BISMILLAH
HAPPY READING
SELAMAT MENIKMATI
...
Penghargaan pun di berikan kepada mereka masing-masing. Setelah menerima penghargaan mereka turun dari panggung dan kembali duduk di bangku mereka.
Perasaan Kia saat ini campur aduk antara senang dan sedih. Sedari tadi juga kedua orang tua Kia merasa aneh dengan anak nya karna terlalu banyak diam.
Bahkan sambutan dari ketua acara pun di isi oleh Ares bukan oleh Faizan.
'Dalah males'. Batin Kia yang pura-pura bodo amat.
Dan acara demi acara pun sudah selsai kini tinggal sesi foto-foto. Kia berfoto-foto bersama keluarganya termasuk keluarga Faizan.
Setelah itu baru berfoto-foto dengan teman-teman nya Kia dan teman-teman nya berfoto-foto di belakang halaman karna mencari objek yang indah.
Ketika mereka sedang asik berfoto-foto tiba-tiba saja Faizan datang dari arah depan mereka berfoto sambil membawa Bunga dan beberapa tas yang pasti isinya adalah hadiah.
Semuanya kaget apalagi Kia. Ke tiga teman Kia tau kalau Kia dan suami nya sedang tidak baik-baik saja jadi mereka memutuskan untuk meninggal kan mereka di taman berdua.
"Baikan ya". Bisik El sebelum mereka pergi.
Kia pun menoleh ke arah El " Mau kemana ?".
"Cari jodoh". Jawab mereka barengan sambil tertawa lalu berlari.
Pandangan Kia kembali tertuju kepada Faizan, dan Faizan pun kembali berjalan menuju Kia.
"Selamat cantik". Ucap Faizan ketika diri nya sudah ada di depan Kia.
Kia tidak berkutik sedikit pun dirinya terus saja melihat Faizan tanpa menjawab ucapan Faizan.
"Maaf, mas baru bisa datang sekarang".
"__"
"Kamu masih marah?".
"__"
"Yaudah kalo gitu Mas mau ke depan lagi". Ketika Faizan hendak pergi Kia mulai mengeluarkan suaranya.
"Terserah".
Mendengar itu dengan cepat Faizan menarik tangan Kia lalu memeluk nya .
"Maaf sayang. Mas gak bisa kalo di diemin terus".
"Aku juga gak bisa kalo di tinggal tiba-tiba gitu". Ucap Kia sambil melepaskan pelukan mereka.
"Maaf". Ucap Faizan sambil menundukan kepalanya.
"Udah jangan marah lagi ya".
"Ada syaratnya". Ucap Kia tanpa ekspresi.
"Apa? Mas siap turutin asal kamu gak marah lagi". Ucap Faizan antusias.
Dengan menahan senyum nya Kia menunjuk-nunjuk pipinya, tanda dirinya ingin di cium.
Melihat itu Faizan pun melengkungkan bibir nya , ada-ada saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine (Hiatus)
RomanceMenguatkan Cinta dengan Bersama Melupakan Cinta karna Takdir sang pencipta. (Muhammad Faizan Zayyan Al-Gifari)
