STEFANY? KESAYANGAN?

57 5 0
                                        

Halo guys!! Aku ada chapter baru lagi ini!! Jangan lupa baca ya!!

UPDATE TIDAK TENTU DAN BISA SAJA HIATUS PANJANG ⚠️

IG: Selenafxyz
Tiktok: selenafxyz

***

Lunara sampai di alamat yang di tuju namun, ia tidak tahu rumah milik langit dimana, pasalnya, jalan ini di penuhi rumah mewah dan rumah yang sangat-sangat besar bak istana, yang mana rumah Langit?.

Ketika sedang bingung itu ada yang memanggil nya dari belakang, "Lo ngapain di sini?" suara yang ia kenali itu membuatnya menoleh.

"lho? Kanaya? Kok Lo juga disini?" Kanaya yang mendengar itu terkekeh.

"ini wilayah AGRASA, jangan heran kalau gue disini, lagian nih ya, Lo pasti di babuin sama Langit lagi 'kan?" ucap Kanaya dan Lunara mengangguk lalu Kanaya langsung menyuruh Lunara menunggu di luar sedang kan ia masuk kedalam salah satu rumah besar di sana.

Lunara menunggu sambil memainkan ponselnya sampai pekik kan Kanaya mengagetkannya, "Astaga! Kanaya! Lo jangan teriak bisa enggak!" mendengar itu Kanaya menggaruk tekuknya lalu memberika sebuah buku di tangannya.

"ini bukunya" Lunara menerimanya dengan senyuman merekah.

Tiba-tiba ada suara motor yang sangat banyak menyambut indra pendengaran Lunara, ketika di lihat ada sekitar puluhan motor atau lebih yang datang, Lunara kaget dan menatap heran. Lalu, seseorang turun dan Kanaya menghampirinya, terlihat sepertinya Kanaya sangat akrab kepada rombongan orang-orang itu.

Lunara yang masih terpaku tidak sadar ada salah satu dari mereka mendekat, "halo, Neng geulis!" sapa Geo dengan semangat.

"Heh, anak orang main di Pepet terus!" cibir Satria.

"Lo di tonjok sama pak ketua awas lho" peringat Agra yang tertawa.

Geo menatap sinis mereka berdua, "Bacot kali bah! Neng Nara itu punya gue!" celoteh Darrel.

"lo banyak omong amat anjay!" sahut Matteo.

"udah-udah, bacotan nya selesai! Banyak omong juga sia!" beber Abisan yang menjitak helm Darrel.

Darrel melindungi helmnya dengan tangan, "kok gue yang jadi sasaran anjir!" protesnya tidak terima akan hal itu.

"tapi, bau-bau ibu negara ini, ekhem! Pak ketua itu baru aja dateng" Cibir Matteo yang menatap sinis Langit.

Langit mendekat ke arah Lunara lalu menatap nya dengan semirik di wajahnya, "kerjain ya gue tunggu besok! Sampai jam 6 pagi itu belum ada di atas meja gue abis Lo!" peringat Langit dan Lunara hanya terdiam dengan air wajah yang takut.

"Ayo guys!" motor-motor itu terparkir lalu masuk kedalam rumah besar di depan Lunara, dan Lunara dapat melihat di belakang jaket mereka ada bertuliskan AGRASA dengan sangat jelas termasuk Kanaya.

Kanaya mendekat ke arah Lunara lalu menepuk bahunya, "berangkat bareng gue besok" setelah mengucapkan itu Kanaya pergi menyusul anggota AGRASA lainnya.

***

Hari ini menjadi hari yang panjang bagi Lunara, pasalnya sejak tadi malam ia sama sekali belum tertidur, dia hanya marathon Drakor hingga pagi tiba. Lunara menunggu Kanaya di depan rumahnya, sejak pertengkaran kemarin kakak perempuannya juga ibu nya pergi entah kemana, Lunara di tinggal sendiri.

 LANGIT [AGRASA-LUNARA] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang