DUA PULUH

4.5K 355 60
                                        

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

(Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad)

🦋🦋🦋🦋

"Take a rest, saya mau mandi dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Take a rest, saya mau mandi dulu."

Azzam kemudian meninggalkan Meera dan berjalan menuju kamar mandi.

Sepeninggal Azzam, Meera masih terdiam di sisi ranjang, membiarkan pandangannya berkelana menelusuri setiap sudut kamar Azzam yang berada di ndalem. Ini memang bukan kali pertama ia menginjakkan kaki di ruangan itu, tetapi untuk pertama kalinya ia akan bermalam di kamar tersebut. Kamar ini didominasi warna Abu-abu gelap, hawanya dingin dan sunyi, membuat Meera merasa kesulitan beradaptasi karena terbiasa dengan suasana rumahnya yang hangat dan penuh warna

Meera akhirnya memutuskan untuk keluar kamar dan berjalan ke arah ruang tengah. Niatnya hanya ingin duduk di sofa sambil menikmati tayangan televisi. Namun, langkahnya terhenti ketika Umi tiba-tiba berdiri dari sofa yang hendak ia tuju. Sebuah Al-Qur'an masih berada dalam genggaman perempuan itu, menandakan bahwa ia baru saja selesai membacanya. Tak berbeda jauh dengan Meera, Umi pun terkejut ketika menoleh dan mendapati Meera berdiri tak jauh dari sofa. Tatapan keduanya sempat bertemu dalam keheningan, sama-sama menyimpan raut keterkejutan di wajah masing-masing.

"Meera? Ngapain berdiri di situ, Sayang? Sini, duduk," panggil Umi sambil merapatkan Al-Qur'an yang masih berada di tangannya. Ucapan itu membuat Meera segera menghampiri dan duduk di samping perempuan tersebut.

"Maaf, Umi. Meera kaget," ucapnya diselingi tawa kecil. "Meera kira tadi nggak ada orang. Ternyata Umi lagi ngaji."

Umi hanya tersenyum, tangannya bergerak menaruh Al-Qur'an itu di atas meja, lalu beralih mengambil tangan Meera untuk ia genggam "Azzam-nya mana?"

"Mas Azzam lagi mandi, umi."

"Sering-sering main ke sini, ya. Umi jadi punya teman ngobrol. Kalau Umi tanya Azzam kenapa nggak sekalian bawa kamu, dia jawabnya pasti, 'Meera lagi istirahat, Umi. Biar di rumah aja.' Selalu kaya gitu, padahal Umi juga kangen sama kamu"

Meera terkekeh pelan. "Iya, Umi. Nanti aku sering-sering kesini, ya. Ngomong-ngomong, kaki Umi gimana? Masih sering sakit nggak?" tanyanya. Tanpa diminta, kedua tangannya terangkat dan mendarat di atas lutut Umi yang terlapisi rok panjang. Jemarinya mulai memijat perlahan dengan penuh kehati-hatian.

ZAMEERA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang