Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
** (Prev : Unplanned)
**
"Lo keliatan happy banget."
"Tentu dong, akhirnya gue bisa pulang dan bisa bareng Kinan lagi."
"Bagus deh, dicepetin aja tanggal jadinya, biar gak diambil orang."
"Tenang aja." Joshua tersenyum simpul. Melambaikan tangan ke temannya, la ntas melangkah masuk ke gate 6, menuju pesawat yang akan membawanya kembali ke Indonesia. Sambil melangkah, Joshua meraba saku depan kemejanya, masih dirasa benda kotak kecil yang berisikan cincin yang akan diberikannya ke Kinan. Dia akan melamar gadisnya itu setibanya nanti di Indonesia. Joshua tak bisa menahan senyum, rasa bahagia meletup-letup di dadanya.
Namun, perasaan bahagia itu tak berlangsung lama. Beberapa menit ketika Joshua menunggu Kinan pulang di depan rumah kontrakan gadis itu, sebuah mobil hitam metalik merapat. Seorang pria dengan setelan jas rapi ke luar dari pintu kemudi, disusul Kinan yang keluar dari sisi pintu satunya.
Pria itu tampak bingung melihat kehadiran Joshua di sana, berbanding terbalik dengan Kinan yang tampak kaget luar biasa.
"Jo? Kok kamu di sini?" tanya Kinan, sambil melangkah lebih dekat ke arah Joshua. Ekspresinya kaget luar biasa, tapi ada banyak ekspresi lain yang tersembunyi di sana. Joshua refleks mereguk saliva, merasa gugup tiba-tiba. Sudah bertahun-tahun mengenal Kinan, Joshua bisa tahu perasaan gadis itu hanya lewat raut mukanya saja.
"Ini siapa Kinan?" tanya Afkar, bos Kinan di tempat kerja.
"Eh, kenalin Pak, ini pacar saya namanya Joshua. Jo, ini bos aku di kantor." Secara natural Kinan mengenalkan ke dua pria itu.
Afkar dan Joshua saling berjabat tangan. Keduanya menilai penampilan satu sama lain dalam diam, hingga tiba-tiba Afkar berseru.
"Loh, bukannya dia model yang lagi naik daun itu?" Afkar menoleh ke Kinan, minta konfirmasi.