The Planning

147 10 2
                                        

Inspired by Scoups at Check Sound Day 1 in Seoul by Carat

Inspired by Scoups at Check Sound Day 1 in Seoul by Carat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

Radina Putri menunggu dengan sabar di samping papan pengumuman di lorong gedung C lantai 1, dekat tangga. Dia adalah ketua kelas Sastra Indonesia 1 Fakultas Bahasa. Dia bersandar pada dinding di sebelah papan pengumuman menunggu seseorang.

Saat melihat Havana Fassilia muncul di ujung lorong, Radina kontan tersenyum, tapi ekspresinya langsung berubah menjadi datar kembali. Havana datang dengan plastik print yang berisikan brosur lomba dan beberapa artikel yang baru saja diprint. Dia menempelkan semuanya di papan pengumuman.

Radina berdeham, tanpa basa-basi bertanya. "Punya hubungan apa lo sama Kak Leon?"

Havana menoleh. "Kak Leon yang kating Teknik itu?"

"Iya, emang Kak Leon yang mana lagi?"

"Gak ada hubungan apa-apa, emang kenapa?" Havana heran, kenapa Radina penasaran?

"Kalo gak ada hubungan apa-apa kenapa kalian ke toko buku bareng, nonton bareng dan makan ramen bareng?"

"Kok lo tau?" Havana kaget, dia mengerjapkan mata tidak menyangka jika ketua kelasnya yang bersifat dingin dan jarang bicara ini, bisa tahu apa saja yang dia lakukan bersama Leon minggu lalu.

"Gak penting gue tau dari mana, jadi kalian ada hubungan apa?"

"Kan gue udah bilang kalau gue sama Kak Leon gak ada hubungan apa-apa."

"Aneh." Radina berdecak pelan.

"Kok aneh?"

"Udah jalan bareng kok gak pacaran?"

**

"Gila lo, itu rekor gue bisa ngomong lama sama orang lain," kata Radina sembari menghempaskan bokong di kursi di hadapan Leon.

Hiruk pikuk obrolan di salah satu kafe di belakang kampus meredam suara Radina, Leon harus mencondongkan tubuhnya ke depan agar bisa mendengar suara Radina lebih jelas. Radina berdecak pelan, tapi tetap mengulang kalimatnya tadi.

CampfireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang