05.Kesepakatan

195 77 19
                                        

"Jangan harap untuk siapapun dapat menggantikan posisi permen kaki sebagai yang pertama dihati gue"

-Sahira putri Adarafaya-

˚ʚ♡ɞ˚
-
-
-

Kini Sahira dan Raden sudah sampai di parkiran, Raden dengan raut datar wajahnya, dan Sahira yang menampilkan senyum manisnya dengan tangan yang menenteng sebuah paper bag yang isinya seragam Kafhi, ya. Semalam baju itu tetap Sahira cuci walaupun keadaan baju seragam yang sudah mengenaskan.

"Hai udin" sapa Sahira dengan mengedipkan matannya sebelah pada salah satu adik kelasnya.

Udin yang di sapa oleh Sahira tiba-tiba kakinya terasa lemas, buku yang tadi ada dipangkuannya sudah jatuh ke lantai.

Raden yang melihat tingkah laku adiknya menggeleng-gelengkan kepalannya, lalu segera menarik tas Sahira agar mengikuti langkahnya.

"Mata lo panuan?"

"Awsssh fuck" umpat Raden saat Sahira mengigit lengannya dengan keras.

Sementara Sahira bergegas pergi, karna takut dengan kudanil liar yang sebentar lagi akan mengamuk, lebih baik dia mencari aman.

"AHAHAHHAHA KUDANIL NGAMUK"

Raden hannya menghela nafas nya kasar, lalu dia segera berbelok ke gedung disebelah kanan, karna gedung kelas dia dan adiknya berbeda, Raden menduduki bangku kelas 12 sementara Sahira masih menduduki bangku kelas 11.

🎨🎨🎨

Sahira yang ingin memasuki kelas mengurungkan niatnya karna dihadang oleh Kaden si playboy Dacrex.

"Eh ada degem nihh, sama mas kaden yuk neng kiw kiw jadi yang ke 36" goda Kaden mengedipkan matannya.

Plakk...

Ilyas menampar pipi Kaden pelan, ia bergidik ngeri saat melihat sahabatnya.
"kita harus ke dokter, tubuh lo kayaknya banyak cacing kereminya" ucap Ilyas menatap geli saat Kaden malah sengaja menunjukan kedipan maut dihadapannya.

"HAHAHAHAHAHAH" tawa Sahira pecah saat mendengar ucapan Ilyas, tampak gigi gingsul nya semakin menambah pesona Sahira .

Deg.

Mereka berdua terdiam saat melihat tawa Sahira yang begitu disayangkan apabila dilewatkan. 'Nikmat mana lagi yang gue dustakan ya tuhan' Batin mereka berdua.

"Kalian ada-ada anjir masih pagi kambing" ucap Sahura dengan tangan yang masih setia memegang perutnya yang terasa keram akibat tertawa terlalu berlebih.

"Eh maemunah siapa yang bilang ini malem" timpal putra yang baru saja sampai.

"Idih apaansi lo itu gadiajak" sinis Sahira.

"Ayo masuk kelas, gue mau nonton elsa, pegel nih berdiri mulu" ujar Fauzan yang sedari tadi fokus pada layar handphone nya, yang menampilkan elsa yang sedang bernyanyi disana.

Perlu di ketahui bahwa, ke 6 teman Kafhi berbeda kelas dengannya, tidak jauh kelas mereka hanya bersampingan.

"Dasar manusia fans elsa, jangan-jangan boxer lo juga frozen lagi zan" celetuk Sahira asal.

HOME?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang