BISMILLAH
HAPPY READING
🕊🕊🕊
Sesudah sholat magrib pun mereka semua pergi ke Psantren Al-Farizi untuk mengisi kajian yang sudah di undang dari pemimpin Psantren Al-Farizi untuk keluarga besar Al-Gifari.Bahkan keluwarga dari Ummi Limah pun ikut hadir di acara itu.
"Pokoknya nanti kalo mas udah naik ke atas panggung kamu jangan ke mana-mana,kalo enggak kamu duduk deket Ummi aja ya". Perintah Faizan kepada Kia ketika mobil sudah memasuki area Psantren.
"iya".
Mereka pun turun dari mobil ketika mobil sudah terparkir di parkiran depan gedung Psantren.Sedangkan jarak dari tempat parkir ke tempat acara sedikit jauh alhasil Faizan turun duluan dari mobil untuk menjemput Kia di pintu sebelah , setelah itu Faizan dan Kia pun mulai jalan untuk pergi ke arah depan Faizan memeluk Kia fosesif dari samping karna badan beberapa orang yang bertugas untuk mengawal Faizan memepet ke arah Kia ," mas". panggil Kia dengan tangan yang sedikit gemetar memegang tangan Faizan.
Ini benar-benar pengalaman pertama Kia datang ke satu Majlis yang seramai ini.
"Sebentar ya", Faizan sedikit panik ketika mendengar panggilan Kia yang bergetar.
Faizan sempat memberikan pesan kepada Ares bahwa mereka tidak bisa masuk ke arah ndalem.Karna jalan menuju Ndalem tertutup oleh banyak orang.
Kia dan Faizan tertinggal Ummi, Abah dan juga Ares bahkan mereka telah bergabung dengan keluarga dari Ummi Limah.
"Faizan sama Kia mana res kok Ummi gak liat?" . Tanya Ummi Limah kepada Ares karna tidak melihat keberadaan Faizan dan Kia.
"Tadi bang Faizan bilang bang Faizan sama kak Kia udah duluan ke area panggung, karna kalo ke sini dulu ke jauhan kasian kak Kia kegulung-gulung jama'ah".
"ouh gak papa kalo gitu lebih baik kasian mantu Ummi".
Karna acara akan segera di mulai kini Ummi dan semua saudara nya akan pergi ke area pengisian Pengajian.Benar -benar acara yang sangat besar jadi jama'ah nya sangat ramai.Bahkan di deretan-deretan paling depan itu di isi oleh tamu-tamu besar dan penting seperti pemimpin-peminpin Psantren dan Ustadz.
Ketika Ummi Limah akan duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk dirinya dan Abah Fari mata Ummi tidak sengaja melihat Kia yang sedang duduk di kursi ujung dengan sorban yang menutupi pundak nya.
Ummi Limah pun meminta izin kepada Abah Fari untuk menghampiri menantu nya yang sedang duduk sendiri. Setelah mendapat izin dari suaminya Ummi Limah pun menghampiri Kia.
"Kia?!".
Kia terjaga dari lamunan nya ketika mendangar panggilan dari Ummi Limah "Ummi".
"Di mana Faizan nya nak? kok kamu sendiri". Tanya Ummi ketika sudah duduk di sebelah Kia.
"Mas Faizan nya tadi lagi ngobrol sama pemimpin Psantren ini". Jawab Kia sedikit canggung.
Ummi Limah pun menganggukkan kepalanya tanda dirinya mengerti. " Boleh Ummi duduk di sini?".
Kia pun tersenyum. " Boleh dong Ummi".
" Apa Ummi tau yaa tentang tadi?". Batin Kia ketika memingat perihal tadi.
Flasback
Semua orang memberi Kia dan Faizan celah untuk berjalan.
Tak lama dari itu Faizan dan Kia pun sudah sampai di dekat panggung di sana sudah ramai dengan orang-orang " Kamu gak papa kan?". Faizan benar-benar takut dengan kondisi Kia karna tadi sebelum nya mereka tergulung oleh banyak orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine (Hiatus)
RomanceMenguatkan Cinta dengan Bersama Melupakan Cinta karna Takdir sang pencipta. (Muhammad Faizan Zayyan Al-Gifari)
