dan sebuah kalung berlian bermata ruby merah.

Erlan tersenyum senang melihat reaksi Bella. Ia memberikan buket itu pada tangan istrinya "hadiah kecil untuk perempuan kesayanganku"

Tak lupa Erlan memakaikan kalung itu pada leher Bella. Warna batu ruby merah itu sangat kontras dengan leher putih Bella membuatnya terlihat sangat indah.

Bella memegang kalung itu ia menatap suaminya berkaca kaca "ini indah sekali, terimakasih"

"Jangan menangis sayang, ini bukan apa dari apa yang kau lakukan untukku"

Tok tok

Suara pintu ruangan Bella berbunyi "masuk" ujar Erlan.

Pintu ruangan terbuka, terlihat dua orang dokter yang membawa masing masing satu orang bayi laki laki dalam ranjang kecil.

"Oh, apakah ini bayi bayi ku?" Bella meletakkan buket yang dipegangnya kesisi ranjang.

Dokter itu mendorong ranjang kecil yang berisi bayi bayi itu agar lebih dekat dengan Bella. Ia meletakkan dua bayi itu disamping kiri dan kanan ibunya.

"Ya, ini bayi bayi nyonya. Mereka sehat dan juga tampan seperti ayahnya" Erlan yang mendengar itu menahan senyumnya.

"Bayi bayi anda sangat kuat, mereka mampu menahan benturan yang keras dan bersahil lahir dengan selamat. Saya ucapkan selamat tuan Erlangga" ujar dokter itu.

Erlan mengangguk "tentu bayi bayiku memang kuat"

"Tapi tunggu, kenapa mereka tidak ada yang mirip denganku dokter? wajah mereka semua seperti Erlan" Bella meneliti dua bayinya yang berada dikiri dan kanannya. Dua bayinya ini kembar tidak identik tapi wajah mereka sangat mirip dengan Erlan.

"Berarti cinta tuan Erlangga sangat besar pada nyonya" dokter tersebut tersenyum melihat tingkah Bella.

"Benarkah?"

"Benar sayang, kalau kau mau kita bisa membuat lagi yang mirip denganmu" Erlan mengelus pelan pipi anaknya.

"ERLAN!"

Erlan tertawa mendengar suara melengking istrinya, ia mencium pipi perempuan itu sayang.

Merasa tugasnya selesai, dokter itu keluar setelah berpamitan pada pasangan yang tengah berbahagia atas kelahiran dua putranya itu.

"Kira kira siapa nama mereka ya?" Tanya Bella menatap kearah suaminya yang juga menatap kearahnya.

"Evander Keanu Addison dan Elio Keanu Addison"

"Nama yang indah" Bella menatap Evander dan Elio yang tertidur lelap di dekapannya.

"Ibu sangat menyayangi Evan dan Elio" bisik Bella pada bayinya.

_________________

ERLANGGA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang