35. Sefruit Keinginan Binar

2K 71 0
                                        

Happy Reading 🍊

Setelah kejutan dua garis merah itu, rumah menjadi hening seperti habis dihantam badai emosi. Tapi bukan karena marah, melainkan karena otak Binar dan Julian sedang bekerja keras mencerna. Dalam hatinya sebenarnya Ju;ian sangat ingin meluapkan ras abahagianya bersama Binar, memeluk Binar, mencium Binar dan memanjakan Binar. Semuanya terlintas begitu saja di otak Julian. Namun mengingat kejadian semalam kurang mengenakkan antara keduanya membuat Julian dan Binar kini harus sedikit renggang padahal ada momen bahagia yang harus mereka rayakan.

"Sayang." Ucap Julian pelan

"Aku belum bisa maafin Mas soal Rachel." Binar duduk di sofa yang sama dengan Julian dan saling berhadapan

Julian menunduk. "Iya sayang, Mas ngerti. Mas nggak akan maksa kamu maafin Mas sekarang."

"Tapi aku mau coba mulai lagi," lanjut Binar. "Dengan satu syarat."

Julian mengangkat wajahnya penuh harap. Julian mengulum senyum karena ia rasa istrinya juga tidak tahan berlama-lama dalam mode diam ini 

"Apa saja." Julian semangat

Binar menarik napas dan menyilangkan tangan di dada. "Karena Mas aku ga sempat menikmati masa lajang aku sebagai wanita karir yang santai dan adem jadi...."

Julian berkedip. "Jadi apa sayang?"

"Mas harus ngabulin sefruit keinginan aku"

"Sefruit?" Julian bingung

Julian mulai curiga. Tapi dia juga tahu mungkin inilah cara istrinya bicara saat butuh dimanja.

"Mas maksudnya itu, sebuah Mas, fruit itu kan artinya buah, jadinya kalau sefruit berarti sebuah."

"Oo jadi itu maksudnya, jadi gimana caranya nih?" tanya Julian, nada hati-hati.

Binar menyeringai. "Kita mulai dari tiga dulu."

Bukannya tadi Binar bilang sebuah, kok sekarang jadi tiga, haduhhhh emang ada-ada saja keinginan istriku ini. Pikir Julian sambil menahan senyum.

🍊🍊🍊

Misi Pertama: Jadi Wanita Karir Kesepian di Cafe Kota

Sore itu, Binar berdandan seperti bos muda yang sedang menunggu investor. Ia mengenakan blazer cokelat muda dengan tatanan rambut dicepol rapi. Di tangannya, sebuah laptop menyala, tab terbuka acak: spreadsheet kosong, satu artikel self-help, dan Google search "minuman paling mahal di kafe ini."

Julian duduk di meja seberang, mengenakan hoodie, masker, dan topi. Persis bodyguard atau suami yang sedang ikut misi rahasia.

"Yang bener aja kamu duduknya di situ Bi?" tanya Julian lewat chat, karena Binar tidak membolehkan mereka tampak seperti pasangan.

"Konsepnya: aku adalah wanita karir independen, kesepian, dan Mas adalah cuma harus mantau aku dari kejauhan Mas, biarin aku menikmati masaku ini untuk beberapa menit Mas," balas Binar.

Julian menghela napas, tidak lupa rasa gemasnya. Diteguknya kopi yang terlalu pahit, sambil sesekali melirik Binar yang tampak serius mengetik padahal hanya sedang main solitaire.

Setelah lima belas menit, Binar memanggil pelayan dan menyuruhnya mengantar secarik kertas ke meja Julian. Di sana tertulis:
"Hei, kamu. Aku bisa merasakan tatapanmu. Jangan terlalu jatuh cinta ya. Aku wanita dingin."

Hal itu sukses membuat tawa Julian keluar meskipun di balik masker tapi orang yang melihatnya pasti akan tahu kalau Julian sedang tertawa keras sekali. Julian harus tetap mengikuti alur permainan Binar ini, agar istrinya bahagia.

Binar Vs Boss (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang