Happy Reading 🍊
Malam sudah semakin larut tapi keduanya tetap tidak ingin mengehentikan percakapan mereka. Setelah momen haru mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, kini obrolan mereka jadi lebih santai dari pada sebelumnya.
Akhirnya malam itu, Julian mengungkapkan perasaannya kepada Binar, Julian tidak ingin terlambat lagi dalam hal memperjuangkan Binar. Ia berpikir untuk segera memberitahu orangtuanya dan segera melamar Binar.
"Ternyata kamu cengeng banget ya Bi, kelihatannya aja cegil." goda Julian sambil menopang kepalanya dengan satu tangannya
"Itu namanya bukan cengeng Pak, itu namanya ga tau lagi mau ngomong apa ya udah ungkapinnya pakai nangis aja." Binar membela diri
"Emang sesuka itu ya Bi sama saya?"
"Kaya yang ga suka sama saya aja Pak, bela-belain ke rumah Ibu buat jemput saya, itu namanya apa coba?" Binar menatap Julian geli
"Iya lagi, suka banget, tapi makasih ya belum jadian sama Jay, kalo udah jadian sama Jay ga tau saya mau rebutnya gimana lagi." Julian membenarkan duduknya, bersandar ke sofa
"Lagian saya anggap Jay teman aja Pak, mana bisa saya sembarangan jadian sama orang. Saya kan udah bilang ke Bapak dari awal kalau saya maunya cuma Bapak aja."
Julian terkekeh "Iya sayanya aja yang kurang peka."
"Emang. Pak gimana nih, udah malam antarin saya pulang dong Pak."
Julian menatap jam dinding, ternyata sudah jam 22.40 WIB, tanpa sadar obrolan panjang mereka sudah menghabiskan waktu selama itu.
"Kayanya kamu nginap di sini aja Bi, kalau pulang udah kemalaman Bi."
"Ahhh yang benar aja Pak, jangan mengada-ngada dong, masa Bapak ngajak saya nginap sebelum dinikahin." Sontak Binar terkejut, kemudian menjauhi Julian
"Bi jangan berharap dong, keliatan banget senangnya. Ada Bibik kok di belakang, Bibik tuh tiap libur nginap di sini, saya minta soalnya banyak kerjaan di rumah."
Julian menjelaskan untuk meluruskan keraguan yang ada di pikiran Binar. Binar hanya mengangguk-angguk mengerti ucapan Julian.
"Kamu tidur di kamar saya aja, nanti biar saya yang di kamar tamu ya." Julian berdiri sambil mengacak rambut Binar
"Mau kemana Pak?"
"Mau bikin mie, Bibik udah tidur jadi saya bikin sendiri aja, kamu mau."
Julian berjalan ke arah dapur. Binar dengan cepat mengikuti Julian dari belakang.
"Boleh deh Pak, tapi kayanya saya mau mandi dulu Pak, udah gerah banget ini, mana udah lengket juga." ucap Binar
"Ya udah mandi di kamar saya aja, soalnya di kamar tamu airnya tadi mati. Tenang aja saya ga bakalan ke kamar kok." Julian tersenyum ke arah Binar
"Ya udah Pak, saya mandi dulu."
Julian menatap punggung Binar yang menjauh. Senyum Julian tak kunjung selesai, bahkan Julian tidak sabar membayangkan bisa hidup satu rumah dengan Binar.
Sudah 30 menit Julian menunggu Binar di ruang tamu, namun Binar tak kunjung datang. Julian yang khawatir akhirnya menyusul Binar ke kamar.
Julian mengetuk pintu kamarnya, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar, berarti Binar masih di kamar mandi pikir Julian. Ia pun segera memasuki kamar dan mengetuk pintu kamar mandi.
"Bi, kenapa lama banget mandinya? Kamu baik-baik aja kan." Julian mendekatkan wajahnya ke puntu kamar mandi
"I...ya Pak, tapi....saya lupa." ucap Binar gugup
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomanceJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
