KASUS

38 3 0
                                        

AUTHOR KEMBALI LAGIII‼️‼️
MAAF YA SEBELUMNYA AKU JARANG UPDATE, AKU LAGI CAPEK BANGET SEKOLAH TAPI KALI INI AKU MAU UPDATE CERITA‼️

DESCLAIMER❗,
Ini adalah cerita full dari otak kepala author yang sudah kayak mesin rusak ini jadi jangan salah gunakan cerita ya!!

UPDATE TIDAK TENTU DAN BISA SAJA HIATUS PANJANG ⚠️

Ig: authorwp.selenafxyz

***

Embun pagi menyapu wajah Lunara, gadis itu baru saja keluar minimarket 24 jam untuk membeli beberapa camilan. Pukul masih menunjukku jam 05.03, masih terlalu pagi dan orang-orang beraktivitas. Lunara berjalan di trotoar dengan beberapa orang yang terlihat berlari pagi untuk olahraga, gadis itu duduk di salah satu bangku taman dan membuka camilan yang dirinya beli. Langit pagi begitu indah dan mempesona terlihat dari matanya, beberapa orang juga tersenyum ramah pada gadis itu.

"adem juga ya udara pagi di sini? Gue kira Jakarta cuman Asep polusi doang isinya.. " gumam gadis itu.

Senandung kecil ia lontarkan sampai suara motor yang menggema di telinganya berbunyi,

Brem!! Brem!!

Lunara menoleh dengan raut wajah terkejut, ia melihat sosok Kevin dengan wajah tampan khas namun sedikit memerah. Pemuda itu turun dan ikut duduk di samping Lunara tanpa sedikit kata pun, namun Lunara dapat mencium bau yang sangat asing 'Bau alkohol' batin gadis itu. Lunara menoleh dan benar saja wajah Kevin memerah tetapi berusaha di netralkan dengan ekspresi datar, Lunara menghela nafas lalu mengeluarkan air mineral dari kantong plastik nya.

Ia menyodorkan nya pada Kevin, "Gue tahu, Lo di suruh ayah kan, kesini? Makanya Lo masih mabuk? Ini minum air putih buat penetral aja" titah Lunara.

Dengan cepat Kevin menerima air itu dan meminumnya, ia melirik ke samping Lunara tengah menatap langit ungu gelap dengan gradasi orange yang membuat matanya bersinar cerah. Gadis itu tampak seperti banyak sekali fikiran yang di pendam, sehingga hanya matanya yang bisa berbicara tulus bahwa hatinya sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

"Ra, Lo kok enggak nemenin kak Manda?" Tanya Kevin.

Lunara menoleh sambil memperlihatkan senyuman lalu pandangannya kembali lurus ke depan, "gue titip bentar sama perawat soalnya mau ke minimarket, ini gue beli camilan. Bosen tahu cuman denger suara monitor.. " jawab Lunara.

"Iya gue paham" balas Kevin.

"Oh, iya.." Lunara kembali menatap kevin, "Maaf ya kemarin gue nampar adek Lo, gue enggak bermaksud apa. Cuman adek Lo ngeselin, kakak gue di ambang kematian masih aja dia bikin gue naik darah.. " mendengar itu Kevin mengangguk, sebagai seorang kakak dia juga mengerti perasaan yang di alami Lunara jadi itu adalah hal lumrah.

"Gue duluan ya? Kalau mau jenguk silahkan" setelah itu Lunara berdiri, namun tiba-tiba darah keluar dari lubang hidungnya. Gadis itu panik dan berjalan cepat, Lunara berjalan memasuki rumah sakit dengan hidung yang ia tutupi supaya orang-orang tidak merasa aneh. Gadis itu berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan darah yang berada pada hidungnya.

Ia baru ingat obat yang harusnya di konsumsi setiap hari belum ia minum, dadanya kembali sedikit sesak. Gadis itu mencoba tegar dan berjalan lemas menuju ruang kakaknya Amanda, terlihat tubuh Amanda yang sangat menyedihkan di sana. Lunara duduk tepat di ruang tunggu sambil menutup matanya menahan rasa sakit sesak nafas, gadis itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

 LANGIT [AGRASA-LUNARA] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang