Inspired by weverse post

(Prev eps No Love, No Sex, Just Kiss, More Kisses)
**
Pasca kabur dari rest area, anehnya Raina tak pernah bertemu dengan Leon lagi. Seolah cowok itu menghilang dari bumi. Seperti takdir memang berpihak padanya.
Meski terkadang Raina berharap tidak sengaja berselisih jalan dengan Leon di kampus. Sebab di hati kecilnya, dia merindukan cowok itu.
Hari ini, usai mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan, Raina memutuskan untuk pulang. Energinya sudah habis dipakai sejak pagi. Dia ingin merebahkan badan dan makan mie pedas yang sudah dia idam-idamkan satu minggu ini.
Kosan tempat Raina tinggal berjarak lumayan dekat dari kampus. Gadis itu hanya perlu menempuh lima menit dengan jalan kaki dari kampus menuju kosnya.
Namun, karena Raina ingin makan mie pedas, gadis itu singgah sebentar di kedai mie pedas langganannya yang berada di depan gang masuk area kos.
Kira-kira sepuluh menit Raina menunggu, pesanannya sudah siap. Dia bergegas pulang dengan senyum terkembang karena tak sabar akan menyantap mie pedas yang sudah lama tak dia makan.
Namun, sesaat gerendel pintu kamar kosnya dibuka, Raina dikejutkan dengan sosok Leon yang sedang duduk di tepi kasurnya.
"Hai Raina cantik." Leon melambaikan tangan. Kedua lesung pipinya terlihat. Tapi, sorot matanya tampak marah.
"Gimana bisa lo masuk?" Raina masih berdiri di ambang pintu, bersiap jika dia perlu lari kalau-kalau kondisi tidak memungkinkan.
Cowok itu mengedikkan bahu. "Asal lo tau, gue ini tamu kesayangan ibu kos lo, jadi gue bawain makanan kesukaan dia, terus gue dikasih kunci cadangan kamar lo." Leon berkata santai, seraya menggoyangkan kunci di tangannya.
Cowok itu berdiri, melangkah pelan ke arah Raina. "By the way, kata siapa lo boleh pergi gitu aja dari hidup gue, Raina?" tanyanya dengan penekanan di setiap kata.
Tanpa Raina sadari, dirinya sudah ditarik masuk ke dalam kamar, lalu Leon menutup pintu dan menguncinya. Raina terlalu lengah, padahal tadi dia sudah bersiap untuk lari kalau Leon berbuat yang tidak-tidak. Namun, saat ini dia malah pasrah direngkuh cowok itu.
Suhu tubuh Leon hangat seperti biasa. Aroma parfumenya yang memikat membuat Raina memejamkan mata. Menghirup kuat-kuat aroma yang dirindukannya.
"Lo belum jawab pertanyaan gue sayang!" Leon menuntut.
Tangan berotot cowok itu naik ke punggung Raina, mengusap-usap punggungnya sampai ke belakang leher. Memberi sensasi aneh yang membuat Raina merinding.
"Kata gue ...." Raina berdeham sejenak karna suaranya tiba-tiba tercekat.
Leon tersentak. Melepas Raina dari rengkuhannya. Lalu dia memegang kedua pipi gadis itu. "Lo sakit? Lagi batuk atau flu?" Dan bertanya dengan nada khawatir.
Raina menggeleng. Dia memegang kedua tangan Leon di pipinya. "Gue baik-baik aja Leon."
Leon menghela napas lega. Dia lalu mengusap pelan pipi Raina dengan ibu jarinya. "Jadi, kata siapa lo boleh pergi gitu aja dari hidup gue?" beonya. Masih dengan kalimat penuh penekanan yang berbanding terbalik dengan perlakuannya yang begitu manis.
"Kata gue dan itu tertulis di kontrak kalau salah satu dari kita jatuh cinta, maka kontrak batal."
Leon menaikkan satu alisnya. Ekspresinya tampak bingung. Dia memainkan bibirnya. "Enggak, gak ada kontrak sama sekali. Gue udah buang, ah enggak, gue udah bakar kontrak itu," lanjutnya enteng. Senyum pun terbit. "Lo cuman punya gue Raina. Milik gue."
"Lo egois!" Mata Raina membelalak. Dia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Gadis itu memberontak. Berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Leon. Namun, Leon mempererat pelukannya. Tangannya kini meremas pinggang Raina, membuat gadis itu meringis pelan.
"Emang! Baru tau ya?" Leon menjawab. Dia terkekeh-kekeh, tampak senang melihat Raina yang berusaha melepaskan diri meski hal itu hanya sia-sia.
"Sialan lo!" Raina mengamuk. Melayangkan pukulan ke dada Leon beberapa kali hingga dia lelah dan berhenti sendiri.
Leon tersenyum miring. Sorot matanya melembut. "Sayang, mulutnya jangan dipake buat ngomong kasar dong, mending cium bibir gue aja."
Raina melayangkan satu pukulan lagi. "Shit! Gue benci sama lo Leon!"
Leon terkekeh. "I love you Raina." Kemudian memiringkan wajahnya seraya memagut bibir Raina.
**
Date : 24 Mei 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Campfire
Random[On Going - Update Random] Kumpulan cerpen tentang SEVENTEEN. Mari singgah sejenak, membaca sekali duduk dan meninggalkan jejak (vote & komentar). Start : 15 Juli 2023 copyright cravesan © 2023
