BISMILLAH
.
.
HAPPY READING
.
.
SELAMAT MENIKMATI
🕊🕊🕊
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Kia dan ke tiga teman nya yaitu Ujian kelulusan.
Bahkan Kia membuat prinsif sendiri selama Ujian kelulusan berlangsung Kia tidak akan menemui Suaminya, bukan karna apa Kia menjaga jarak dari Suami nya Kia hanya takut kepokusan Belajar nya hilang ketika bersama Suaminya.
Ujian pertama pun sudah di laksanakan suasana kelas benar-benar hening bahkan pihak Psantren pun meliburkan semua Murid terkecuali Kelas tiga Aliyah.
Waktu demi waktu sudah berlalu kini Kia dan ketiga teman nya keluar dari ruangan untuk pulang ke Asrama tapi sebelum mereka ke Asrama mereka akan pergi ke Kantin terlebih dahulu.
"Bi kaya biasa ya pesanan nya".Alda memesan pesanan makanan yang mereka sering pesan.
"Oke siap".
Alda pun duduk di bangku yang sudah di tempati oleh teman nya.
"Ihh ya Allah pusing banget tadi pelajaran Fikih.Mana soalnya banyak yang tentang Thoharoh lagi". Prustasi Jeje sambil memijat pelipisnya.
"Udah Je kan itumah udah lewat mending nanti malem kita Baca ulang Buku Sejarah Islam. Soalnya kan besok kita ujian Sejarah" El pun menenangkan Jeje agar dirinya lebih semangat.
Tak lama dari itu makanan pun sudah datang ke meja mereka,tanpa menunggu lama lagi mereka memakan makanan nya masing-masing.
Selepas Sholat Zuhur tadi Kia pergi ke taman belakang untuk membaca ulang bukunya. Biasanya kalau sudah Sekolah atau Sholat Zuhur Kia sering pergi ke Ndalem.
Tapi tidak dengan sekarang Kia benar-benar akan Fokus dengan Ujian nya.
"Kenapa aku bisa lupa ya sama nama-nama 7 pemuda Ashabul Kahfi. Padahal baru kemaren belajarnya". Kia heran kenapa bisa-bisa nya dirinya gampang melupakan beberapa pelajaran-pelajaran yang sempat ia pelajari.
"Coba kalo cerita tentang Nabi Yusuf, semoga aja gak lupa. Nama Istrinya adalah Asenat mempunyai anak dua perempuan dan laki-laki_".
Belajar Kia terhenti ketika dengan tiba-tibanya Air hujan turun dengan begitu deras. Saking deras nya Kia berlari untuk pergi ke Asrama tapi di tengah perjalanan pun baju Kia sudah basah oleh air hujan. Kia menyembunyikan bukunya di balik kerudunya karna Kia takut buku nya basah.
Banyak sekali Santri yang berlari untuk mencari tempat teduh karna posisi Taman dan Asrama Kia tidak terlalu jauh alhasil Kia pun sekarang sudah sampai di Asramanya.
"Allhamdulillah. Deras banget ya Allah ujan nya". Kia mengusap wajahnya karna mukanya di penuhi oleh Air hujan.
Kia sengaja tidak langsung masuk ke kamar nya karna bajunya benar-benar basah Kia akan msenunggu samapai bajunya sedikit kering,"Ya Allah Ki kenapa ujan-ujan nan?".Kaget El sambil memberikan handuk kepada Kia.
"Eh..makasih ya".
"Yaudah mandi gih nanti aku bawain bajunya ke kamar Mandi".
"Yaudah sekalian ini nitip buku aku ya. Makasih".
📚📚📚
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine (Hiatus)
Storie d'amoreMenguatkan Cinta dengan Bersama Melupakan Cinta karna Takdir sang pencipta. (Muhammad Faizan Zayyan Al-Gifari)
