03

770 63 8
                                        

Dis©laimer : Mr.Masashi.K
Chara : Naruto all caharacter

Happy Reading

*

*

*








POV : Uc_Sakura








Rasa yang semu ini semakin menjalar dalam hatiku, aku tak bisa merasakan emosi apapun lagi, aku hanya bisa merasa hampa. Tapi...

Kulihat Shisui yang pagi-pagi sekali tengah berkutik didapur, mengenakan apron pink ku... Haha lucu pikirku, pria ini selalu saja membuat hal lucu, yahhh aku menyadari nya sejak dulu, gen Uchiha pada dirinya hanya sekitar 55% sisanya mungkin itu gen dari ibunya... Aku rasa

Aku tau jika ayah dan ibunya itu dari clan berbeda, sama sepertiku dan dirinya, ibu nya dari clan Uzumaki sementara ayahnya dari clan Uchiha, aku dan dia Haruno dan Uchiha

Ku-susuri meja bar untuk mendekat kearahnya yang tampak focus, hingga tak sadar aku kini berada di dekatnya

Kulihat sup yang beraroma harum menguar diseluruh dapur, kulihat ia menyendok air sup itu, saat dia meniup-niupnya kulihat bibirnya yang tipis itu membengkak. Oh astaga apakah aku seganas itu semalam?

Saat lengannya hendak membawa sendok sup itu kearah bibirnya, kutarik lengan itu perlahan dan membuat sendok sup itu berada di depan bibirku, kubuka mulutku dan meminum air sup itu

Kulihat mata jelaga itu terbelalak kaget

"Astaga! Hati-hati... Sup nya masih panas sayang-" ucapnya tampak khawatir, raut wajahnya yang khawatir itu tampak menggemaskan

"Hmm lezat anata! Aku tak tau jika kau pandai memasak?-" ucapku riang

Kulihat senyum tipis dibibirnya itu, membuatku sempat berpikir untuk melumat bibir itu kembali nanti

Ahhh... Aku mulai berpikiran kotor lagi

"Aku dulu kuliah di prancis, disebelah apartemen ku ada seorang chef restaurant bintang lima, jadi setiap hari, ia selalu mengirimi-ku makanan dan bahkan mengajarkanku memasak-" jelasnya, meski tangannya sibuk dengan wajan dan sendok sup, tapi bibirnya berceloteh ria

"Apa dia seorang wanita?-" tanyaku berniat menggoda

"......."

"...???..."

"Yahh... dia... wa-ri-a-" ucapnya dengan wajah meringis, setelah kebisuan itu, sontak saja aku cengo dibuatnya, detik berikutnya aku tak bisa menahan tawaku

"Pfttt Hahahahahaha-" tawaku menggelegar, nampak wajahnya yang merah menahan kesal dan bibirnya tampak sedikit manyun

"Jangan tertawa, kau tak akan pernah bisa membayangkan didekati oleh seorang pria berpakaian wanita, sayang...-" ucapnya masih tampak meringis

Perutku sakit dibuatnya, aku sungguh tertawa keras. Sudah berapa lama aku tak tertawa sekeras ini. Sudah berapa lama aku tak sebahagia ini di pagi hari, ahhh Shisui-ku, anata-ku, kau membuatku hidup, kau membuat hariku berwarna kembali. Mungkin rasa semu itu akan segera terhempas jauh dariku

"Gomene anata ahaha kau hahaha sangat lucu-" ucapku masih menormalkan tawaku, nafasku terengah-engah karena tertawa, perutku sakit karena tertawa sampai air mataku keluar, sungguh pagi yang menyenangkan

"Baiklah, hentikan tawamu dan mari kita sarapan sayang-" ucapnya merangkul bahuku lalu menggiringku kemeja makan, ia menarikan kursi untukku

Aku duduk sembari berpangku dagu, melihat nya yang mondar mandir menyiapkan sarapan kami

"Anata... Mau kubantu?-" ucapku

"Tidak, kau istirahat saja-" aku memutar bola mataku malas

"Anata- sejak seminggu yang lalu, aku tak mengerjakan apapun, aku bosan, biarkan aku membantu oke?-" ujarku membujuk nya dengan puppy eyes kebanggaanku, kulihat jelaga itu melemah menatapku

"baiklah... Tapi jangan lakukan yang berat-berat-" ucapnya, akupun tersenyum lebar menanggapinya

"Tentu-"

Selang beberapa detik kulirik ia yang tengah focus pada makanan nya, memang aku tahu tradisi Uchiha saat di meja makan harus hening, namun kesunyian ini tak nyaman bagiku

Sepertinya aku mulai terbiasa, hingga sebuah pertanyaan tercetus dari bibirku

"Anata~" panggilku, ia hanya menatap dan bergumam 'Hn' itu adalah ciri khas clan Uchiha lainnya

"Semalam kau bertelfon dengan siapa? Hingga larut malam sekali-"

"......."

Hening, aku bahkan tak mendengar suara dentingan sendok dan garpu lagi, kudongakan kepalaku untuk menatap wajahnya

Kulihat dia termenung, entah apa yang ada dalam pikiran nya hingga ia melamun

Tampak raut nya yang meragu, saat bibir tipis itu terbuka namun tak kunjung terdengar suara nya

"Anata?~

"Obito-niisan yang menghubungiku-"

Dheg !!! ...


POV Sakura End




TBC



Love Is Fragile {Season 2} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang