AL 10

133 16 4
                                        

"Gimana kabar Bhima?" Tanya Asih tiba-tiba.

"Baik."

"Bener itu Bhima sama perempuan yang dikenalin tempo hari?" Selidik Asih.

"Iya."

"Syukurlah takutnya karena terus didesak, Bhima nekat."

"Nekat?! Maksudnya apa ya?" Tanya Endah tidak mengerti.

"Ya anak muda zaman sekarang kan pada banyak akal ya?! Beda sama zaman dulu kita muda. Takutnya cuma settingan biar nggak dijodohin. Soalnya mendadak tiba-tiba ngenalin pasangan tanpa sebelumnya cerita dia punya hubungan atau dekat dengan seseorang. Kan agak-agak janggal ya?! Tapi semoga Bhima nggak seperti itu. Soleh, nggak ada niat bohongin orangtua." Tutur Asih panjang lebar.

Seketika pikiran Endah terkontaminasi. Saat Asih pamit ke toilet, Endah segera menyambungkan panggilan video pada Bhima. Endah yang siang ini makan siang berdua dengan Asih memang mendadak tidak enak perasaan setelah Asih bicara seperti itu. Ada benarnya juga ucapan Asih, itu yang ia rasakan.

Ibu... Gumam Bhima dengan dahi berkerut saat terpampang nama ibunya di layar ponsel.

"Bu..."

"Hai, kamu lagi apa? Lagi sibuk nggak?"

"Nggak, Bhima hari ini kebetulan libur. Ada apa, Bu?"

"Itu kamu di mana?" Tanya Endah yang merasa asing dengan latar belakang tempat Bhima berada.

"Lagi jalan-jalan."

"Tumben."

"Nemenin Shasa."

"Kamu lagi sama Shasa? Mana Shasa nya?" Tanya Endah cepat, antusias.

"Iya aku lagi sama Shasa tapi Shasa lagi di toilet."

"Yaaa padahal Ibu pengen ngobrol." Bhima agak mengernyitkan kening saat mendapati ekspresi ibunya yang agak berbeda.

Bhima berjalan menuju toilet wanita dan saat melihat Shasa baru keluar dari sana ia langsung memanggil gadis itu sembari melambaikan tangan.

"Sha, Ibu pengen ngomong katanya."

"Heh?!"

"Bu, bentar ini Shasa ternyata udah beres dari toiletnya." Senyum Endah mendadak merekah. "Nih..." Bhima menyerahkan ponselnya. "Ibu..." Bisik Bhima sembari memberi kode.

"Ohh iya." Shasa menerima ponsel yang disodorkan Bhima. Ia langsung menyapa ibu dari Bhima itu. "Assalamu'alaikum Ibu." Sapa Shasa hangat seperti biasa.

"Waa'alaikumsalam Shasa Sayang. Lagi pada di mana itu?"

"Lagi di Situ Gunung, Bu. Salah satu wisata di kota Sukabumi."

"Lagi bikin konten?" Endah memastikan.

"Hehehe iya sambil jalan-jalan mumpung Bhima libur juga."

"Oalah.... Ibu jadi pengen liburan bareng kalian. Seru kayaknya."

"Ayo, Bu."

"Iya ayo. Kita ke Bali. Bagus-bagus pas kita ke Bali kalian udah nikah. Jadi Ibu kawal kalian honeymoon." Shasa menelan Saliva sedang Bhima yang berdiri di depan Shasa langsung geleng-geleng kepala.

"Apa sih, Bu?" Tanya Bhima yang mana langsung berdiri di samping Shasa. Berusaha agar ia juga tertangkap kamera. Sehingga ia harus merapatkan tubuhnya pada Shasa.

"Iya kan kalian kayaknya udah cocok banget. Ibu juga udah cocok dan sayang sama Shasa. Jadi nunggu apa lagi?"

"Nunggu dana." Cetus Bhima asal.

Aku LelakimuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang