Jangan lupa vote + komen.
Sekecil apapun jejak yang kalian tinggalkan sangat berarti 👣
Happy Reading!!
••••••••••••••••••••
Keesokan harinya matahari pagi bersinar cukup cerah. Memancarkan sinarnya untuk membangunkan umat manusia yang masih berada di alam mimpi. Terlihat sepasang suami istri yang masih bergelung dibawah selimut tebal.
Sang laki laki tampak tertidur nyaman seolah tidak terganggu dengan hal apapun. Raut ketenangan memancar dari wajahnya, seolah seperti seorang pangeran tidur. Namun jika terbangun kata pangeran tidak cocok untuk mendeskripsikannya.
Ia lebih cocok disebut iblis.
Bella terlelap disamping Erlan dengan tenang, sebelum perempuan itu merasakan perutnya bergojolak.
Bella sontak terbangun dan berlari kekamar mandi. Rasa mual menerpa dirinya pagi ini. Namun saat mencoba untuk muntah, hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya.
Ada apa ini?
Seingat Bella ia tidak pernah salah makan. Ia selalu makan makanan sehat dan teratur.
Bella mencuci muka dan mulutnya. Ia memandang pantulan dirinya dicermin wastafel "sebenarnya ada apa denganku?".
DEG
Bella teringat jika ia terlambat datang bulan akhir akhir ini. Segala pikiran mulai bercabang di kepalanya. Ia keluar untuk mengambil sebuah tespack yang memang ia siapkan untuk berjaga jaga.
Setelah mencobanya, beberapa menit kemudian Bella mengambil tespack itu untuk melihat hasilnya.
Positif, ia positif mengandung anak Erlan.
Bella terduduk di lantai kamar mandi. Ia memandang hasil tespack itu dengan pandangan cemas.
"A-aku hamil?"
Air mata Bella luruh, ia menangis sambil memegang perutnya yang sekarang akan dihuni oleh makhluk kecil yang lucu.
Buah cintanya dan Erlan.
Namun sepertinya, tangisan Bella terlalu keras hingga membangunkan Erlan. Laki laki itu kepalang panik saat mendengar tangisan istrinya dari kamar mandi.
"Sayang apa yang terjadi?!" Erlan kian panik begitu menemukan Bella yang menangis sambil terduduk dilantai kamar mandi.
Ia jongkok dan memeluk istrinya. Tak lupa mengecek tubuh Bella takut jika perempuan itu mungkin terjatuh.
"Kenapa hm?" Tanya laki laki itu lagi.
Bella diam dalam dekapan suaminya, namun air matanya masih belum bisa berhenti. Ia membuka genggaman tangan kanannya yang berisikan tespack.
Erlan meneliti benda itu dengan seksama, terlihat muncul dua garis biru disana yang berarti istrinya positif hamil. Erlan segera kembali mendekap Bella dengan perasaan senang yang luar biasa dalam hatinya. Bella hamil, hamil darah dagingnya.
"Aku senang sayang, sangat senang. Terimakasih untuk hadiah terbaik yang kamu berikan untukku"
Sekarang tidak ada lagi alasan Bella akan pergi darinya. Tidak ada laki laki yang mau dengan perempuan hamil.
"Aku yang tidak senang"
Mendengar ucapan Bella membuat senyum lebar Eran luntur. Ia menatap istrinya datar, apa maksud Bella?
Ia tidak senang dengan kehadiran bayinya.
"Apa maksudmu?" Tanya Erlan menahan amarah.
"Aku tidak ingin mengandung anak seorang pembunuh!" Intonasi suara Bella naik. Ia bangun dari duduknya memandang Erlan tajam dengan air matanya yang mengalir.
"BELLA! JAGA UCAPANMU!" Lepas sudah amarah Erlan saat mendengar Bella yang tidak ingin mengandung anak mereka.
Bella tidak menginginkan anak itu.
"Itu adalah bayi kita Bella, bagaimana perasaanya saat tau jika ibunya sendiri tidak menginginkan kehadirannya".
Bella terdiam, otaknya mencerna omongan Erlan. Benar, bagaimana jika bayinya ini tau Bella tidak menginginkan kehadirannya.
Bella kembali luruh kelantai.
"B-bagaimana jika dia mengikuti sifatmu Erlan" lirih perempuan itu takut.
Erlan membantu Bella bangun memeluk perempuan itu menenangkan. Erlan tidak berniat menjawab Bella karena memang benar tidak menutup kemungkinan jika baik itu akan mengikuti sifatnya.
Karena bayi itu adalah penerusnya.
"E-erlan?" panggil Bella.
"Iya sayang?"
"Bisakah aku meminta sesuatu darimu?"
"Katakan Bella, aku akan memberikan apapun yang kau minta tanpa terkecuali" Jawab Erlan yakin.
"Berhentilah membunuh manusia"
Erlan menelan ludahnya saat mendengar permintaan dari istri kecilnya.
Berhenti membunuh?
Erlan tidak bisa menjamin jika ia bisa menahan diri untuk membunuh orang orang yang menyentuh istrinya.
"Aku akan berhenti untukmu dan bayi kita sayang" ujar Erlan menuruti keinginan Bella. Namun dalam hatinya sendiri ia tidak bisa menjamin hal itu.
Mulut Bella tersuging senyum tipis. Ia senang karena Erlan mau menuruti permintaanya. Namun tak lama kemudian, Erlan merasa jika tubuh Bella luruh dalam dekapannya.
Bella kembali pingsan.
_______________________
jangan tanya kenapa author up cepet, karena author lagi mood. kalau author ngga mood berarti author ngga up😼
fyi : author moodyan parah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLANGGA [On Going]
RomanceErlangga Keanu Addison. Laki laki dingin tak tersentuh yang tidak pernah merasakan cinta dalam hidupnya. Dunia Erlan terlalu gelap untuk merasakan sebuah perasaan yang bernama cinta itu. Hingga suatu kejadian tidak sengaja mempertemukannya dengan A...
![ERLANGGA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/312408295-64-k121550.jpg)