Ballroom yang tengah diisi party itu begitu ramai, meski ini adalah ranah Uchiha, namun para tamu dari Senju clan lah yang meramaikan nya
Terdapat para Senju clan, seperti Uzumaki, dengan rambut merah nya, khas clan mereka, atau Namikaze dengan wajah blonde nya, atau Haruno yang memiliki rambut nyentrik berwarna terang
Berbeda dengan Senju clan, Ootsutsuki clan begitu tenang, Uchiha dan Hyuga lebih memilih bersikap tenang dari clan sebelah. Sungguh party yang meriah dengan beragam orang-orang nya
Sementara itu, bintang utama party itu tengah bercengkrama dengan keluarga masing-masing
Shisui yang tengah mengobrol dengan beberapa rekan bisnis nya, atau pun Sakura yang tengah mengobrol dengan teman-teman sejawatnya
Ruangan itu dihiasi oleh tawa hangat dari setiap tamu nya, namun tidak dengan satu orang wanita, pakaian lecek, rambut berantakan dan jangan lupa mata yang sembab itu
Dia berdiri di pojokan, menatap nyalang dan tidak suka pada sang primadona party tersebut, Uchiha Sakura
Rin mengeratkan genggamannya pada gelas wine yang ia genggam, matanya memanas kala mengingat beberapa saat lalu, saat Obito menggaulinya dengan begitu kasar karena dia yang menghina Sakura
"Sial!" gumam Rin kala melihat Obito yang juga tengah menatap wanita bersurai pink itu dengan pandangan lembut
'Akan kuhancurkan kau Sakura'
Rin mengambil sebuah wine lagi dari salah satu pelayan, kemudian ia memasukan Obat pada wine itu. Setelah obat itu melarut dalam air wine nya, Rin pun berjalan dengan elegant kearah Sakura
.
.
.
Disisi lain, Sakura yang tengah mengobrol dengan Hinata, Ino serta TenTen tak menyadari kehadiran Rin yang kini berdiri dibelakangnya
Tawa ketiga sahabat nya memudar kala melihat sosok Rin, Ino menatap tajam Rin yang seolah acuh tak acuh
Tentunya ketiga sahabat Sakura itu sudah mengetahui faktanya, fakta bahwa Rin lah yang menjebak Obito agar tidak hadir di pernikahan sahabat nya
Sakura yang menyadari tingkah ketiga temannya itu pun menoleh kebelakang, tepat setelah ia menoleh, ia cukup terkejut mendapati sosok Rin di belakangnya dengan penampilan... Kacau
"Rin-san?-"
Rin tersenyum ramah saat Sakura memanggilnya
"Hai Sakura, selamat atas pernikahanmu, maaf aku baru mengucapkan nya sekarang-" ucap Rin dengan nada lembut
Sakura cukup bingung dengan penampilan Rin, namun ia mengesampingkan itu dan menjawab dengan senyuman lebar
"Arigatou nee Rin-san-" balas Sakura tak kalah ramah, Rin kemudian memberikan gelas wine itu pada Sakura
"Aku ingin bersulang untukmu, maukah kau bersulang denganku?-" tawar Rin penuh harap, Sakura pun hendak meraih gelas itu sampai
Prang!!!
"...!!!..."
Kini semua mata tertuju pada mereka, gelas wine itu pecah dilantai, bukan karena jatuh dari tangan Sakura namun
"Berani-beraninya kau meracuni Sakura!-"
Dheg!
Semua mata melebar mendengar geraman sosok seorang pria, yang tadi merebut gelas dan membuangnya
"Sasuke-kun?-"
Semua orang mulai mendekat kearah mereka, berkerumun seperti semut mengerumuni gula
Sasuke menatap nyalang pada wanita bersurai coklat dihadapannya, yang menatap takut padanya
"Aku menghormatimu karena kau dulu adalah guru kami, tapi... Kurasa sekarang kami tidak perlu bersikap demikian-" lagi sebuah suara berat mengintrupsi kerumunan itu
Mereka membuka jalan bagi seorang pria bersurai kuning cerah dengan netra biru yang menyorot tajam sosok Rin
"Naruto-kun?"
Kini Sasuke dan Naruto lah yang menjadi sorotan
"Aku masih bisa mentolerir atas kesalahanmu dulu pada kakak ku, tapi untuk yang ini..." Sasuke merotasi onyx nya pada sekitar
"Obito-nii... Bukankah dia harus segera dibuang? Atau kita lenyapkan saja-" ucapan Sasuke membuat semua orang tercengang, termasuk Sakura
Dengan langkah tegas sosok yang dipanggil oleh Sasuke itu menimbrung kesana
"Biar aku yang urus-" ucap nya, sebelum matanya memberikan kode pada bawahannya untuk membawa Rin menjauh dari area party
"Maaf untuk kejadian tak menyenangkan ini, saya akan mengurus nya, silahkan kembali menikmati party nya-" ucap Obito sembari berojigi 50 derajat
"Tidak semudah itu-" kondisi party itu semakin mencekam saat tiga sosok pria separuh abad menghampiri Obito
Tampak sang kepala keluarga Uchiha Madara, Hashirama Senju dan ayah Sakura, Haruno Kizashi
Obito tertegun saat mendapati mantan ayah mertuanya itu menghampirinya
Sebuah tepukan dibahunya menyadarkan ia akan sesuatu, tatapan hangat yang dulu Kizashi berikan dan binar pengharapan dan penghargaan pada dirinya telah pupus
Kini, dimata sosok ayah itu hanya ada tatapan dingin tanpa emosi, Obito mengepalkan tangannya
"Aku... Haruno Kizashi yang akan mengambil tanggung jawab wanita itu, kau urus saja dirimu dengan baik"
Thap
Thap
Setelah berkata demikian Kizashi menepuk bahu Obito pelan, kemudian melenggang pergi tanpa menoleh kepada siapapun, termasuk Sakura
Sakura menatap sang ayah yang melewati nya begitu saja, meski raut wajah sang ayah tampak tak berekspresi, namun Sakura yakin jika sang ayah tengah meredam emosi
Sakura yang hendak menghampiri ayahnya, mengurungkan niatnya saat melihat Shisui yang lebih dulu menghampiri Kizashi sambil membawa segelas air untuk sang ayah
Sebuah senyum hangat terukir dibibir Kizashi saat menerima air dari sang menantu
Sakura melihat itu dengan tatapan harap, tatapan hangat, tatapan terpana
'Kami-sama... Semoga ayah dan suamiku selalu ada dalam perlindunganmu-' batin Sakura penuh harap
Sesaat ia melirik Obito yang juga tengah menatap kearahnya, emerald dan onyx itu bertemu
Ada sebuah desiran hangat dalan dada Obito, saat mendapati bunga Sakuranya, tengah menatapnya hangat dengan senyuman cerah
Deg
Deg
Deg
Dada nya berdebar-debar, wajahnya memanas saat melihat senyum indah Sakura
'Asal kau bahagia... My cherry blosom, meski aku harus terjun kedasar jurang... Aku rela-' Obito membalas senyuman Sakura dengan tulus
Namun senyuman itu hanya sesaat, sebelum mendapati sosok Shisui yang kini tengah merangkul pinggang Sakura dengan mesranya
Gw mo tau menurut lu pada gimana klo ada d posisi obito atau rin? Mereka juga terluka tpi mreka gk bisa lepas dari rasa tertekan itu
Tulis coment lu pada di bawah
Jngn lupa vote and follow account gw
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Fragile {Season 2}
Romance(Tahap Revisi) "Mulai sekarang aku tak ingin mempercayai apapun atau siapapun. Cukup rasa sakit ini menjadi bukti, bahwa aku tak pantas di cintai" 🌸🌸🌸 "Aku tau aku tak seperti mereka yang mengerti akan cinta, dalam hidupku, aku tak pernah merasa...
