P-B [12] :: The reason they broke up

7.3K 498 2
                                        

Ila : Ramm!

Setengah menguap, Rama membaca chat masuk dari Ila, teman satu ekskul Jeje. Rama mengernyit, tumben banget Ila ngechat. Padahal, mereka tidak terlalu dekat. Hanya sebatas kenal.

Firasat Rama memburuk. Tidak mungkin Ila mengechatnya tanpa embel-embel masalah. Atau ini semua karena ... Jeje.

Buru-buru Rama membalas chat Ila. Walaupun badannya sendiri masih bisa di bilang kurang fit.

Rama : Jeje kenapa?

Ila : Tau aja kalo tentang Jeje. HE.

Rama memutar kedua bola matanya malas. Walaupun Ila tidak bisa melihat itu.

Ila : tentu aja temen-lo-yang-brengsek-itu gak ngasih tau lo. Mungkin, tinggal nama doang.

Ila : Just for your information karena hari ini lo gak masuk, Jeje dan Keenan putus. Oh, tepatnya, Jeje di putusin sepihak.

"Shit!" Maki Rama. Tanpa membalas chat Ila, Rama buru-buru mengambil jaketnya dan keluar rumah.

Satu tujuannya saat ini; menghabisi Keenan.

Selama di perjalanan, Rama terus-terusan memaki. Bagaimana mungkin Keenan menepati omong kosongnya tempo hari? Rama kira, itu sebatas gurauan konyol.

Oh, ayolah, mana bisa jatuh cinta hanya dalam waktu 3 hari?

Kalau dalam kasus Jeje, itu bisa saja terjadi. Tetapi, ini Keenan. Player SMA Atlantica yang terkenal dengan susah-jatuh-cintanya.

Setelah membicarakan masa lalu Rama dan Jeje pada Lean, tiba-tiba saja Haris datang. Dengan alasan, ingin curhat juga mengenai Oliv. Nasib orang LDR.

Dan, bertambahlah kengenesan Lean. Walaupun saat ini Lean dan Rama sama-sama menjomblo,tapi Lean tau, kalau Rama sedang mendekati Karin. Cewek yang berusia 2 tahun di atas Rama.

Mungkin, jatuh cinta dengan orang yang lebih tua, sedang kekinian.

Setelah menyelesaikan curhatan-oh-sangat-menyiksa-Lean, mereka membicarakan perihal hubungan Keenan-Jeje. Memang, kesannya tidak baik mencampuri urusan orang lain. Tapi, Rama tidak bisa tinggal diam saja kalau sudah menyangkut Jeje.

Meskipun mereka bernota-bene mantan, tidak membuat Rama menjadi tidak peduli dengan Jeje. Ayolah, mereka sudah sahabatan dari baru berojol. Bukan tidak mungkin kalau Rama sangat menyayangi Jeje. Sebatas sahabat dan dianggap adik.

"Mending, kalau Keenan udah kelar urusannya sama Jeje, suruh dia kesini," cetus Lean yang langsung diangguki Rama.

Langsung saja, cowok itu menelpon Keenan untuk ke rumah Lean. Sepertinya, mereka akan menginap di rumah Lean, malam ini.

Tepat pukul sepuluh malam, Keenan sampai di rumah Lean. Rama menatap sinis kedatangan Keenan, yang di balas gedikkan acuh bahu pemuda itu.

Keenan tau, sejak awal rencana ia mendekati Jeje, Rama sudah menentangnya. Karena kengototan Keenan, jadilah perang dingin antara 2 laki-laki itu.

Keenan tidak ambil pusing mengenai Rama yang tidak suka kalau fakta Keenan dan Jeje akhirnya jadian.

"Yak, bagus, bawa terus Jeje keluar malem-malem," sindir Rama dengan dinginnya. Haris meletakkan tangannya di bahu Rama, dan membisikkan agar Rama jangan emosi.

"Yaila," Keenan langsung nyelonong masuk. "Posesif amat, sih. Lo siapanya?"

Detik itu juga, Rama ingin sekali melayangkan tinjunya di wajah tampan milik Keenan. Namun, segera di cegah oleh Lean dan Haris. Lean tidak mau rumahnya menjadi tkp adu jotos 2 sahabatnya.

Perfect BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang