46.marah-baikan

3.3K 176 17
                                        

BUSMILLAH
HAPPY READING
SELAMAT MENIKMATI
...

Kaget Kia ketika melihat kedatangan Faizan suaminya.
"Saya suaminya. Mau apa?". Ulang Faizan kepada Mikel sambil menggenggam erat tangan Kia.

"K-kamu udah nikah?". Kaget Mikel sambil menatap wajah Kia.

Baru saja Kia ingin menjawab tiba-tiba  saja Faizan kembali mengeluarkan suara "iya. Kita udah menikah dari satu tahun yang lalu".

"Kalo tidak ada keperluan lain kami pamit duluan. Assalamualaikum". Lanjut Faizan berpamitan dan menarik tangan Kia untuk pergi membayar buku yang Kia beli.

'Ini beneran Kia udah nikah?'
'Berarti dia milik orang dong' Batin Mikel sambil menatap punggung Kia dan punggung Faizan.

Sedang kan Faizan dan Kia kini sedang membayar buku yang Kia ambil.

"Totalnya jadi 444 Rp bapak". Ucap kasir sambil membungkus belanjaan nya.

Faizan mengambil uang serarus ribu dengan lima lembar lalu di kasihlah kepada kasir itu "ambil saja kembalian nya. Terimakasih".

Faizan pun mengambil belajaan untuk di bawa kemobil sedangkan Kia Faizan tinggalkan.

'Pasti marah' batin Kia sambil mengikuti langkah Faizan dari belakang.

Sesampainya di mobil Kia pun memakai sabuk pengaman nya lalu Faizan melajukan mobil nya tanpa mengeluarkan suara.

Kia bingung bagaimana menjelaskan kepada Faizan tentang pertemuan dirinya dan mikel.

"Emm tadi temen aku Mas". Dengan keberanian nya Kia pun mengeluarkan suara.

"..."

"Namanya kak mikel".

"..."

'Duh kok diem terus si'.

"Dia kaka kel_".

"Saya gak nanya dia siapa". Ucap Faizan dingin sambil melirik ke arah Kia dengan muka sangarnya.

Kia yang takut dengan tatapan Faizan pun langsung menutup bibirnya dengan melipat kedua bibirnya ke dalam mulut.

Dan suasana di dalam mobil pun menjadi hening lagi.

Kia juga bingung harus bagai mana cara membujuk suaminya agar tidak marah lagi kepadanya. Kia juga merasa bersalah kenapa tadi dirinya tidak jujur saja kepada Mikel kalau dirinya datang bersama suaminya. Padahal hal itu bukan hal yang memalukan bahkan bukan aib. Dan juga mikel itu bukan siapa-siapa Kia.

Kia baru sadar bahwa jalan yang Faizan laju bukan jalan menuju Supermarcet tapi jalan ini adalah jalan menuju rumah nya.

"Enggak ke Supermarcet dulu Mas?".

Tetap saja Faizan diam tidak membalas ucapan Kia.

Dan tidak membutuhlan waktu lama kini mobil Faizan sudah memasuki gerbang rumah lalu memakirkannya di halaman rumah.

"Belanjanya besok aja. Mas masih banyak pekerjaan". Ucap Faizan sambil membuka sabuk pengaman lalu setelah itu keluar dari mobil meninggalkan Kia.

"Yah beneran marah dong". Prustasi Kia.

...

Sejak pulang dari toko buku tadi Kia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar sambil memikirkan bagaimana cara membujuk suaminya agar tidak marah lagi kepadanya.

Sedangkan Faizan setelah mandi tadi Faizan tidak keluar dari ruang kerjanya bahkan Sholat pun Faizan laksanakan di ruang kerjanya.

Mine (Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang